Pererat Persahabatan Indonesia-Tiongkok Lewat Kebudayaan 
https://www.gatra.com/nusantara/nasional/296898-pererat-persahabatan-indonesia-tiongkok-lewat-kebudayaan
 GATRAnews  -     Sunday, 26 November 2017 06:51    |  Nasional  
 Salah satu Atraksi Kungfu Cina Pukau Penonton (Foto: AP) Jakarta, Gatracom - 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan menghelat 
pergelaran kesenian persahabatan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.

 
 
Acara yang digelar di Teater Ciputra Artpreneur ini menampilkan beragam 
pertunjukan kesenian populer dari kedua negara. Pergelaran seni persahabatan 
ini untuk menyambut kehadiran Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu Yandong 
beserta para delegasi sekaligus mengawali rangkaian perhelatan akbar Pertemuan 
Tingkat Tinggi Ketiga RI-RRT (High Level Meeting, People to People Exchange 
Mechanism/HLM PEM 2017) di Solo, Jawa Tengah pada 28 November 2017.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy dalam sambutannya yang 
dibacakan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, Indonesia adalah negara 
multi-etnis dan multi-kultur. Dasar NKRI adalah bhinneka tunggal ika, persatuan 
dalam keberagaman.

Pemerintah melestarikan keanekargaman budaya itu dengan cara melindungi, 
mengembangkan serta memanfaatkannya dengantetap mempertahankan ciri khas dan 
keunikan masing-masing.

“Keunikan dan keberagaman itu kita saksikan malam hari ini melalui penampilan 
seni dari Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali serta Tiongkok,” ujar Muhajir, di 
Jakarta, Sabtu (25/11) malam.

Lanjut Muhajir, kerja sama kebudayaan Indonesia-Tiongkok telah berlangsung lama 
dan intens. Pemerintah kedua negara secara aktif melakukan koordinasi dan 
peningkatan people to people contact melalu pertukaran, pertunjukan, dan 
pameran.

Pergelaran Kesenian Persahabanatn ini menampilkan kolaborasi istimewa berupa 
pertunjukan pencak silat dan debus serta kungfu. Aksi pencak silat dan debus 
ditampilkan para seniman Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi).

Selain itu juga disuguhkan sejumlah penampilan tari dan lagu populer kedua 
negara. Tiongkok menampilkan akrobat putar piring, bola dan gasing. Tuan rumah 
menampilkan Tari Gayo Lues, Samba Sunda, dan angklung.

Penonton yang sebagian besar berasal dari Tiongkok maupun masyarakat keturunan 
terpukau saat menyaksikan pertunjukan silat dan debus. Ini tampak pada atraksi 
menyayat tubuh dan memotong ketimun dengan golok. 

Begitu juga penampilan permainan gasing yang dibawakan para wanita cantik 
Tiongkok yang dipadu dengan atraksi balet dan akrobat.

Penonton yang memenuhi Teater Ciputra Artpreneur sangat puas dengan suguhan 
pertunjukan kesenian kedua negara itu.

 

Kirim email ke