----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Awind [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; PERSAUDARAAN 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 29 November 2017 00.26.55 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Saat Pidato Jokowi 'Diinterupsi' Musik Instrumental
     
 


 
 
https://news.detik.com/berita/d-3747376/saat-pidato-jokowi-diinterupsi-musik-instrumental?_ga=2.228409887.308881005.1511892404-315083922.1511892404
 
    Rabu 29 November 2017, 00:06 WIB 
Saat Pidato Jokowi 'Diinterupsi' Musik Instrumental
 Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews     Share 0    Tweet     Share 0    4 
komentar     Foto: Bagus Prihantoro/detikcom                  Jakarta - 
Tampilan layar sering jadi pelengkap kala Presiden Jokowi berpidato. Biasanya 
tampilan layar itu tak disertai dengan musik latar belakang.
 
 Tetapi, pada saat acara bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Istana 
Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017), terdengar ada suara 
latar belakang. Suara tersebut merupakan musik instrumental ketika muncul 
tampilan tentang gambaran kebinekaan Indonesia.
 
 "Sekarang ini setiap saya pergi ke daerah, ke kabupaten, kota, provinsi, 
selalu mengingatkan betapa negara kita ini negara besar, karena banyak yang 
lupa 260 juta penduduk kita. Ini negara besar," tutur Jokowi sambil diiringi 
musik instrumental itu.
 
 Jokowi lalu terdiam sejenak. Dia menoleh ke arah operator tampilan layar.
 
 "Ini musiknya bagus," kata Jokowi sambil tersenyum.
 
 "Tapi mengganggu," imbuh dia. Suara musik itu pun dimatikan. "Nah, begitu," 
lanjut Jokowi.
 
 Namun Jokowi tetap tak menunjukkan mimik marah dan langsung melanjutkan 
sambutannya. Dia menekankan bahwa keragaman Indonesia seharusnya jadi 
kebanggaan bangsa, bukan justru dipecah oleh hasutan kebencian.
 
 "Kita ini dihargai, dihormati, jangan nggak ngerti, keliru lagi nanti. Salah 
satu alasan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral itu dibangun berdampingan, itu 
sebagai cermin harapan kita semua hidup berdampingan rukun harmonis," ungkap 
Jokowi. 
 (bag/nkn)
 
 
 
 
 
 
 
 
     

Kirim email ke