Doa bersama aspirasi kemerdekaan Papua dibayangi penembakan di tempat terpisah


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Doa bersama aspirasi kemerdekaan Papua dibayangi penembakan di tempat te...

Aksi doa bersama untuk memperingati aspirasi kemerdekaan Papua dibayangi oleh 
insiden penembakan di tempat terpi...
 |

 |

 |



Heyder AffanBBC Indonesia   
   - 2 jam lalu
   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoBBC INDONESIA/ YULIANA LANTIPOImage captionDi Kota Jayapura, doa 
bersama digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang juga dihadiri mantan 
tapol Papua merdeka, Felip Karma.
Aksi doa bersama untuk memperingati aspirasi kemerdekaan Papua dan insiden 
penembakan yang melukai seorang polisi dan dua warga sipil terjadi hampir 
bersamaan di tempat berbeda di Provinsi Papua, Jumat (01/12).

Di Kota Jayapura, doa bersama digelar oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) 
yang melibatkan pimpinan, anggota, dan simpatisannya. Hadir pula di acara ini 
eks tapol Papua merdeka, Felip Karma.

_________________________________________________________________

1 Desember dan OPM

OPM atau Organisasi Papua Merdeka didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri 
pemerintahan Indonesia di tanah Papua, yang dulu dikenal sebagai Iran Jaya.

Organisasi yang resmi dilarang oleh pemerintah Indonesia ini memperjuangan 
kemerdekaan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hak atas fotoAFPImage captionPengibaran Bendera Bintang Kejora biasanya 
mewarnai peringatan 1 Desember di Papua.
Adapun 1 Desember yang ditetapkan OPM sebagi hari deklarasi kemerdekaan Papua 
Barat itu bersumber dari pengibaran bendera di Belanda pada tahun 1961.

Tanggal itu kemudian selalu dirayakan dengan pengibaran bendera mereka, yang 
dikenal sebagai Bendera Bintang Kejora.

Namun untuk tahun ini, dilaporkan tidak ada acara pengibaran bendera itu di 
Papua maupun wilayah Indonesia lainnya.

_____________________________________________________________________

Sementara, menurut Polda Papua, insiden penembakan yang disebut dilakukan oleh 
kelompok kriminal bersenjata terjadi di di wilayah areal pertambangan Freeport 
di Timika, Papua.

Tiga orang terluka dan salah seorang di antaranya adalah aparat polisi.
Hak atas fotoHUMAS POLDA PAPUAImage captionAksi penembakan, menurut Polda 
Papua, mengakibatkan dua warga sipil terluka pada bagian wajah dan pelipis 
sebelah kanan, yaitu pengemudi, Ahmad Susanto dan Puryanto.
"Kami telah melakukan langkah-langkah kepolisian dengan melakukan pengejaran 
terhadap para pelaku," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes polisi AM Kamal, 
dalam keterangan tertulis yang diterima BBC Indonesia, Jumat (01/12).
   
   - Pembangunan di Papua digalakkan Jokowi, tapi mengapa aspirasi merdeka 
tetap hidup?
   - Meskipun kadang bergolak, Papua dan Papua Barat 'memiliki kebebasan sipil 
tertinggi'
   - Klaim bahwa petisi referendum Papua 'sudah diserahkan kepada PBB di New 
York' dibantah

Dalam waktu yang hampir bersamaan, di ibu kota Provinsi Papua, Jayapura, 
digelar acara yang disebut doa bersama dan sambutan oleh panitia dan beberapa 
tamunya. Acara ini digelar oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang selama 
ini menyuarakan digelarnya referendum di Papua.

"Metode perjuangan dan perayaan itu bukan hanya demo, salah satunya adalah 
lewat ibadah ini," kata Ones Suhuniap, Sekretaris Umum KNPB Papua, seperti 
dilaporkan wartawan di Papua, Yuliana Lantipo, untuk BBC Indonesia.
Hak atas fotoBBC INDONESIA/YULIANA LANTIPOImage captionOnes Suhuniap, 
Sekretaris Umum KNPB Papua, kembali menuntut agar digelar referendum sebagai 
solusi damai untuk mengakhiri yang disebutnya persoalan di Papua.
Selain doa bersama, acara ini diisi dengan pidato sambutan antara lain dari 
pimpinan KNPB dan Felip Karma. Dalam acara yang berlangsung di halaman kantor 
KNPB di Jayapura itu, mereka juga menggelar semacam pesta, lapor Yuliana.

"Tidak ada pengibaran bendera. Bendera itu bukan kain mainan, bendera itu harus 
dinaikkan secara resmi dan dihormati," tegas Ones. Dia juga kembali menuntut 
agar digelar referendum sebagai solusi damai mengakhiri yang disebutnya sebagai 
persoalan di Papua.
Hak atas fotoBBC INDONESIA/YULIANA LANTIPOImage captionKue yang disajikan dalam 
acara doa bersama di Jayapura bermotif bendera Bintang Kejora, milik OPM, 
Organisasi Papua Merdeka.
Sementara mantan tapol Filep Karma saat menyampaikan pidatonya menyuarakan lagi 
sikapnya bahwa aspirasi kemerdekaan Papua harus menggunakan jalan damai.

"Perjuangan untuk Papua merdeka tidak harus dengan senjata, tapi juga tanpa 
senjata," katanya dalam wawancara dengan Yuliana, usai acara.
   
   - Filep Karma bebas: 'saya masih terkurung di negara Indonesia'
   - Presiden Jokowi untuk ketiga kalinya mengunjungi Papua

Sedangkan Henny Rumkorem, aktivis yang mendukung aspirasi Papua merdeka, 
mengatakan dirinya akan terus memperjuangkan aspirasi kemerdekaan Papua secara 
damai.

Puluhan aparat kepolisian melakukan penjagaan di luar kantor KNPB selama acara 
yang berlangsung damai itu sebelum berakhir tanpa insiden sama sekali.

Penembakan di Timika, tiga orang terluka

Humas Polda Papua mengungkapkan terjadi penembakan sekitar pukul 10.10 WIT, 
Jumat (01/12), di jalan Tambang mile 60, dengan sasaran konvoi kendaraan yang 
sedang melintas dari Tembagapura menuju ke Timika.

"Diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB)," kata Kabid Humas 
Polda Papua, Kombes Polisi AM Kamal.
Hak atas fotoHUMAS POLDA PAPUAImage captionAnggota Brimob yang terluka pada 
pelipis kanan adalah Bripda Rony Dwi Kristiawan.
Aksi penembakan, menurut Polda Papua, mengakibatkan dua orang warga sipil 
terluka pada bagian wajah dan pelipis sebelah kanan, yaitu pengemudi, Ahmad 
Susanto dan Puryanto.

Adapun anggota Brimob yang terluka pada pelipis kanan adalah Bripda Rony Dwi 
Kristiawan. Ketiganya kini dirawat di RS Tembagapura, kata polisi.

Sekitar pukul 11.40 WIT, sempat pula terjadi insiden penembakan di mile 61 
terhadap kendaraan patroli namun tidak ada korban luka maupun jiwa, demikian 
keterangan Polda Papua.

Kirim email ke