https://news.detik.com/berita/d-3750821/habib-jindan-islam-tak-dibela-dengan-caci-maki-tapi-dengan-rahmat?_ga=2.110872645.1507335309.1512078179-293172797.1512078179
Jumat 01 Desember 2017, 02:45 WIB
Habib Jindan: Islam Tak Dibela dengan Caci Maki, Tapi dengan Rahmat
Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-3750821/habib-jindan-islam-tak-dibela-dengan-caci-maki-tapi-dengan-rahmat?_ga=2.110872645.1507335309.1512078179-293172797.1512078179#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-3750821/habib-jindan-islam-tak-dibela-dengan-caci-maki-tapi-dengan-rahmat?_ga=2.110872645.1507335309.1512078179-293172797.1512078179#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-3750821/habib-jindan-islam-tak-dibela-dengan-caci-maki-tapi-dengan-rahmat?_ga=2.110872645.1507335309.1512078179-293172797.1512078179#>
0 Komentar
<https://news.detik.com/berita/d-3750821/habib-jindan-islam-tak-dibela-dengan-caci-maki-tapi-dengan-rahmat?_ga=2.110872645.1507335309.1512078179-293172797.1512078179#>
Habib Jindan: Islam Tak Dibela dengan Caci Maki, Tapi dengan Rahmat
Foto: Habib Jindan di Istana Bogor. (Bagus Prihantoro/detikcom)
<https://news.detik.com/berita/d-3750821/habib-jindan-islam-tak-dibela-dengan-caci-maki-tapi-dengan-rahmat?_ga=2.110872645.1507335309.1512078179-293172797.1512078179#>
<https://news.detik.com/berita/d-3750821/habib-jindan-islam-tak-dibela-dengan-caci-maki-tapi-dengan-rahmat?_ga=2.110872645.1507335309.1512078179-293172797.1512078179#>
<https://news.detik.com/berita/d-3750821/habib-jindan-islam-tak-dibela-dengan-caci-maki-tapi-dengan-rahmat?_ga=2.110872645.1507335309.1512078179-293172797.1512078179#>
<https://news.detik.com/berita/d-3750821/habib-jindan-islam-tak-dibela-dengan-caci-maki-tapi-dengan-rahmat?_ga=2.110872645.1507335309.1512078179-293172797.1512078179#>
*Jakarta* - Peringatan Maulid Nabi 1439 Hijriah di Istana Bogor
mengundang Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan dari Yayasan Al
Fachriyah, Tangerang, Banten. Habib Jindan bertausiah dengan tema
'Moderasi Dakwah Nabi Muhammad SAW dalam Mewujudkan Harmoni Kehidupan'.
"Nabi menjawab, dalam situasi perang, 'saya diutus Allah bukan untuk
jadi tukang caci maki. Aku, walaupun perang, diutus untuk memberi
rahmat'," kata Habib Jindan di Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat,
Kamis (30/11/2017) malam.
Presiden Joko Widodo didampingi Menko Wiranto dan Menag Lukman Hakim
Saifuddin duduk di barisan paling depan. Mengikuti di belakangnya adalah
anak-anak yatim dari berbagai pondok pesantren.
*Baca juga: *Jokowi: Ajarkan Anak-anak Kita Watak Rasulullah yang Lemah
Lembut
<https://news.detik.com/read/2017/12/01/015208/3750818/10/jokowi-ajarkan-anak-anak-kita-watak-rasulullah-yang-lemah-lembut>
Hadir pula para duta besar dari negara sahabat. Sejumlah menteri Kabinet
Kerja hingga Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan KSAU Marsekal
Hadi Tjahjanto pun hadir.
"Allah menyatakan, 'sesungguhnya dengan rahmat Allah engkau bersikap
lemah lembut'," imbuh Habib Jindan.
Menurut dia, Nabi Muhammad SAW selama berdakwah selalu mendapat halangan
dari para penolaknya. Tetapi hal itu bahkan tak membuat Rasulullah
berlaku kasar kepada mereka.
Habib Jindan: Islam Tak Dibela dengan Caci Maki, Tapi dengan RahmatFoto:
Habib Jindan di Istana Bogor. (Bagus Prihantoro/detikcom)
Bahkan, kata dia, Nabi Muhammad selalu berpesan kepada panglima
perangnya untuk tidak mengejar musuh yang sudah berpaling. Sementara
bila musuh menyerang, jangan pula langsung menyerang.
"Ajak mereka dalam agama Islam. Tawarkan mereka ajaran Islam hingga
mereka berhenti memerangi kita," kata Habib Jindan.
Nabi Muhammad selalu bertutur kata lembut dan memiliki suara yang merdu,
kata Habib Jindan. Sehingga dirinya tak pernah mencaci orang lain.
*Baca juga: *Bagi-bagi Bingkisan ke Anak Yatim, Jokowi: Terus Belajar Ya
<https://news.detik.com/read/2017/12/01/005516/3750810/10/bagi-bagi-bingkisan-ke-anak-yatim-jokowi-terus-belajar-ya>
"Agama Islam tidak dibela dengan cacian, makian. Agama Islam dibela
dengan rahmat, kasih sayang dan kegigihan," tutur Habib Jindan.
Sementara menurut dia, masih ada orang yang berdalih mengamalkan 'amar
maruf nahi munkar' dan membuat mereka mencaci maki. Namun itu disebut
Habib Jindan merupakan hal salah.
"Kita harus melakukan amar maruf dengan cara yang maruf, menyampaikan
kebaikan dengan cara yang baik. Juga nahi munkar dengan cara yang maruf.
Bukan melakukan amar maruf dengan cara yang munkar," ujar dia.
*(bag/elz)
*