Tips Mudah dan Singkat Cegah Depresi dari Ilmuwan: Caranya...Reporter:  Afrilia 
SuryanisEditor:  Amri MahbubSabtu, 2 Desember 2017 14:51 WIB
 
Ilustrasi depresi. Shutterstock

TEMPO.CO, Sydney - Makin banyak saja orang yang mengalami depresi. Data dari 
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, setidaknya kini jumlah mereka di dunia 
kurang-lebih mencapai 300 juta orang. Jumlah itu naik sekitar 18 persen dalam 
rentang sepuluh tahun terakhir.

Nah, kalau angka itu lancar terus melaju, bukan mustahil depresi akan terus 
naik pangkat untuk menjadi penyakit nomor dua tertinggi pada 2020. Saat ini, 
menurut WHO, gangguan depresi berada pada urutan keempat.

Namun, tenang, ada kabar baiknya, kok. Penelitian yang dilakukan Black Dog 
Institute, sebuah rumah sakit jiwa di New South Wales, Australia, menyebutkan 
bahwa depresi bisa diusir dengan cara yang amat mudah, yakni rutin berolahraga 
selama satu jam dalam seminggu. Cara ini dapat mencegah depresi pada masa depan.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Psychiatry itu 
menyatakan bahwa sejumlah latihan kecil dapat melindungi diri terhadap depresi 
dan menjaga kesehatan mental. Manfaat ini bisa dirasakan kaum pria atau wanita, 
berapa pun usianya.

"Kami telah mengetahui bahwa olahraga memiliki peran dalam mengobati gejala 
depresi, tapi ini adalah pertama kalinya kami dapat mengukur potensi pencegahan 
aktivitas fisik dalam hal mengurangi tingkat depresi pada masa depan," kata 
peneliti utama, psikiater Samuel Harvey dari Black Dog Institute dan University 
of New South Wales di Australia.

Baca: Mewarnai, Hobi Baru yang Bisa Mengusir Depresi

Dalam penelitian ini, tim yang terdiri atas ilmuwan dari Inggris, Australia, 
dan Norwegia itu menggunakan data dari Health Study of Nord-Trøndelag 
County--salah satu survei kesehatan berbasis populasi terbesar dan terlengkap 
yang pernah dilakukan--yang dilakukan antara Januari 1984 dan Juni 1997. Jumlah 
sampel yang dipakai adalah dari 33 ribu orang dewasa.

Kelompok peserta yang sehat diminta untuk melaporkan frekuensi latihan yang 
mereka ikuti dan intensitasnya. Mereka juga diminta untuk menuliskan kondisi 
yang dialaminya, apakah terengah-engah atau berkeringat, sesak napas dan 
berkeringat, atau melelahkan diri sendiri. Pada tahap tindak lanjut, mereka 
diminta mengisi kuesioner untuk mengetahui kecemasan atau depresi yang muncul.

Tim peneliti juga memperhitungkan variabel yang mungkin mempengaruhi hubungan 
antara olahraga dan penyakit jiwa umum. Ini termasuk faktor sosial-ekonomi dan 
demografi, penggunaan zat, indeks massa tubuh, penyakit fisik baru, serta 
dukungan sosial yang dirasakan. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa orang 
yang sama sekali tidak berolahraga sejak awal memiliki 44 persen kemungkinan 
mengalami depresi, dibanding dengan mereka yang giat berolahraga satu sampai 
dua jam seminggu.

Terhadap mereka yang mengalami depresi, tim menemukan bahwa sekitar 12 persen 
kasus tersebut bisa dicegah jika peserta hanya melakukan satu jam aktivitas 
fisik setiap minggu. Data ini juga sejalan dengan penelitian lain yang 
menunjukkan arah yang sama.

"Kami masih berusaha untuk menentukan secara pasti mengapa olahraga dapat 
memiliki efek perlindungan ini. Namun kami yakin ini berasal dari dampak 
gabungan berbagai manfaat fisik dan sosial dari aktivitas fisik," ujarnya.

Baca: Ini 8 Makanan Penghilang Depresi

Harvey juga menegaskan, hasil tersebut sangat penting karena perubahan gaya 
hidup yang kecil pun dapat menuai manfaat kesehatan mental yang signifikan. 
"Dengan gaya hidup yang tidak banyak berubah menjadi norma di seluruh dunia dan 
membuat tingkat depresi meningkat," kata Harvey.

Menurut Survei Kesehatan Australia, 20 persen orang dewasa Australia tidak 
melakukan aktivitas fisik reguler, dan lebih dari sepertiga menghabiskan kurang 
dari 1,5 jam per minggu untuk aktif secara fisik.

Pada saat yang sama, sekitar 1 juta orang Australia mengalami depresi, dengan 
satu dari lima orang Australia berusia 16-85 mengalami penyakit jiwa setiap 
tahun. Hasil ini, Harvey melanjutkan, berpotensi untuk mengintegrasikannya ke 
dalam rencana kesehatan mental individu dan kampanye kesehatan masyarakat yang 
lebih luas.

"Jika kita dapat menemukan cara untuk meningkatkan aktivitas fisik populasi, 
meski dengan jumlah kecil, akan membawa dampak fisik dan mental yang besar 
serta keuntungan sehat," ujarnya.

Baca: Depresi dan Cemas Tingkatkan Jumlah Pasien Insomnia

Simak artikle menarik lainnya tentang cara mencegah depresi hanya di kanal 
Tekno Tempo.co.

AMERICAN JOURNAL OF PSCHIATRI | SCIENCE DAILY | SCIENCE ALERT

Kirim email ke