https://www.merdeka.com/dunia/pangeran-dan-mantan-putra-mahkota-saudi-disiksa-dan-dipukuli.html?utm_source=Notification&utm_medium=Mdk-notif&utm_campaign=Mdk-Notification


Pangeran dan mantan putra mahkota Saudi disiksa dan dipukuli

Sabtu, 18 November 2017 07:36 Reporter : Pandasurya Wijaya
<https://www.merdeka.com/reporter/pandasurya-wijaya/>

   - 416 SHARES

pangeran miteb bin abdullah. ©Reuters

*Merdeka.com - *Sumber diperoleh laman Middle East Eye membenarkan Pangeran
Miteb bin Abdullah, mantan putra mahkota Arab Saudi sekaligus putra dari
mendiang Raja Abdullah, dipukuli dan disiksa bersama lima pangeran lain
ketika ditangkap dan diinterogasi di Riyadh atas tuduhan *korupsi*
<http://www.merdeka.com/tag/k/kasus-korupsi/> beberapa waktu lalu.

Keenam pangeran itu harus dirawat di rumah sakit dalam 24 jam setelah
mereka ditangkap. Salah satu dari mereka bahkan sangat buruk kondisinya
hingga harus dirawat di ruang intensif karena nyawanya terancam.

Middle East Eye (MEE) melaporkan, Jumat (17/11), perawat rumah sakit
mengatakan mereka diberitahu bahwa luka yang dialami para pangeran itu
akibat upaya 'bunuh diri'. Semua pangeran itu luka berat akibat dipukuli
tapi tidak ada yang patah tulang. Di bagian tubuh mereka terdapat bekas
tapak kaki sepatu bot militer.

Menurut sumber MEE, ada 17 orang yang ditangkap itu dilarikan ke rumah
sakit. Tapi sebenarnya jumlah mereka yang ditangkap oleh Pangeran Muhammad
bin Salman atas tuduhan korupsi lebih banyak lagi. Sumber MEE tidak ingin
identitasnya diketahui karena alasan keamanan.

MEE juga menyatakan petugas dan unit perawatan kini didatangkan ke Hotel
Ritz-Carlton, tempat penyiksaan itu terjadi, supaya korban tidak perlu
dilarikan ke rumah sakit.

Tak hanya di Ritz, pangeran dan pejabat yang ditangkap juga ada yang
ditahan di hotel lain, termasuk Courtyard, Diplomatic Quarter, yang
letaknya berseberangan dengan Ritz-Carlton.

Juru bicara Marriot International yang merupakan induk jaringan hotel
Ritz-Carlton dan Courtyard kemarin mengatakan hotel mereka 'tidak
beroperasi seperti seharusnya sampai batas waktu yang belum ditentukan'.
Situs resmi hotel juga mencantumkan keterangan 'tidak bisa dipesan' selama
bulan Desember.

"Kami masih terus bekerja sama dengan aparat setempat dalam masalah ini,"
kata pernyataan juru bicara Marriot International. *[pan]*

Kirim email ke