----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Awind [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; PERSAUDARAAN 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 11 November 2017 15.00.45 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Bantuan Makanan Disiapkan untuk Ribuan Warga yang Disandera 
Kelompok Kriminal Bersenjata
     
 


 
 
http://regional.kompas.com/read/2017/11/11/19443981/bantuan-makanan-disiapkan-untuk-ribuan-warga-yang-disandera-kelompok
 
 
Bantuan Makanan Disiapkan untuk Ribuan Warga yang Disandera Kelompok Kriminal 
Bersenjata
     Kontributor Jayapura, Jhon Roy Purba Kompas.com - 11/11/2017, 19:44 WIB    
                  Anggota Timsus Brimob Polda Papua dan sejumlah anggota Polres 
Tembagapura yang menembak ke arah kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, 
Minggu (29/10/2017).(handout/Humas Polda Papua)         
JAYAPURA, KOMPAS.com - Sebanyak dua kontainer bahan makanan dibagikan kepada 
masyarakat di Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang terisolasi 
akibat ulah Kelompok Kriminal Bersenjata yang ada di sekitar area Freeport, 
Papua, Sabtu (11/11/2017) siang. 
 
Bantuan makanan dari Pemerintah Daerah Mimika diserahkan melalui aparat penegak 
hukum yang bertugas dalam operasi Satgas Terpadu. Sembako itu pun kemudian 
didistribusikan ke masyarakat melalui aparat kampung yang bertugas di sana. 
 
Kepala Kampung Banti, Yohanes Yamany meminta agar KKB memberikan akses kepada 
masyarakat untuk pergi ke Tembagapura mengambil bahan makanan yang sudah 
disiapkan oleh pemerintah daerah, sehingga mereka tidak kelaparan. 
 
"Jalan ke Kampung Banti sama sekali diblokade oleh kelompok ini. Situasi di 
sana sangat memprihatinkan. Bahan makanan sudah mulai habis dan kondisi 
kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik, apalagi banyak warganya yang 
masih anak-anak yang mudah terserang penyakit," kata Yohanes didampingi Kepala 
Kampung Obitawak, Siprianus Omabak. 
 
 Sejumlah tokoh masyarakat Tomy Yawang berharap agar permasalahan di 
Tembagapura cepat selesai, dan masyarakat dapat melaksanakan aktivitas seperti 
biasanya, bertani dan kegiatan lainnya. Putra-putri mereka pun bisa kembali 
bersekolah seperti biasanya.
 
"Jangan sampai warga kelaparan, saya siap menunggu kapan sembako yang ada ini 
akan diambil, besok pun kami menunggu," kata Kepala Distrik Tembaga, Martinus 
Nugoba yang meninjau kehadiran bahan makanan yang sementara ini disimpan di 
Polsek Tembagapura.
 
 Baca juga : TNI Menilai Senjata KKB di Papua Berstandar Militer  
 
 Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, aparat 
kepolisian dibantu TNI masih melakukan persuasif agar situasi di Distrik 
Tembagapura kembali normal. 
 
Bahkan, hari ini satgas terpadu TNI-Polri membagikan bahan makanan dari Pemda 
Mimika kepada warga yang terisolasi. 
 
"Kami berharap dengan semua pihak harus menjaga keselamatan masyarakat baik 
dari intimidasi maupun kelaparan. Maka kami berharap KKB membuka akses jalan 
dari Banti ke Tembagapura agar masyarakat dapat mengambil sembako yang sudah 
tersedia di samping Polsek Tembagapura," harap Kamal. 
 
 Kamal menambahkan, pihaknya tak akan melakukan evakuasi masyarakat di sana 
apabila kelompok ini meninggalkan kedua kampung tersebut dan menyerahkan diri. 
 
"Kampung itu milik masyarakat, buat apa kita evakuasi kalau kelompok ini pergi. 
Tapi kita sudah siap untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, yakni 
strategi apabila evakuasi harus dilakukan, termasuk kendaraan sudah di-stand 
by-kan," katanya. 
 
 Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan ada 1.300 
orang dari dua kampung, yakni Kampung Kimbely dan Kampung Banti, Kecamatan 
Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang oleh Kelompok Kriminal 
Bersenjata (KKB) keluar dari kampung mereka.
 
“Saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300-an warga mayarakat non Papua 
yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang, oleh KKB dilarang 
bepergian keluar kampung tersebut. Lalu di Kampung Banti ada 1.000 orang 
masyarakat lokal yang juga diintimidasi mereka," ungkap Boy.
 
Baca juga : Satu Korban Penculikan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua 
Ditemukan Tewas 
 
 Mantan kapolda Banten itu menegaskan, saat ini petugas Polri bersama unsur TNI 
sedang berupaya melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar 
masyarakat bisa terbebaskan dari intimidasi dan ancaman kelompok kriminal 
bersenjata. 
 
 “Kalau untuk informasi disekap belum ada, hanya dilarang keluar daerah itu. 
Informasinya sementara kondisi masyarakat masih dalam kondisi cukup baik. Saat 
ini Tim Satgas Terpadu TNI-Polri masih melakukan upaya di lapangan,” tegasnya.
   21 DPO itu kini diduga menguasai sejumlah perkampungan di dekat Kota 
Tembagapura seperti Utikini, Kimbeli, dan Banti.(Kompas TV)                     
 PenulisKontributor Jayapura, Jhon Roy Purba EditorFarid Assifa   
 
Tag:     
   - Freeport
   - Mimika
   - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
         
 
 
 
 
 
 
    

Kirim email ke