http://www.balipost.com/news/2017/12/09/30955/Desa-Tembok-Mulai-Terpapar-Abu...html
Desa Tembok Mulai Terpapar Abu
Vulkanik Gunung Agung
Sabtu, 9 Desember 2017 | 21:05:25
1000
0
<http://www.balipost.com/news/2017/12/09/30955/Desa-Tembok-Mulai-Terpapar-Abu...html#respond>
Berbagi di Facebook
<https://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2017%2F12%2F09%2F30955%2FDesa-Tembok-Mulai-Terpapar-Abu...html>
Tweet di Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Desa+Tembok+Mulai+Terpapar+Abu+Vulkanik+Gunung+Agung&url=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2017%2F12%2F09%2F30955%2FDesa-Tembok-Mulai-Terpapar-Abu...html&via=balipostcom>
*
*
<http://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/12/balipostcom_pantau-kondisi-terbaru-gunung-agung-pvmbg-akan-terbangkan-drone_01.jpg>
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebagian besar dusun di Desa
Tembok, Kecamatan Tejakula, Sabtu (9/12) mulai terpapar abu
vulkanik erupsi Gunung Agung. Sebaran abu dengan intensitas
tipis itu ditemukan oleh warga yang bermukim di pinggir
jalan raya Singaraja – Amlapura.
Selain ditemukan di atap rumah dan tanaman, debu ini juga menempel pada
pakaian ketika warga berpergian ke luar rumah. Perbekel Desa Tembok,
Kecamatan Tejakula Dewa Komang Yudi membenarkan sebaran abu vulaknik
tetsebut.
Yudi mengatakan, debu vulkanik mulai ditemukan olah warganya mulai pukul
11.00 wita hingga sekitar pukul 12.50 wita. Debu itu ditemukan pada
dedaunan pohon di pekarangan warga.
Selain itu, warga yang kebetulan berpergian ke rumahnya merasakan dampak
debu vulkanik itu. Dia mencontohkan ada pada pakaian atau topi,
ditemukan sebaran debu tipis. “Benar debu menyebar hampir di semua
banjar dan kebanyakan dirasakan di banjar bagian bawah, klau yang banjar
– banjar di atas seperti tidak dirasakan karena banyak pepohonan besar
jadi sebaran debunya tidak kelihatan,” katanya.
Baca juga: Jika Sesuai Aturan, Pungutan Desa Adat Bukan Pungli
<http://www.balipost.com/news/2017/03/17/2577/jika-sesuai-aturan-pungutan-desa-adat-bukan-pungli.html>
Menurut Yudi, secara pasti kateristik debu vulkanik itu belum diletahui
dengan pasti. Dari pengamatannya dan penuturan warganya menyebut bahwa
abu mirip pasir halus dengan warna abu-abu tua. Menyusul kondisi itu,
dirinya sudah membagikan masker kepada warga dan sebagian pengungsi
Gunung Agung yang menempati fasilitas umum di desa.
Sekitar 200 buah masker telah dibagikan dan rencananya desa akan
membentuk blok area permukiman warga yang terpapar debu vulkanik. Dengan
demikian, data penerima masker akan lebih tepat sasaran dibandingkan
langsung dibagikan begitu saja. “Kalau stok masih ada dan tadi Dinas
Sosial (Dinsos) sudah mamberi kami masker lima ribu buah, dan nanti kami
bagikan dengan cara membentuk blok area sehingga menghindari
penyalahgunaan masker,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)