Pada Senin, 4 Desember 2017 16.08.25 GMT+1, Chalik Hamid 
<[email protected]> menulis:  
 
  

   ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 4 Desember 2017 09.02.06 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Happy 40th B’day Bu Vero. P.F. 4 Desember 2017. Tetaplah Tegar, Kami 
Menyayangimu
     

Jemima Mulyandari Umum  TrendingI believe, if you work really hard and you are 
kind, amazing things will happen.4 hours ago 5 min read  0
Happy 40th B’day Bu Vero. P.F. 4 Desember 2017. Tetaplah Tegar, Kami 
Menyayangimu
  
 
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada 
permata. Amsal 31:10


Hari ini, 4 Desember 2017, Veronica Tan istri Basuki Tjahaja Purnama merayakan 
ulang tahunnya yang ke 40. Perempuan yang lahir di Medan, Sumatera Utara, 4 
Desember 1977 ini adalah putri sulung dari tiga bersaudara.

Setelah tamat SD dan SMP di Medan, Veronica Tan melanjutkan pendidikan SMA- nya 
di Jakarta. Veronika menumpang tinggal di rumah tantenya. Setelah lulus SMA, 
Veronika mendaftar di jurusan arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung, tapi 
ibunya tidak menyetujuinya. Sang ibu khawatir Veronika terpengaruh pergaulan 
bebas di Bandung. Veronika lantas mengambil kuliah di Universitas Pelita 
Harapan, Jakarta, jurusan arsitektur.

Veronika rajin pergi ke gereja. Ia juga aktif mengurus acara-acara di 
gerejanya. Selain itu, ia pun sering mengisi paduan suara dan main piano di 
Gereja Kristus Jemaat Pluit, Penjaringan, Jakarta, Utara.

Di gereja itu jugalah cinta Ahok dan Vero bersemi. Veronika 9 tahun lebih muda 
dari Ahok. Tapi jarak umur yang cukup jauh itu tak menjadi masalah buat mereka. 
Ahok yang tegas justru harmonis dengan Veronika yang santun dan sederhana. Dan 
itulah yang disukai Ahok dari seorang Veronika Tan. “Saya suka dia karena dia 
simple, tidak dandan. Orangnya enak diajak ngobrol dan bercanda,” demikian 
pengakuan Ahok tentang sosok istrinya.

Mereka akhirnya menikah pada tanggal 6 September 1997. Walaupun awalnya 
ditentang oleh orang tua Veronika yang merasa tak yakin Ahok bisa jadi suami 
yang baik untuk anaknya, akhirnya orang tua Veronikapun merestui pernikahan 
mereka. Pemberkatan dan pencatatan akta nikah dilakukan di Gereja Kristus Yesus 
Jemaat Pluit. Resepsi sederhana digelar di restoran Mandarin di Pluit.

Kebahagiaan Veronika semakin lengkap dengan hadirnya 3 anak buah cintanya 
dengan Ahok. Mereka adalah Nicholas Sean Purnama, Nathania Purnama dan Daud 
Albeenner Purnama.

Duka dan suka datang silih berganti dalam kehidupan nikah Ahok-Vero. Dengan 
berbekal ketulusan dan kesetiaan, Veronika terus mendampingi Ahok dalam susah 
dan senang. Sifat Ahok yang keras dan meledak-ledak mampu diimbangi sifat 
Veronika yang tenang.

Semangat Ahok untuk mengabdi pada bangsa dan negara di dunia politik yang sarat 
dengan kolusi, korupsi dan nepotisme dipagari dengan sikap lurus Veronika yang 
sama sekali tidak mau berhubungan dengan hal-hal kotor seperti itu.

Ahok sebetulnya juga pribadi yang lurus dan sama sekali tak mau korupsi. Tapi 
satu kali Ahok sempat goyah. Ahok yang saat itu merasa dicurangi dalam Pilgub 
yang diikutinya di Bangka Belitung tergoda untuk memakai jasa calo untuk 
menyogok putusan MA.

“Saya juga rada emosi, karena saya dicurangi. Saya juga panas, ada yang jual 
primodialisme… Saya juga marah, kenapa tidak kita bayar, apalagi ada teman yang 
mengatakan, ‘Saya bayarin deh!” demikianlah pengakuan Ahok.

Ketika di rumah, Ahok bertanya kepada Veronika dengan nada emosional, “Bayar 
ndak nih 3,2? Jadi gubernur kita!”

Sambil berjalan melintas di depan Ahok, Veronika ketus menjawab, “ Terserah 
kamulah, mau jadi murid Yesus atau mau jadi murid Barabas?!”

Karena ucapan istrinya itulah Ahok tersadar dan memutuskan tidak akan memakai 
cara-cara jahat dalam menyelesaikan semua permasalahan yang sedang membelitnya. 
Ahok tidak mau jadi pengikut Barabas yang jahat. “Saya katanya mau bring 
justice, membawa keadilan, lalu bagaimana saya ikut jadi penjahat, menang 
dengan cara seperti penjahat?”

Ahok akhirnya menolak tawaran calo MA itu. Ahok kalah dalam Pilkada Babel. Ahok 
memang kalah Pilkada, tapi Ahok tidak pernah kalah dalam menjaga imannya. Ahok 
tetap bertahan sebagai murid Yesus.

Selanjutnya, Ahok berusaha semakin mawas diri dalam setiap langkah dan 
keputusannya. Dan ini semua bisa terjadi berkat dukungan sang istri Veronika 
Tan.

Puncak kesedihan terjadi saat Ahok divonis masuk penjara sebagai penista agama. 
Pertahanan Veronika yang dalam kesehariannya begitu tenang dan tidak emosional 
akhirnya jebol. Airmatanya turun mengalir saat membacakan surat Ahok yang 
menjelaskan alasan mencabut permohonan banding atas vonis dua tahun yang 
diterima Ahok dalam kasus penistaan agama.
  
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Veronika harus merelakan 
suami yang sangat dicintainya dijebloskan ke dalam penjara, setelah segala 
pengorbanan yang sudah Ahok dan seluruh keluarganya lakukan untuk kemajuan DKI 
Jakarta.

Dalam hal ini prinsip Veronika juga tetap sama. Veronika tetap menunjukkan jati 
dirinya sebagai pengikut Yesus yang setia.

Tak ada keluh kesah dan persungutan keluar dari mulutnya. Tak ada sorot mata 
kebencian yang terpancar dari matanya. Tak pernah ada sumpah serapah penuh 
dendam yang meluncur dari bibirnya. Yang ada hanyalah tatapan mata yang teduh 
dan senyuman manis di bibirnya.

Justru kata-kata penghiburan yang keluar dari mulutnya. Seperti pengalamanku 
saat bertemu langsung dengan Bu Vero di Jakarta, Agustus 2017. Saat itu aku 
bercerita kepada Bu Vero bahwa suratku dibalas oleh Ahok dari Mako Brimob. 
Sambil tersenyum Bu Vero berkata, “Senang dong ya suratnya dibalas Bapak.”



Permintaan untuk foto bersama juga langsung disanggupi beliau dengan senang 
hati. Bu Vero orangnya memang tenang dan ramah. Aku beruntung bisa berjumpa dan 
berbincang sejenak dengan beliau.

Dan jika hari ini Bu Vero berulang tahun yang ke 40, ijinkan aku mengucapkan 
selamat ulang tahun disertai doa setulus hati untuk Bu Vero dan keluarga.

“Selamat ulang tahun Bu Vero, sehat, panjang umur dan bahagialah selalu bersama 
keluargamu. Sekalipun Pak Ahok saat ini masih ada di dalam penjara, kasih Tuhan 
yang tak berkesudahan itu akan selalu menyertai, menguatkan dan menghibur 
hatimu sepanjang waktu. Kiranya damai sejahtera Allah yang melampaui segala 
akal akan menjaga hati dan pikiranmu, serta memampukanmu untuk bertahan dalam 
menjalani masa-masa penantian yang tak mudah ini. Doa kami menyertaimu. Amin.”

“Bu Vero yang terkasih, 17 purnama lagi Sang Purnama yang sangat kita rindukan 
akan segera bebas. Selama itu juga kami akan terus bersabar menemanimu dalam 
penantian dan doa. Tetaplah tegar. Teruslah menginspirasi dalam 
kesederhanaanmu. Kami menyayangimu. Kami akan terus berdoa untukmu.”

Akhirnya terjawab sudah pertanyaan di kitab Amsal 31:10. Isteri yang cakap 
siapakah akan mendapatkannya??? Dan orang yang beruntung itu bernama Basuki 
Tjahaja Purnama.

Selamat ulang tahun Bu Vero. Tuhan memberkatimu. Amin.

Sumbar referensi:

http://www.viva.co.id/siapa/read/194-veronica-tan

Buku Ahok Hargaku Adalah Nyawaku

Silakan klik link berikut untuk bisa mendapatkan artikel-artikel saya yang 
lainnya.

https://seword.com/author/jemi/

Thank you so much guys. Peace on earth as in Heaven. Amen.
      

Kirim email ke