http://sp.beritasatu.com/home/90-orang-miskin-di-asean-tinggal-di-filipina-dan-indonesia/121515
*90% Orang Miskin di ASEAN Tinggal di Filipina dan Indonesia*
*C-5* | Rabu, 22 November 2017 | 19:56
[MANILA] Dalam laporan terbaru mengenai kemajuan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SGDs), para peneliti menemukan
bahwa 36 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan di ASEAN, 90%
diantaranya tinggal di Filipina dan Indonesia. Publikasi itu diluncurkan
oleh ASEAN, Tiongkok, dan Program Pembangunan PBB atau United Nations
Development Programme (UNDP).
Dalam penelitian bertajuk “Laporan ASEAN-Tiongkok-UNDP atas Pendanaan
SGDs di ASEAN: Memperkuat Kerangka Pembiayaan Nasional untuk Agenda 2030”,
disebutkan bahwa meskipun kemiskinan ekstrim turun di kawasan itu dari
tahun 2005-2013, tapi masih banyak yang rentan kembali miskin.
Wakil Sekjen ASEAN untuk komunitas sosial budaya ASEAN, Vongthep
Arthakaivalvatee, mengatakan masih ada prospek positif untuk ASEAN,
terlepas dari keseluruhan temuan laporan tersebut. “Aset-aset terbesar
ASEAN adalah orang-orangnya dan pendanaan yang layak akan memampukan mereka
mencapai potensi mereka,” kata Arthakaivalvatee.
Bank Dunia memberikan standar garis kemiskinan secara internasional
adalah orang-orang yang hidup di bawah US$ 1,9 per hari (kurang dari Rp
27.000). Pada 1990, ada sekitar 1,9 juta orang hidup di bawah garis
kemiskinan, tapi saat ini angka itu menurun menjadi 760 juta.
Langkah masyarakat internasional untuk mengurangi keseluruhan jumlah
warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrim sangatlah penting ketika menilai
perkembangan ASEAN. UNDP sendiri mengakui Indonesia telah membuat kemajuan
dalam beberapa tahun terakhir untuk mengurangi kemiskinan. Tingkat
kemiskinan menurun rata-rata 10%-15% per tahun. Dan dari 132 juta orang
yang keluar dari kemiskinan sejak tahun 2000 sampai 2015, sekitar 90%
berasal dari Vietnam dan Indonesia.
Di sisi lain, Filipina dan Indonesia menyumbang lebih dari 350 juta dari
649 juta orang yang hidup di kawasan ASEAN. Itu artinya jumlah warga miskin
di kedua negara tersebut paling besar.
Filipina juga mengalami penurunan warga miskin dalam beberapa tahun
terakhir. Sejak 2005 sampai 2013, tingkat kemiskinan turun dari 17% menjadi
12%. Dalam pernyataannya, negara anggota ASEAN mengakui perlu melakukan
langkah-langkah serius untuk melakukan program pemberantasan kemiskinan di
kawasan sehingga mereka bisa mencapai sasaran Visi ASEAN 2025. [CNN/
sea-globe.com/C-5]
[image: Gizi buruk sindrom kemiskinan di NTT.
[spiritentete.blogspot.com]] Gizi buruk sindrom kemiskinan di NTT. [
spiritentete.blogspot.com]
Berita Terkait
-
RI Ingin Pastikan Ekosistem ASEAN Stabil dan Damai
<http://sp.beritasatu.com/home/ri-ingin-pastikan-ekosistem-asean-stabil-dan-damai/121365>
-
Jelang AEC 2015, Indonesia Siapkan Standar Kompetensi Kerja
<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/jelang-aec-2015-indonesia-siapkan-standar-kompetensi-kerja/56602>
-
Minhati Dipastikan WNI, Kemlu Beri Pendampingan
<http://sp.beritasatu.com/home/minhati-dipastikan-wni-kemlu-beri-pendampingan/121438>
-
Tiongkok dan Filipina Sepakat Hindari Kekuatan dalam Konflik LCS
<http://sp.beritasatu.com/home/tiongkok-dan-filipina-sepakat-hindari-kekuatan-dalam-konflik-lcs/121428>
-
ASEAN dan Tiongkok Mulai Pembicaraan LCS
<http://sp.beritasatu.com/home/asean-dan-tiongkok-mulai-pembicaraan-lcs/121395>