----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 29 November 2017 02.40.48 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Re: Jokowi Bantah Daya Beli Masyarakat Melemah
     


Apakah maksud Jokowi masyarakat sekarang sudah sedemikian makmurnya sehingga 
pada "pelesiran" sudah sedemikian majunya computer minded sehingga bergeser 
"dari offline ke online"?

kutipan:"Kita tidak sadar sekarang ini banyak model bisnis baru sehingga pola 
konsumsi berubah. Dulu orang senang belanja ke mal, toko. Sekarang orang 
konsumsinya pada dunia wisata, pelesiran. ada perubahan pergeseran dari offline 
ke online. Ini perubahan yang mau tidak mau kita terima," katanya.

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :








Kalaumemiliki banyak fulus maka tentu saja daya beli  tidakmelemah. tetapi kuat 
seperti tongkat nabi  Musa!





http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/11/29/p05c1o354-jokowi-bantah-daya-beli-masyarakat-melemah







Rabu , 29 November 2017, 05:15 WIB

Jokowi Bantah Daya Beli Masyarakat Melemah

Red: Bayu Hermawan

Republika/ Wihdan



Joko Widodo







REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi)membantah daya beli 
masyarakat Indonesia melemah sebab data yangdiperolehnya tidak menunjukkan 
adanya indikasi pelemahan. Selain itu,Jokowi juga mengatakan penerimaan pajak 
pertambahan nilai meningkatdibandingkan periode yang sama dua tahun lalu.

"Kalau adayang menyampaikan daya beli kita melemah, angka yang saya 
perolehmenunjukkan tidak," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saatacara 
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2017 di JakartaConvention Center (JCC), 
Selasa (28/11) malam.

Ia mengatakanpenerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dibandingkan periode 
yangsama dua tahun lalu saat ini tumbuh mencapai 12,1 persen. PPNtersebut, kata 
dia, berarti terjadi transaksi dalam beberapa tahunterakhir karena pajak 
pertambahan nilai.

"Kalaupenerimaan PPN tumbuh segitu berarti ada jual beli di situ yang dulu2,9 
persen," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden jugamenyampaikan banyak parameter perilaku 
konsumen berubah. Termasukmodel bisnis baru yang mengubah perilaku konsumsi dan 
terakhirdiributkan dengan daya beli.

"Kita tidak sadar sekarangini banyak model bisnis baru sehingga pola konsumsi 
berubah. Duluorang senang belanja ke mal, toko. Sekarang orang konsumsinya 
padadunia wisata, pelesiran. ada perubahan pergeseran dari offline keonline. 
Ini perubahan yang mau tidak mau kita terima,"katanya.

Oleh sebab itu, Presiden menekankan momentum yang adasekarang ini harus 
dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Karena dalamtiga tahun terakhir banyak lompatan 
ekonomi yang kita capai bersama.Ini patut kita syukuri," katanya.

Sumber : Antara



     

Kirim email ke