Nasihat Presiden kepada Kahiyang dan Bobby
 Sabtu, 25 November 2017 13:19 WIB
 
Presiden Joko Widodo memberikan ulos kepada putrinya, Kahiyang Ayu, dan 
menantunya Bobby Afif Nasution dalam acara adat Batak Mandailing di perumahan 
Bukit Hijau Regency Taman Setia Budi, Medan, Sabtu (25/11/2017). (ANTARA 
News/Desca Lidya Natalia)

Medan (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo memberikan nasihat atau ajar poda 
kepada putrinya Kahiyang Ayu Siregar dan menantunya Bobby Afif Nasution pada 
puncak pesta adat yang berlangsung di kompleks perumahan Bukit Hijau Regency 
Taman Setia Budi, Medan, Sabtu.

"Sebagai orang tua, saya juga akan memberikan ajar poda sebagai bekal bagi 
Ananda berdua dalam menjalani kehidupan ke depan. Ananda Bobby dan Kahiyang, 
dalam rangkaian upacara adat tadi, Ananda berdua telah menerima banyak nasihat 
dari para tetua adat dan keluarga," kata Presiden, yang menyampaikan nasihat 
setelah Ibunda Bobby, Ade Hanifah Siregar menyampaikan nasihatnya.

"Ananda berdua mempunyai kewajiban untuk saling menyayangi, saling mencintai, 
saling menghormati, dan saling menjaga tanggung jawab masing-masing," katanya.

Kepada putri dan menantunya, ia mengatakan bahwa tanggung jawab keduanya juga 
mencakup tanggung jawab sosial kepada keluarga, kepada masyarakat, kepada 
agama, serta kepada bangsa dan negara.

"Kita diajarkan Holong do maroban domu, domu maroban parsaulian, kasih sayang 
membawa persatuan, persatuan membawa kebaikan bersama," katanya.

Petuah Presiden itu pun diungkapkan dalam empat pantun.

"Pantun hangoluan, teas hamatean. Untuk hidup bahagia harus menjaga sopan 
santun. Jika tidak menjaga sopan santun, maka malapetaka akan datang," kata 
Presiden.

Pantun keduanya, suan tobu di bibir, dohot di ate-ate, artinya manis bukan 
hanya di mulut, tetapi juga di hati. Kebaikan yang dikatakan juga kebaikan yang 
dilakukan dengan sepenuh hati.

"Yang ketiga, tangi di siluluton, inte di siriaon. Jika ada kemalangan, 
walaupun tidak diundang, kita wajib berupaya untuk datang dan menolong. Namun 
demikian, jika ada kegembiraan, kita hanya wajib datang kalau diundang," kata 
Presiden yang disambut dengan tepuk tangan para undangan.

Pantun keempatnya, bahat disabur sabi, anso adong salongon, yang artinya kalau 
kita banyak menanam, maka kita akan banyak memetik hasilnya. 

"Artinya, banyak-banyaklah berbuat kebaikan, agar Ananda memetik kebahagiaan," 
ungkap Presiden yang disambut dengan horas oleh keluarga yang hadir di tempat 
acara.

Presiden juga mengucapkan terima kasih atas penerimaan, keramahtamahan, dan 
sambutan yang luar biasa kepada dia dan keluarga, termasuk pemberian marga 
Siregar kepada putrinya, Kahiyang Ayu.

"Saya yakin persaudaraan kita akan terus berlanjut dan membawa berkah kepada 
kita semuanya, kepada masyarakat, kepada bangsa dan negara," tambah Presiden.

Presiden menyampaikan nasihatnya setelah Bobby dan Kahiyang "mangupa-upa" 
(diberikan makanan) dan mendapat gelar adat yang didalamnya berisi nasihat dan 
doa.



Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Maryati

Kirim email ke