----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Jumat, 8 Desember 2017 04.26.46 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Ahok Masuk Jajaran "Para Pemikir Dunia"
     








Ahok Masuk Jajaran "Para Pemikir Dunia"


 Kamis, 7 Desember 2017 11:52 WIB


Tribunnews.com/Lendy Ramadhan

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 



TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 
masuk daftar bergengsi “Top Global Thinkers 2017” versi majalah ternama Foreign 
Policy.

Pria yang kerap disapa Ahok itu bergabung dengan tokoh-tokoh dunia ternama.



Di antaranya Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Korea Selatan Moon Jae 
In, Pemimpin oposisi Inggris Jeremy Corbyn, Senator California sekaligus capres 
potensial AS di 2020 Kamala Harris, The Silence Breakers, para perempuan 
penggerak gerakan fenomenal #MeToo, serta nama ternama lainnya di daftar yang 
dirilis awal pekan ini.




Baca: Politikus Gerindra Prediksi Nasib Jokowi Bakal Sama dengan Ahok

Tercatat, ada 48 tokoh yang dinilai sebagai sosok yang mendefinisikan tahun 
2017 dengan kontribusi menonjol yang membentuk pemikiran dunia.

Ahok menjadi satu-satunya tokoh Indonesia yang berada dalam daftar tersebut.

Seorang Minoritas Ganda

Ahok, menurut editor Foreign Policy Benjamin Soloway, digambarkan sebagai ikon 
yang berdiri tegak melawan meningkatnya hantu fundamentalis di Indonesia.

Pria dari etnis Tionghoa beragama Kristen Protestan berlidah sangat tajam di 
negara dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia, Ahok disebut bukan 
tipikal politisi biasa Indonesia.

Mulai dari momen ketika mantan bupati Belitung Timur itu menginjakan kaki di 
Balai Kota Jakarta 2012, Ahok sudah diprediksi akan menjadi sosok yang 
mengundang polarisasi.

Pada awalnya, latar belakangnya sebagai seorang minoritas ganda tidak menjadi 
masalah. Namun, tubrukan dengan kaum konservatif Islam akhirnya tidak bisa 
terbendung.

Setelah blundernya di Kepulauan Seribu, karir politik Ahok berakhir. Namun, 
Ahok menjadi simbol penting dari pluralisme yang sedang tersudut di Indonesia.

Majalah Foreign Policy menyebut, hal yang mencengangkan adalah ketika Ahok, 
sebagai seorang minoritas ganda ditambah dengan gaya bahasanya yang impulsif, 
dapat melangkah begitu jauh di kancah politik Indonesia.

Hanya dalam waktu tiga tahun, karir politik suami Veronica Purnama ini melesat 
bagaikan meteor. Dari seorang anggota DPR Bangka Belitung menjadi Gubernur DKI 
Jakarta, ibu kota Indonesia.

Sebagai Gubernur DKI

Penulis kemudian melanjutkan tulisannya dengan mengulas karir politik Ahok yang 
terangkat ke kancah nasional sejak menjadi wakil Joko Widodo di Jakarta.

Ahok bersama Jokowi digambarkan sebagai duet yang saling melengkapi di mana 
kecerdasan teknokratik Ahok mampu mengimbangi retorik populis Jokowi.

Majalah Foreign Policy memuji kinerja Ahok sebagai gubernur yang berhasil 
memerangi korupsi, memperluas akses kesehatan, mengeruk kanal-kanal serta 
meningkatkan kinerja transportasi umum. Kesuksesan ini melambungkan 
popularitasnya.

Namun, majalah ini juga menyinggung bagaimana upaya penggusuran yang dilakukan 
Ahok mengundang musuh, yakni warga miskin yang tergusur karena reklamasi tanah 
dan proyek pembangunan.

Seruan untuk Rakyat Indonesia?

Penulis kemudian menguraikan kasus penistaan agama yang menimpa Ahok dan 
berakhir dengan vonis hukuman dua tahun penjara.

Meski begitu, kasus hukum yang menimpa Ahok dinilai dapat membangkitkan 
masyarakat moderat Indonesia yang selama ini cenderung diam.

“Hukuman penjara Ahok adalah seruan keras bagi rakyat Indonesia untuk bangun” 
ucap Andreas Harsono dari Human Rights Watch.

“Ada masalah serius kebebasan beragama dan diskriminasi terhadap kaum minoritas 
di Indonesia” lanjut Harsono.

Harsono berkata, dengan mengorbankan kebebasannya, Ahok mungkin telah 
membangkitkan sosok-sosok lain untuk berdiri tampil kembali mengantarkan 
Indonesia ke jalur tengah yang moderat.

Daftar Bergengsi

Ahok bukan sosok Indonesia pertama di daftar bergengsi yang rutin dirilis sejak 
2008 itu.

Jokowi yang kini menjadi Presiden Indonesia mendapat kehormatan masuk daftar 
ini pada 2013 tatkala masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tidak ketinggalan, nama lain seperti Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies 
Baswedan, yang masuk dalam daftar 2008.

Ketika itu, Anies masih menjabat Rektor Universitas Paramadina. Menteri 
Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga pernah masuk di 2012.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, menjadi nama yang paling sering menghiasi 
daftar bergengsi ini dengan tujuh kali dinobatkan.

Mantan capres Demokrat Hillary Clinton dinobatkan lima kali. Sementara mantan 
Presiden AS Barack Obama sendiri sebanyak empat kali.

Nama-nama ternama lain yang pernah masuk adalah ekonom Paul Krugman, mantan 
Presiden AS Bill Clinton, pendiri Microsoft Bill Gates, dan CEO sekaligus 
pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.



Penulis: Kontributor Singapura, Ericssen
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:   Ahok Masuk Jajaran "Para 
Pemikir Dunia" 



    

Kirim email ke