Choose a language Chinese Simplified Chinese Traditional Albanian
Arabic Belarusian Bengali Bulgarian Cambodian Croatian Czech English
Esperanto Filipino French German Greek Hausa Hebrew Hindi Hungarian
Indonesian Italian Japanese Korean Laos Malay Mongol Myanmar Nepal
Persian Polish Portuguese Pushtu Romanian Russian Serbian Sinhalese
Spanish Swahili Tamil Thai Turkish Ukrainian Urdu Vietnamese Uygur
Kazak Kirgiz LHASA KUMBA---------- Icelandic Dutch Norwegian Danish
Finnish Swedish Estonian Lithuanian Wednesday Nov 22th 2017
Web indonesian.cri.cn
Home|Asia Tenggara|Lentera|Blitz Asia|Foto|Travel|Blog|Bahasa
Mandarin |Pedoman Muslim|Facebook&WeChat
Forum Kerja Sama Kapasitas Produksi Intenasional 2017 Digelar di
Beijing
2017-11-22 13:40:24 CRI
Forum Kerja Sama Kapasitas Produksi 2017 dan Pekan Investasi Luar
Negeri Tiongkok di ke-9 kemarin (21/11) digelar di Beijing. Para peserta forum
aktif menyampaikan saran dan usulan mengenai diperdalamnya kerja sama kapasitas
produksi internasional demi mendorong pembangunan Satu Sabuk Satu Jalan.
Pekan kali ini merupakan konferensi internasional pertama mengenai
Satu Sabuk Satu Jalan dan kerja sama kapasitas produksi internasional seusai
Kongres Nasional ke-19 PKT, yang mendatangkan sekitar 3 ribu wakil dari 116
negara dan daerah di seluruh dunia.
Di depan upacara pembukaan, Wakil Sekjen Komisi Pembangunan dan
Reformasi Nasional Tiongkok Zhou Xiaofei mengatakan, Tiongkok menitik-beratkan
pembangunan Satu Sabuk Satu Jalan, mendorong kerja sama kapasitas produksi
internasional, dan mendukung perusahaan yang berkemampuan menuju ke luar
negeri. Kini, Tiongkok telah menandatangani dokumen terkait kerja sama
kapasitas produksi dan kerja sama investasi dengan 36 negara, membentuk
mekanisme kerja sama pasar pihak ketiga dengan beberapa negara antara lain
Perancis, Jerman dan Kanada, dan mengadakan kerja sama kapasitas produksi
multilateral dengan organisasi regional antara lain ASEAN, Uni Afrika dan Uni
Eropa.
Terhitung hingga akhir tahun 2016, investor Daratan Tiongkok total
mendirikan 37 ribu perusahaan investasi langsung di luar negeri dengan nilai
investasi langsung sebanyak sekitar USD 1,4 triliun.
Bersamaan dengan pendukungan perusahan untuk menuju ke luar negeri,
Tiongkok juga terus mengoptimalkan lingkungan investasi pengusaha asing dan
aktif menarik modal asing. Zhou Xiaofei mengatakan, berdasarkan laporan UNCTAD,
Tiongkok terus merupakan salah satu destinasi investasi yang paling menarik di
seluruh dunia. Terhitung sampai akhir tahun 2016, Tiongkok secara akumulatif
menarik modal asing lebih dari USD1,8 triliun dan Tiongkok terus menjadi urutan
pertama negara-negara berkembang dalam 25 tahun ini dan urutan ketiga di
seluruh dunia selama 9 tahun.
Dengan meneropong masa depan, Zhou Xiaofei menekankan, laporan
Kongres Nasional ke-19 PKT mengemukakan, gerbang keterbukaan Tiongkok tak akan
ditutup melain dibuka semakin lebar. Tiongkok ke depan akan menerapkan
kebijakan liberalisasi dan fasilitasi investasi yang bertaraf tinggi untuk
menarik modal asing.
Penasehat Presiden Rusia Sergey Glazyev yang menghadiri forum kali
ini berpendapat, mendorong sinergi Persetujuan Ekonomi Erasia dengan Satu Sabuk
Satu Jalan akan mendorong pertumbuhan perdagangan. Ia mengungkapkan pula bahwa
pekerjaan sinergi terkait tengah didorong dengan lancar.