Kementerian Perdagangan Tiongkok 

      Desak AS Laksanakan Kewajiban WTO secara Sungguh-Sungguh
     
        2017-12-08 12:56:22  CRI
     


      Amerika Serikat baru-baru ini menolak mengakui 'status ekonomi pasar 
Tiongkok', dan menyatakan akan terus menggunakan pendekatan 'negara pengganti' 
terhadap Tiongkok dalam penyelidikan anti-dumping. Menanggapi hal tersebut, 
Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng dalam jumpa pers yang 
diadakan di Beijing, pada hari Kamis (07/12) menyatakan bahwa AS meletakkan 
standar hukum domestiknya di atas hukum internasional. Dia menekankan bahwa 
peraturan WTO adalah sistem hukum internasional yang ditaati seluruh anggota, 
dia berharap tindakan AS tersebut bukan merupakan bentuk pengabaian terhadap 
hukum internasional.



      Pasal ke-15 dalam 'Protokol Keanggotaan Tiongkok di WTO' secara jelas 
menetapkan bahwa mulai 11 Desember 2016, cara penghitungan level dumping dengan 
harga 'negara pengganti' yang dilakukan dalam anti-dumping Tiongkok harus 
dihentikan. Sejak tanggal itu juga, anggota WTO tidak boleh menggunakan harga 
negara ketiga untuk menghitung tingkat dumping dalam penyelidikan anti-dumping 
terhadap Tiongkok.



      Sebelumnya, Tiongkok pernah mengajukan perundingan kepada mekanisme 
penyelesaian sengketa WTO terkait pendekatan 'negara pengganti' yang digunakan 
Uni Eropa dalam penyelidikan anti-dumping terhadap Tiongkok.

      "Kami selalu menekankan bahwa Tiongkok akan melaksanakan kewajiban yang 
tercantum dalam peraturan WTO secara sungguh-sungguh, namun dengan syarat 
Tiongkok harus mendapatkan hak-hak dalam WTO, dan semua anggota WTO harus 
melaksanakan kewajiban internasional yang tercantum pada pasal ke-15 Protokol 
Keanggotaan Tiongkok di WTO menurut jadwal." Demikian dinyatakan Jubir Gao Feng.



      Selain itu, Gao Feng menunjukkan pula bahwa Tiongkok telah mengajukan 
tuntuan kepada WTO terkait tindakan serupa yang dilakukan AS, dan mendesak 
beberapa anggota WTO termasuk AS melaksanakan kewajiban WTO secara 
sungguh-sungguh dan menyeluruh, serta bersama-sama memelihara sistem 
perdagangan multilateral.



      Gao Feng menekankan, dalam menangani pergesekan perdagangan, Tiongkok 
selalu berpendapat bahwa kedua pihak harus menangani perselisihan secara layak, 
memperdalam saling pengertian melalui dialog dan perundingan, dan mendorong 
kerja sama ekonomi dan perdagangan yang saling menguntungkan.
     


Kirim email ke