Choose a language Chinese Simplified Chinese Traditional Albanian
Arabic Belarusian Bengali Bulgarian Cambodian Croatian Czech English
Esperanto Filipino French German Greek Hausa Hebrew Hindi Hungarian
Indonesian Italian Japanese Korean Laos Malay Mongol Myanmar Nepal
Persian Polish Portuguese Pushtu Romanian Russian Serbian Sinhalese
Spanish Swahili Tamil Thai Turkish Ukrainian Urdu Vietnamese Uygur
Kazak Kirgiz LHASA KUMBA---------- Icelandic Dutch Norwegian Danish
Finnish Swedish Estonian Lithuanian Thursday Nov 23th 2017
Web indonesian.cri.cn
Home|Asia Tenggara|Lentera|Blitz Asia|Foto|Travel|Blog|Bahasa
Mandarin |Pedoman Muslim|Facebook&WeChat
Tiongkok Sumbang Energi Positif untuk Stabilitas Kawasan
2017-11-23 12:34:02 CRI
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada hari Sabtu dan Minggu
lalu masing-masing di Bangladesh dan Myanmar memaparkan sikap Tiongkok terhadap
situasi di negara bagian Rakhine Myanmar, sekaligus mengemukakan usulan
penyelesaian isu Rohingya melalui tiga tahap.
Isu Rohingya telah mengundang perhatian dunia internasional dan
menjadi fokus konflik. Penasihat Negara merangkap Menteri Luar Negeri Myanmar
Aung San Suu Kyi membantah terjadinya pembersihan etnis di negara tersebut,
Myanmar tidak takut terhadap penyelidikan internasional dan akan berupaya
menengahi krisis Rohingya. Namun, negara-negara Barat termasuk AS melayangkan
kritikan keras terhadap pemerintah Myanmar, sehingga Aung San Suu Kyi pun
dihadapkan pada ujian. Selain Myanmar, Bangladesh juga tengah menghadapi ujian,
yang diakibatkan oleh besarnya arus pengungsi.
Terkait berbagai dampak akibat guncangan di dalam negeri Myanmar,
Tiongkok langsung menyediakan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar dan
Bangladesh. Hal itu telah mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak.
Sekretaris Jenderal Palang Merah Myanmar menyatakan, di saat Myanmar menghadapi
berbagai kesulitan, Tiongkok selalu menjadi pihak pertama yang memberikan
bantuan. Di samping itu, Pemerintah Bangladesh juga berterima kasih atas
tanggapan cepat dan bantuan dari Tiongkok. Bantuan dari pihak Tiongkok sangat
dibutuhkan pengungsi. Tiongkok tidak sembarangan membicarakan krisis
kemanusiaan, tapi memperhatikan kesulitan yang dihadapi pengungsi, dan
memberikan bantuan secara murah hati.
Bantuan Tiongkok kepada Bangledesh dan Myanmar sekali lagi
memanifestasikan esensi kebijakan luar negeri Tiongkok. Pada bulan Oktober
2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam sebuah seminar tentang diplomasi
dengan Negara-negara tetangga telah mengajukan konsep diplomatik yang
bersahabat, tulus, saling menguntungkan dan inklusif. Presiden Xi secara khusus
menekankan bahwa Tiongkok akan melakukan lebih banyak hal yang mendapatkan
dukungan, sekaligus menguntungkan negara-negara tetangga.
Masalah Etnis Rohingya sudah berlangsung lama dan melibatkan
isu-isu sejarah, etnis dan agama yang rumit. Tiongkok tidak memihak siapa pun,
juga tidak sembarangan memberikan komentar, melainkan terus menekankan bahwa
Bangladesh dan Myanmar adalah tetangga dan sahabat Tiongkok. Target Tiongkok
adalah mendorong penyelesaian masalah secara layak.
Oleh karena itu, Tiongkok mengajukan penyelesaian isu Rohingya
melalui 3 tahap. Tahap pertama yaitu, melakukan gencatan senjata dan
memperingatkan berbagai pihak mencegah kembali terjadinya konflik. Ini
merupakan prasyarat untuk menghindarkan jatuhnya lebih banyak korban jiwa serta
kerugian harta benda, sekaligus merupakan dasar bagi berbagai pihak untuk
melakukan dialog tahap selanjutnya.
Tahap kedua ialah Tiongkok mengusulkan agar Myanmar dan Bangladesh
menemukan cara yang layak untuk menyelesaikan masalah melalui perundingan,
sekaligus menghimbau dunia internasional mencegah peruncingan konflik dan
menciptakan iklim yang kondusif bagi konsultasi bilateral.
Terakhir adalah Tiongkok menunjukkan, kemiskinan adalah melalui
pembangunan merupakan highlight dari konsep Tiongkok. Tiongkok berjanji akan
menyediakan bantuan seperlunya kepada negara-negara terkait, juga menghimbau
masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan terhadap upaya etnis
Rohingya di Negara Bagian Rakhine untuk keluar dari kemiskinan demi terciptanya
stabilitas keamanan. Menghadapi isu Rohingya yang rumit dan sensitif, konsep
penyelesaian 3 tahap yang diajukan Tiongkok mendapat pengakuan dan disetujui
Bangladesh dan Myanmar. Tiongkok sekali lagi memainkan peranan positif bagi
kestabilan kawasan.