Begini Jejak Keluarga Setya Novanto di Proyek E-KTPReporter:  Maya Ayu 
PuspitasariEditor:  Ninis ChairunnisaJumat, 24 November 2017 07:43 WIB 
Penampilan istri Setya Novanto, Deisti Astriani saat open house Hari Raya Idul 
Fitri. Instagram

TEMPO.CO, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami aliran dana 
kasus korupsi proyek e-KTP dari keterangan keluarga Setya Novanto. Hari ini, 
KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap anak Setya, Dwina Michaella.

"Jumat direncanakan pemeriksaan terhadap Dwina Michaella," kata Febri di kantor 
KPK, Jakarta Selatan pada Kamis, 23 November 2017. Selain Dwina, KPK telah 
memanggil anak lelaki Setya, yaitu Rheza Herwindo. Namun yang bersangkutan 
mangkir dari pemeriksaan kemarin. 

Baca: KPK Jadwalkan Periksa Setya Novanto Dwina Michaella
Dalam persidangan e-KTP beberapa waktu lalu, terungkap jika istri dan anak 
Setya pernah memimpin perusahaan yang memenangkan lelang proyek e-KTP. 
Perusahaan yang dimaksud adalah PT Murakabi Sejahtera. Keikutsertaan PT 
Murakabi dalam tender proyek e-KTP pada 2011 itu disinyalir sebagai bagian 
rekayasa tender yang telah diatur bakal memenangi konsorsium Percetakan Negara 
Republik Indonesia.


Baca: Anak Setya Novanto Reza Herwindo Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

KPK pun telah mencekal istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor. Alasannya, 
KPK masih memerlukan keterangan Deisti yang diduga mengetahui tentang 
kepemimpinan perusahaan e-KTP. "Agar saat dibutuhkan keterangannya tidak sedang 
berada di luar negeri," kata Febri.

- Dwina Michaella (anak), Komisaris PT Murakabi Sejahtera, salah satu 
perusahaan peserta lelang proyek e-KTP.
- Deisti Astriani Tagor (istri), Pemilik 50 persen saham PT Mondialindo Graha 
Perdana. Mondialiando menguasai 42,5 persen saham Murakabi.
- Reza Herwindo (anak), Pemilik 30 persen saham PT Mondialindo Graha Perdana, 
sekaligus menjadi komisaris perusahaan.
- Irvanto Hendra Pambudi (keponakan) Direktur PT Murakabi Sejahtera.
- Setya Novanto pernah menjadi Komisaris Mondialiando sekitar 2000 hingga 2002.

ARKHELAUS WISNU

Kirim email ke