- Home
    
   - News
    
   - Nasional

Yorrys Raweyai: Idrus Itu Siapa Mesti Minta Restu Presiden?
FABIAN JANUARIUS KUWADOKompas.com - 30/11/2017, 19:16 WIB  Politikus Partai 
Golkar Yorrys Raweyai.(Fabian Januarius Kuwado)
JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai menilai, tidak 
tepat logika jika Idrus Marham mengatakan telah mendapatkan restu dari Presiden 
Joko Widodo untuk maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya 
Novanto.

"Idrus itu siapa mesti minta restu dari Presiden Jokowi? Memangnya dia itu anak 
buahnya Presiden?" ujar Yorrys di Sekretariat Formappi, Jakarta Timur, Kamis 
(30/11/2017).

Menurut Yorrys, beda hal jika Idrus sedang menjabat menteri atau pimpinan 
lembaga yang secara struktur memang berada di bawah Presiden secara langsung. 
Jika demikian, restu seorang presiden kepada anak buahnya yang ingin terjun ke 
mekanisme partai politik masuk logika.

"Kalau misalnya Airlangga Hartarto, iya, karena dia pembantu Presiden. Menteri. 
Kalau Idrus siapa? Masak minta restu Presiden?" lanjut Yorrys.

Baca juga : Siap Jadi Ketua Umum Golkar, Idrus Marham Merasa Dapat Restu Jokowi

Dalam posisi seperti Idrus, menurut Yorrys, akan tepat dalam logika jika ia 
mengaku mendapatkan restu dari pemilik suara sah dalam Musyawarah Nasional 
(Munas) atau Musyawarah Nasional Luar Biasa ( Munaslub) Golkar, yakni DPD 
tingkat I, DPD tigkat II, organisasi sayap Golkar dan organisasi kemasyarakatan 
Golkar.

"Minta restu itu harus kepada yang punya hak suara, stakeholder, ada tingkat I 
tingkat II, kemudian ada sayap, ada ormas. Itu yang punya hak suara. Bukan 
Presiden," lanjut Yorrys.


Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham tiba di Gedung Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (11/9/2017). Kedatangannya 
terkait Ketua DPR RI Setya Novanto yang tak memenuhi panggilan Komisi 
Pemberantasan Korupsi hari ini.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)Diberitakan, 
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengklaim dirinya 
juga mendapat restu Presiden Joko Widodo untuk menjadi ketua umum bila 
musyawarah nasional luar biasa ( munaslub) diadakan.


"Saya kan juga sudah ketemu Pak Jokowi," kata Idrus, saat dihubungi Kompas.com, 
Rabu (29/11/2017).

Baca juga : Idrus Janji Bakal Tingkatkan Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 jika 
Jadi Ketum Golkar

Saat itu, Idrus ditanya mengenai klaim restu Presiden Jokowi kepada Menteri 
Perindustrian Airlangga Hartarto untuk menjadi ketua umum Partai Golkar.

Idrus mengatakan, Jokowi menyampaikan harapan agar Partai Golkar semakin maju, 
karena telah mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Karena itu, Idrus mengaku hormat kepada Jokowi yang turut berkomitmen memajukan 
Golkar ke depan.

"Saya hormat pada Jokowi karena selama ini sudah punya komitmen. Bagaimana 
Golkar ini bisa maju, karena Golkar sudah dukung beliau. Itu kan luar biasa," 
ucap Idrus.
Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid, memastikan bahwa DPP akan menggelar 
Musyawarah Nasional Luar Biasa untuk mengganti Setya Novanto.(Kompas TV)

Kirim email ke