----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Tatiana Lukman' via forumdiskusi 
<[email protected]>Kepada: Yahoogroups 
<[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD 
<[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto 
<[email protected]>; Daeng <[email protected]>; Harry Singgih 
<[email protected]>; Farida Ishaja <[email protected]>; Gol 
<[email protected]>; [email protected] <[email protected]>; Mitri 
<[email protected]>; Lingkar Sitompul <[email protected]>; Ronggo 
A. <[email protected]>; Oman Romana <[email protected]>; Billy Gunadi 
<[email protected]>; Harsono Sutedjo <[email protected]>; 
[email protected] <[email protected]>Terkirim: Senin, 20 November 2017 11.43.08 
GMT+1Judul: alat tulis yang menyebabkan anak kena leukemia
 Apakah ini berita hoax? Kalau bukan, nah tambah lagi produk Tkk yang harus 
dijauhkan dan dicampakkan!!!


"Alat Tulis Ini" Menyebabkan Seorang Anak Terkena "Leukemia", Segera Buang 
Barang Ini dan Jauhkan dari Anak-Anak atau Menyesal Seumur Hidup!
   
   - 13 Nov 2017   
Minche

Sadarkah kalian kalau jumlah anak-anak yang menderita penyakit leukemia 
sekarang ini semakin lama semakin banyak? Sebagai orang tua mungkin kalian 
tidak menyadari bahwa banyak barang-barang yang sering digunakan oleh anak kita 
ternyata merupakan sumber virus penyakit yang dapat membahayakan anak kita. 
Siapa sangka ternyata alat tulis yang biasanya digunakan anak-anak untuk 
menulis, menggambar, dan mewarnai, alat untuk mengembangkan kreativitas dan 
imajinasi anak malah dapat membuat anak-anak terkena leukemia. Kesehatan 
anak-anak adalah hal penting yang harus selalu diperhatikan oleh orang tua. 
Beberapa hal kecil dalam hidup terkadang malah membahayakan bagi anak-anak 
kita.Mengapa sekarang ini banyak anak-anak yang mengidap penyakit leukemia? 
Mengapa leukemia sekarang ini lebih banyak menyerang anak-anak? Apa saja 
sebenarnya faktor-faktor yang dapat menyebabkan leukemia?Beberapa waktu yang 
lalu, di suatu daerah di Tiongkok ada seorang anak yang baru saja masuk kelas 
satu, karena sering menggunakan barang keperluan sehari-hari ini didiagnosis 
menderita leukemia. Nyonya Wang membelikan beberapa bolpoin sebagai bentuk 
penyemangat karena anaknya akhirnya naik ke kelas satu. Ketika itu, Nyonya Wang 
memilih beberapa bolpoin wangi, bolpoin yang mempunyai bau wangi yang khas 
ketika digunakan. Bolpoin jenis ini juga memiliki bentuk unik, dan beberapa 
diantara bisa nyala, merupakan bolpoin populer yang sangat diinginkan oleh 
banyak anak-anak pada saat itu.Ketika sampai di rumah, anaknya langsung 
menggunakan bolpoin ini untuk mengerjakan PR di kamarnya. Begitu Nyonya Wang 
membuka pintu ingin masuk ke kamar anaknya, langusng tercium bau yang sangat 
menyengat dari bolpoin tersebut. Seketika itu juga Nyonya Wang ingin membuang 
bolpoin itu, tapi anaknya terus merengek dan tidak memperbolehkannya membuang 
bolpoin itu.Setelah beberapa lama, anaknya mulai tidak memiliki nafsu makan, 
sering mual dan muntah, bahkan pingsan. Dengan cepat Nyonya Wang membawa 
anaknya ke rumah sakit dan setelah menjalani pemeriksaan, dokter mengatakan 
kalau anak itu mengidap leukemia yang disebabkan karena keracunan benzena ( 
cairan kimia yang mempunyai bau yang manis).Begitu mendengar pernyataan dokter, 
Nyonya Wang langsung kaget tak bisa berkata-kata. Ia langsung teringat bolpoin 
wangi yang ia belikan untuk anaknya dan bertanya kepada dokter. Dokter pun 
mengatakan bahwa anak zaman sekarang banyak yang menderita leukemia sebagian 
besar karena keracunan benzena yang terdapat pada bolpoin wangi. Kebanyakan 
bolpoin wangi mengandung benzana dan formaldehida ( metanal atau formalin), 
kedua zat inilah yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia jika terus dihirup 
dalam jangka panjang.Kedua zat ini pada tahap awal akan menyebabkan mual, 
muntah, halusinasi, ketika berjalan tidak stabil, kejang-kejang, tekanan darah 
menurun drastis, trauma, sulit bernafas yang kemudian menyebabkan kematian. 
Selain mempengaruhi sistem saraf, keracunan kronis kedua zat ini juga 
mempengaruhi proses pembentukan sel darah manusia. Gangguan saraf yang pertama 
kali muncul adalah gangguan jiwa neurasthenia dan disfungsi otonom, dimana 
badan orang yang diserangnya menjadi sangat letih, tidak bersemangat, murung, 
gelisah, takut, kesulitan bernafas, sembelit, muntah, dan vertigo (sensasi diri 
sendiri terasa beruputar yang terjadi secara tiba-tiba). Ketika sistem 
hematopoietik (pembentukan sel darah) terganggu atau rusak, membuat jumlah 
leukosit (darah putih) dan trombosit dalam tubuh kurang dari jumlah normal, ini 
merupakan ciri utama keracunan benzena kronis yang akhirnya mengakibatkan anak 
terkena leukemia.


Selain bolpoin wangi, sebenarnya masih ada alat tulis lainnya yang mampu 
menyebabkan anak terkena leukemia. Pertama, sampul buku plastik. Kebanyakan 
sampul plastik ditambahkan phthalates sebagai plasticizer (bahan tambahan untuk 
melenturkan plastik agar tidak retak atau patah saat dibengkokkan). Anak-anak 
memiliki kemungkinan untuk menyerap bahan kimia ini ke dalam tubuh, karena 
kebiasaan mereka memasukkan tangan ke mulut atau bermain di lantai. Ketika 
bahan plasticizer ini terserap ke dalam tubuh akan membahayakan hati dan ginjal 
anak, juga bisa menyebabkan anak mengalami pubertas dini. Orang tua bisa lebih 
banyak menggunakan sampul berbahan kertas kertas yang selain bisa menghindari 
anak dari bahaya sampul plastik, juga bisa mengembangkan kemampuan motorik 
anak.Kedua, pensil warna. Kebanyakan anak memiliki kebiasaan menggigit pensil 
yang sebagian besar mengandung logam timbal pada lapisan cat permukaan pensil. 
Beberapa produsen pensil kayu ada pula yang menggunakan bahan pengawet seperti 
merkuri, arsenik, dan logam berbahaya lainnya. Kebanyakan pensil yang dibuat 
juga memiliki kandungan timbal yang sangat tinggi. Keracunan timbal akan 
membuat daya ingat dan kemampuan fokus pada anak mengalami kerusakan yang 
signifikan, yang kemudian secara perlahan juga akan merusak perkembangan fisik 
intelektual anak. Orang tua harus selalu mengawasi anak saat menggunakan 
pensil, pastikan anak jangan sampai memasukkan pensil ke dalam mulut dan jangan 
biarkan anak mempunyai kebiasaan menggigit pensil.Ketiga, penghapus wangi. 
Sebaiknya jangan biarkan anak menggunakan penghapus atau alat tulis lainnya 
yang memiliki wangi. Alat tulis jenis ini memiliki banyak kandungan benzena dan 
formaldehida yang sangat berbahaya bagi tubuh. Lebih baik menggunakan penghapus 
biasa yang tidak memiliki wangi agar lebih aman untuk digunakan oleh 
anak-anak.Keempat, Tipe X. Ketika membuka Tipe X akan ada bau tajam yang 
menyengat hidung. Jika anak menghirup bau ini dalam jangka panjang akan 
menyebabkan kerusakan liver dan ginjal, juga bahaya kronis lainnya. Benzena, 
alkena, dan zat kimia lainnya yang terkandung pada tipe x akan diserap tubuh 
melalui saluran pernafasan yang kemudian menyebabkan sakit kepala, mual, 
kerusakan saraf, dan juga kerusakan sistem pembentukan darah. Kurangi 
penggunaan tipe x, terutama pada anak-anak, dan segera bersihkan bila ada bekas 
tipe x pada kulit.Kelima, kertas putih. Pada kenyataannya, pada proses 
pembuatan kertas putih kebanyakan menambahkan zat fluorescent (zat yang bisa 
menghasilkan cahaya). Zat ini dapat menyebabkan kerusakan penglihatan dan kulit 
anak-anak. Bagi anak-anak, terutama yang daya tahan tubuhnya rendah, kebanyakan 
zat fluorescent sampai batas tertentu dapat meningkatkan kemungkinan tumbuhnya 
sel kanker. Saat membeli kertas, atau buku tulis untuk anak, sebaiknya hindari 
kertas-kertas yang memiliki warna putih terang atau warna lainnya, lebih baik 
menggunakan kertas yang memiliki warna putih agak kekuning-kuningan. Sumber: 
imama Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang 
Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau 
sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak PastiSeru.com

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
  

Kirim email ke