O, ketua DPR jadi bayi. Jadi masa bayi mau dijadikan terdakwa? Makanya harus ke Pengadilan Inernasional..............
2017-11-19 1:05 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > > *From:* Awind [email protected] [GELORA45] > *Sent:* Sunday, November 19, 2017 4:19 AM > > > > > > > > http://nasional.kompas.com/read/2017/11/18/19460241/ > novanto-disebut-pakai-infus-bayi-pengacara-bilang-kan-memang-bayi > Novanto Disebut Pakai Infus Bayi, Pengacara Bilang "Kan Memang Bayi" > Moh. Nadlir > Kompas.com - 18/11/2017, 19:46 WIB > [image: Infus yang digunakan Setya Novanto menjadi sorotan seorang dokter > dan viral di media sosial.] > Infus yang digunakan Setya Novanto menjadi sorotan seorang dokter dan > viral di media sosial.( Facebook.com via Pekanbaru.Tribunnews.com) > > *JAKARTA, KOMPAS.com* — Seorang dokter bernama Wahyu Triasmara > mempersoalkan jarum infus yang digunakan untuk Ketua DPR RI Setya Novanto. > > Alasannya, jarum infus itu dianggap terlalu kecil dan bahkan biasanya > dipakai untuk pasien bayi atau anak kecil. > > Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi > <http://indeks.kompas.com/tag/Fredrich-Yunadi>, mengatakan bahwa tak ada > masalah terkait dengan penggunaan jarum yang dianggap untuk bayi. > > "Oh iya boleh sajalah," kata Fredrich ketika ditemui usai membesuk Novanto > di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta, Sabtu > (18/11/2017). > > (Baca juga: Kata Pengacara, Dokter Tidak Berani Bangunkan Setya Novanto > <http://nasional.kompas.com/read/2017/11/18/18365041/kata-pengacara-dokter-tidak-berani-bangunkan-setya-novanto> > ) > > Bahkan, Fredrich tanpa disangka-sangka menyebut bahwa Ketua Umum Partai > Golkar yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek e-KTP tersebut sebagai > bayi. > > "Dia (Novanto) kan memang bayi kan, begitu saja. Dia (Novanto) sendiri kan > bayi," ucap Fredrich. > [image: Kuasa Hukum Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi menunjukkan > foto Setya Novanto sedang dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, > Jakarta, Kamis (16/11/2017) malam. Setya Novanto yang menjadi tersangka > kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik dan tengah dicari > Komisi Pemberantasan Korupsi itu mengalami kecelakaan tunggal di kawasan > Permata Hijau.] > Kuasa Hukum Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi menunjukkan foto > Setya Novanto sedang dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, > Kamis (16/11/2017) malam. Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus dugaan > korupsi kartu tanda penduduk elektronik dan tengah dicari Komisi > Pemberantasan Korupsi itu mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata > Hijau.(KOMPAS/DANU KUSWORO) > > Sebagaimana dikutip* Tribunnews Jambi*, akun Facebook dr Wahyu Triasmara > (Dokter Sahabat Anda) menyoal jarum suntik yang digunakan Setya Novanto > saat dirawat di RS Medika Permata Hijau. > > Wahyu heran setelah melihat pangkal jarum infus Novanto yang berwarna > kuning. Sebab, biasanya jarum dengan pangkal kuning itu digunakan untuk > menginfus anak-anak yang memiliki arteri halus. > > (Baca juga: Pengacara: Kondisi Setya Novanto Masih Sangat Lemah > <http://nasional.kompas.com/read/2017/11/18/18140251/pengacara-kondisi-setya-novanto-masih-sangat-lemah> > ) > > Dalam unggahannya, dokter muda ini menulis, *"Kami doakan semoga Bapak > Setnov lekas sembuh dari musibah yg beliau alami. Hanya saran sedikit buat > tmn2 sejawat yg bertugas merawat beliau mungkin jarum infusnya perlu > diganti utk yg dewasa karena setahu kami yg dipakai kami lihat seperti utk > bayi/anak. Saya yakin rumah sakit sebesar itu punya stok jarum infus utk > dewasa,".* > > Setya Novanto sendiri kini dirawat di RSCM Kencana setelah pihak RS Medika > Permata Hijau merujuknya demi mendapatkan fasilitas yang lebih baik. > > Novanto kini berstatus sebagai tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. > Sebelum kecelakaan, Novanto menghilang saat penyidik KPK mendatangi > rumahnya untuk melakukan penjemputan paksa. > Selain olah TKP, pemeriksaan badan mobil yang digunakan Novanto dan > pemeriksaan sejumlah saksi juga dilakukan aparat kepolisian.(Kompas TV) > > > > > > > > > >
