http://internasional.kompas.com/read/2017/11/12/13050541/jika-perang-melawan-korut-pecah-as-berpotensi-kalah
Jika Perang Melawan Korut Pecah, AS Berpotensi Kalah
Ervan Hardoko
Kompas.com - 12/11/2017, 13:05 WIB
Foto handout ini dirilis oleh US Forces Korea (USFK) menunjukkan sistem
pertahanan M270 menembakkan sebuah misil taktis MGM-140 ke arah Laut
Jepang (Laut Timur), dari sebuah lokasi yang tidak diketahui di pantai
timur Korea Selatan, Rabu (5/7/2017). Peluncuran itu dilakukan Korea
Selatan dan Amerika Serikat sebagai respons peluncuran misil balisktik
antarbenua yang dilakukan Korea Utara pada Selasa, 4 Juli kemarin.
Foto handout ini dirilis oleh US Forces Korea (USFK) menunjukkan sistem
pertahanan M270 menembakkan sebuah misil taktis MGM-140 ke arah Laut
Jepang (Laut Timur), dari sebuah lokasi yang tidak diketahui di pantai
timur Korea Selatan, Rabu (5/7/2017). Peluncuran itu dilakukan Korea
Selatan dan Amerika Serikat sebagai respons peluncuran misil balisktik
antarbenua yang dilakukan Korea Utara pada Selasa, 4 Juli kemarin.(AFP
PHOTO AND USFK / HANDOUT)
*WASHINGTON DC, KOMPAS.com* - Jika perang antara Amerika Serikat
<http://indeks.kompas.com/tag/Amerika-Serikat> dan Korea Utara
<http://indeks.kompas.com/tag/Korea-Utara> benar-benar pecah, maka
pasukan AS di Korea Selatan
<http://indeks.kompas.com/tag/Korea-Selatan>tak akan bisa berbuat banyak.
Peringatan ini disampaikan Letjen Jan-Marc Jouas mantan wakil komandan
pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan.
"AS hanya memiliki 28.500 personel militer di Korea Selatan yang
jumlahnya kalah jauh dibanding Korea Utara, demikian pula dengan jumlah
pasukan Korea Selatan," kata Jouas dalam suratnya kepada sejumlah
anggota Kongres dari Partai Demokrat.
"Tak seperti seperti konflik lain setelah Perang Korea, Amerika tak akan
mampu menambah pasukan sebelum perang pecah," tambah Jouas yang menyebut
Korut memiliki setidaknya 1,2 juta personel militer.
*Baca juga : Trump Segera Tentukan Sikap pada Korea Utara Usai Tur Asia
<http://internasional.kompas.com/read/2017/11/09/07480031/trump-segera-tentukan-sikap-pada-korea-utara-usai-tur-asia>
*
Surat yang ditulis Jouas ini ditujukan kepada anggota kongres Ted Lieu
dan Ruben Gallego serta Senator Tammy Duckworth.
Ketiga politisi ini adalah para veteran perang yang amat prihatin
terhadap retorika yang dilemparkan Presiden Donald Trump kepada Korea Utara.
Sejak Januari 2012 hingga Desember 2014, Jouas terlibat dalam
perencanaan serangan balik ke Korea Utara jika negeri itu menyerang
Korea Selatan.
"Ancaman ini adalah yang paling berbahaya yang pernah saya hadapi sejak
Perang Dingin berakhir dan merencanakan serangan itu merupakan hal
paling menantang yang saya hadapi selama 35 tahun karier saya," ujar Jouas.
Jouas juga menekankan, risiko konflik itu terhadap warga sipil Korea
Selatan dan Amerika yang tinggal di kawasan tersebut.
Dia menambahkan, akan membutuhkan beberapa hari untuk menghancurkan
seluruh artileri, roket, dan misil Korea Utara yang mengancam Seoul,
yang berjarak kurang dari 100 kilometer dari perbatasan kedua negara.
*Baca juga : Trump kepada Korea Utara: Jangan Main-main dengan Kami
<http://internasional.kompas.com/read/2017/11/08/13252661/trump-kepada-korea-utara-jangan-main-main-dengan-kami>
*
"Akan jatuh korban jiwa yang amat besar dan krisis pengungsi akan
terjadi, termasuk ribuan orang warga sipil AS yang akan mengandalkan
tentara AS untuk mengeluarkan mereka dari Semenanjung Korea," lanjut Jouas.
Akhirnya, Jouas menegaskan, aksi militer AS terhadap Korea Utara,
sekecil apapun, akan memicu perang besar dan nyaris tak bisa
menghancurkan seluruh persenjataan nuklir Korea Utara.