----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 3 Desember 2017 05.15.24 
GMT+1Judul: [GELORA45] Re: Sekolah NU di Bumijawa Tegal Mewajibkan Murid 
Perempuannya Pakai Cadar
     
Di NU ada yg moderat ada yg konsevative, tetapi ngomong apa adanya, kalau 
ditelusuri tahun lalu penyebab konservatisme keblinger ini fatwa penodaan agama 
yg dikeluarkan MUI, dan ketua MUI itu ternyata juga Rais Aam NU Ma'ruf Amin. 

Setelah itu semuanya serba agama, padahal sebenarnya yg namanya agama itu ya 
Hindu.

---In [email protected], <marthajan04@...> wrote :

Makin dibiarkan makin rusak negara ini. Nanti tidak akan bisa terbendung lagi. 
Ini NU yang katanya paling moderat dan menjaga pancasila.


---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :


Kekasihku yang mana, yaaaaaa. Mungkin yang di pojok.




Sekolah NU di Bumijawa Tegal Mewajibkan Murid Perempuannya Pakai Cadar
Oleh Raihan Fikri -  31 Oktober 2017  4659 2






TEGAL, Panturapost.com – Kehebohan di media sosial soal foto kumpulan siswi 
bercadar dalam sebuah ruang kelas akhirnya terjawab. Keberadaa murid-murid 
perempuan memakai penutup wajah itu benar adanya. Mereka adalah adalah siswi 
SMK Attholibiyah Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.



Saat Panturapost.com datang ke sekolah tersebut Senin 29 Oktober 2017, suasana 
kelas sama persis seperti yang ada di foto yang tersebar di media sosial 
facebook, beberapa hari terakhir ini. Mereka mengikuti pelajaran selayaknya 
kelas biasa. Tak ada rasa canggung saatereka berkomunikasi dengan guru maupun 
teman-teman mereka.




Kepala Sekolah Kustanto Widyamoko mengungkapkan, sekolahnya mulai mewajibkan 
siswinya memakai niqab sejak setahun terakhir ini. Upaya itu dilakukan untuk 
mencegah peserta didik berbuat maksiat. “Ya sudah setahun ini berlaku di 
sekolah ini,” kata dia.



Simak juga video suasana ruang kelas sekolah tersebut dan alasan pengelola 
penerapkan aturan itu:




SMK Attholibiyah bernaung di bawah Yayasan Attholibiyah yang dipimpin oleh 
Habib Sholeh, seorang tokoh Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tegal. Selain SMK,  
Yayasan ini juga membawahi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), 
dan Pondok Pesantren. Semua lembaga pendidikan di bawah Yayasan Attholibiyah 
berlatar belakang NU dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah.



Menurut Kustanto, SMK Attyholibiyah baru memiliki izin operasi pada Agustus 
2016. Saat ini, murid sekolah tersebut mencapai 97 anak yang berasal dari 
pesantren. Dari sekian jumlah murid itu, dibagi menjadi tiga kelas. Kelas 
antara murid laki-laki dan perempuan dipisah. “Kelas perempuan dua, kelas 
laki-laki ada satu,” jelas dia. (Rhn)



    

Kirim email ke