Selain inflasi, mungkin juga karena kepedesan cabai dan kezatan beras bisa guncang perekonomian negara, hehehehehehehhe
/ https://www.jawapos.com/read/2017/12/04/172491/karena-cabai-kota-malang-alami-inflasi Karena Cabai, Kota Malang Alami Inflasi Senin, 04 Dec 2017 22:41 | editor : Sari Hardiyanto Berita Terkait - Cabai, Bawang dan Beras Jadi Penyumbang Inflasi November 2017 <https://www.jawapos.com/read/2017/12/04/172337/cabai-bawang-dan-beras-jadi-penyumbang-inflasi-november-2017> - BPS Catat Inflasi November 2017 Capai 0,20 Persen <https://www.jawapos.com/read/2017/12/04/172317/bps-catat-inflasi-november-2017-capai-020-persen> - Harga Beras Picu Inflasi di Kota Malang <https://www.jawapos.com/read/2017/11/02/166171/harga-beras-picu-inflasi-di-kota-malang> *JawaPos.com*- Selain rasanya yang pedas, komoditas cabai ternyata juga mampu memicu terjadinya inflasi. Terbukti pada bulan November 2017, terjadi inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,45, di Kota Malang. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, dari 8 kota di Jawa Timur, Kota Malang menempati posisi keempat sebagai kota yang mengalami inflasi tertinggi. Perlu diketahui, inflasi tertinggi terjadi di Sumenep, yakni sebesar sebesar 0.57 persen dengan IHK sebesar 126.65. Diikuti Jember sebesar 0.34 persen dengan IHK sebesar 126.05. Selanjutnya Banyuwangi sebesar 0,33 persen dengan IHK sebesar 125.62 dan Kota Malang sendiri. Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Dwi Handayani Prasetyawati mengatakan naiknya harga sejumlah komoditi, semacam beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan sejenisnya memang mampu memicu terjadinya inflasi. Hasil pemantauan yang dilakukan BPS Kota Malang, sambungnya terjadi kenaikan indeks harga, dari 130,10 pada Oktober 2017 menjadi 130,45 pada November 2017. "Artinya harga beberapa komoditas utama yang mempengaruhi inflasi terus mengalami kenaikan," katanya, Senin (4/12). Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut terjadi lantaran faktor cuaca. Akibat hujan yang terus menerus, membuat pasokan berkurang. Padahal permintaan tetap bahkan naik. "Karena pasokan berkurang, harganya otomatis jadi melambung," tandasnya.
