Di penajam kaltim kususnya di teluk Balikpapan katanya banyak Buaya, kemarin 
ada orang yang menjaring ikan dimakan Buaya.

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, November 15, 2017 9:09 PM
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Sejumlah Daerah Di Mtb Rawan Serangan Buaya



https://ambon.antaranews.com/berita/41966/sejumlah-daerah-di-mtb-rawan-serangan-buaya



Sejumlah Daerah Di Mtb Rawan Serangan Buaya

Rabu, 15 November 2017 20:04 WIB

[Inline image 1]

Tim SAR dan BPBD Maluku Tenggara Barat mengevakuasi mayat Daniel Luturmas yang 
tewas diserang buaya ganas di perairan laut Desa Latdalam, M8nggu (12/11) 
(Simon Lolonlun)



Saumlaki, 15/11 (Antara Maluku) - Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan 
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), John A. Rananmase 
menyatakan, sejumlah daerah di wilayah itu rawan serangan buaya.

"Sejak tahun 2014 kasusnya terus bertambah. Korban umumnya para nelayan, 
beberapa di antaranya meninggal dunia," katanya di Saumlaki, Rabu.

John mengatakan, tahun ini sudah dua orang korban gigitan buaya dinyatakan 
meninggal dunia. Pada Maret, korban seorang warga desa Bomaki, kecamatan 
Tanimbar Selatan, sementara pekan kemarin satu korban meninggal di lokasi laut 
kampung nelayan desa Latdalam.

Menurut dia, sejak tahun 2014 tercatat 12 orang menjadi korban gigitan buaya. 
Tujuh di antaranya meninggal dunia, sedangkan lima lainnya mengalami luka 
serius dan dirawat di RSUD dr. PP. Magrety Saumlaki.

Wilayah laut yang rawan dengan serangan buaya adalah perairan laut desa 
Latdalam, teluk Saumlaki yang meliputi wilayah laut kota Saumlaki, desa 
Sifnana, desa Bomaki dan desa Lermatan di kecamatan Tanimbar Selatan serta 
wilayah laut desa Ridool kecamatan Tanimbar Utara.

"Tahun 2014 itu terjadi satu kasus, tahun 2015 enam kasus, tahun 2016 tiga 
kasus, dan tahun ini sudah dua kejadian," kata John.

Ia menyatakan, Pemkab MTB sudah melakukan berbagai langkah penanggulangan 
seperti sosialisasi bagi masyarakat untuk mewaspadai wilayah ? wilayah yang 
rawan serta memfasilitasi setiap pemerintah desa dan para tua adat di sejumlah 
desa untuk melakukan ritual adat.

"Berdasarkan tutur sejarah, buaya ganas tersebut dipercaya sebagai jelmaan para 
leluhur yang geram akan hal-hal tertentu," katanya.

Ia juga menyatakan, tahun lalu ada rapat yang dipimpin oleh Wakil Bupati untuk 
membahas langkah penanggulangan atau pencegahan.

Rapat itu dihadiri oleh pimpinan TNI dan Polri serta aparat SAR di Saumlaki, 
dan kesepakatannya adalah buaya-buaya ganas itu harus dipancing lalu ditangkap.

John menambahkan, Pemkab MTB belum bisa memastikan penyebab terjadinya serangan 
buaya itu, termasuk belum bisa memastikan jenis buaya yang memangsa para korban.

"Sebelumnya beredar informasi bahwa buaya tersebut diduga berasal dari 
penangkaran di Australia Utara yang mengalami kerusakan," katanya.

Pewarta : Simon 
Lolonlun<https://ambon.antaranews.com/berita/41966/sejumlah-daerah-di-mtb-rawan-serangan-buaya>
Editor: John Nikita



[https://ipmcdn.avast.com/images/icons/icon-envelope-tick-round-orange-animated-no-repeat-v1.gif]<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>

Virus-free. 
www.avast.com<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>


Kirim email ke