Mina padi : 'Satu hektar lahan bisa dapat omset 120 juta' 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41481560 Sri Lestari dan Oki BudhiBBC 
Indonesia
 9 Desember 2017

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41481560#  Bagikan artikel ini dengan 
Twitter http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41481560#  Bagikan artikel ini 
dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41481560#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fmajalah-41481560
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41481560#share-tools




 
 Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionMina padi, membudidayakan ikan di lahan 
pertanian sudah dilakukan sejak dulu. Mina Padi yang merupakan integrasi antara 
pertanian dan budidaya ikan dalam satu lahan, dapat meningkatkan omset para 
petani sampai tiga kali lipat, tetapi tak banyak petani yang dengan mudah 
beralih ke Mina Padi.
 Sigit Paryono melemparkan melemparkan pakan ikan ke kolam di lahan sawahnya di 
Dusun Cibluk, Margoluwih Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ikan-ikan itu 
tampak dengan gesit berenang menyambut makanan mereka. Puluhan ikan Nila dan 
Emas lain tampak berenang diantara rumpun padi di sawah.
 Sigit mengatakan budidaya ikan di lahan persawahan ini sudah dilakukan secara 
tradisional oleh kakeknya, tetapi dia baru mengembangkannya beberapa tahun 
terakhir.
 Mina padi, menurut Sigit, lebih menguntungkan dibandingkan sawah konvensional.
 Dia mengaku pernah mendapatkan omset sekitar 120 juta rupiah dari satu hektar 
sawah dari padi dan ikan.
 "Kalau padi biasa (keuntungan) per 1.000 (meter) itu sampai 1,5 sampai 2 juta 
itu sudah bagus, untuk mina padi keuntungan 4-5 juta jadi sekitar 3 kali 
lipat," jelas Sigit.
 Menjawab sindiran Jokowi: Mengapa banyak lulusan pertanian kerja di bank? 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41175869 Sawah beralih jadi perumahan 
atau industri mengancam ketahanan pangan 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41078646 Pertanian besar yang 
menghasilkan kekuatan tak terlihat 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-40255249 Dirjen Perikanan Budidaya KKP 
Slamet Soebjakto mengatakan secara ekonomi, keuntungan petani dapat meningkat 
tergantung dari komoditasnya.
 "Kalau dengan udang galah bisa besar lagi, bisa menghasilkan 1-2 ton per 
hektar dengan harga sekitar 90 ribu untuk size 40 centimeter, bisa mencapai 
keuntungan 80-100 jutaan," jelas Slamet.
 Dia memperkirakan integrasi padi dan budidaya ikan bisa meningkatkan 
pendapatkan petani sampai RP 60 juta per hektar.
 Keuntungan lain dari mina padi, menurut Sigit, petani masih dapat keuntungan 
jika mengalami gagal panen.
 "Keunggulan lainnya, (sawah) konvensional itu sudah habis modal ga kembali, 
kalau mina padi kita ada harapan dari ikannya.
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionSigit Paryono mengatakan Mina Padi lebih 
menguntungkan petani sampai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Tanpa pestisida 
dan bebas hama
 Selain keuntungan ganda yang didapat dari lahan mina padi, harga jual padinya 
pun lebih mahal dibandingkan dengan padi biasa, karena bebas pupuk kimia.
 "Awalnya kita pakai pupuk tapi terus berkurang, sampai sekarang gak usah pake, 
nih liat padinya ga kalah dengan yang pake pupuk toh, besar-besar, kotoran ikan 
yang membantu (pertumbuhan padi)," jelas Sigit sambil menunjuk ke lahan padi 
yang berada di dalam genangan air kolam.
 Mina padi ini menggunakan 'pendekatan ekosistem' dan secara perlahan akan 
menghilangkan ketergantungan terhadap penggunaan pestisida.
 Kualitas padi dari lahan mina padi, menurut Slamet, juga lebih baik setelah 
diuji padi dari mina padi memiliki kadar glukosa yang lebih rendah.
 "Cocok untuk penderita diabetes, permintaan pun semakin banyak," kata dia.
 Keuntungan lain dari sistem mina padi adalah petani masih mendapatkan 
keuntungan walaupun padinya terkena hama.
 "Contohnya padinya terkena hama, kita bisa potong dan ikannya kita tambah 
pakan lagi 'kan masih (tetap) bisa dipanen," kata Sigit.
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionKeuntungan mina padi tergantung pada 
komoditas yang dibudidayakan. Meski begitu, Sigit menyebutkan mina padi lebih 
kebal hama dibandingkan sawah biasa.
 "Antara lain hama wereng dan tikus tidak ada, yang ada ya berang-berang," kata 
Sigit.
 Berang-berang biasanya menyerang ikan-ikan dan bisa merusak tanaman padi juga 
karena mereka berenang di sela-sela rumpun padi.
 Tak banyak peminat dan 'mahal'
 Meski mina padi lebih menguntungkan, kenyataannya tak banyak petani yang 
berminat beralih dari sawah konvensional. Sigit mengakui mengelola mina padi 
tak mudah dan cara kerjanya berbeda dengan petani biasa.
 "Mengelolanya kebanyakan ga bener seperti kasih pakannya (cara) buat caren dan 
kolam dalem itu ga sesuai, jadi malah rugi, kuncinya di perawatan dan kolamnya 
harus dalam, kalau petani konvensional itu kan agak sulit karena harus 
kehilangan lahan beberapa kan, padahal hasilnya lebih untung," kata Sigit.
 Selain itu, setiap malam Sigit juga harus mengawasi dan menyalurkan air sungai 
ke dalam kolam agar kedalaman kolam terjaga.
 "Kan kita keluar cari air, kita isi penuh (kolam) yang mina padi ini, kalau 
petani biasa kan lihat sawah seminggu sekali, agak susah kalau ga tekun," kata 
pria yang semula merupakan peternak ikan ini.
 Sulitnya mengelola mina padi itu membuat anggota kelompok taninya menyusut, 
dari jumlah 50 orang, kini hanya tersisa 10 orang. Selain di Cibluk, 
percontohan Mina Padi juga ada sejumlah desa di Kabupaten Sleman dan Kulon 
Progo.
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionSigit mengatakan petani yang menggeluti 
mina padi harus lebih telaten. Kepala bidang Perikanan Dinas Pertanian dan 
Perikanan Kabupaten Sleman, Sri Purwaningsih, juga mengakui sulit untuk 
mengajak petani beralih ke mina padi, walaupun lebih menguntungkan.
 Untuk itu dinas pertanian kabupaten Sleman melibatkan para petani muda untuk 
mengelola mina padi.
 "Kami sebagai lokomotif penggeraknya itu kaum muda yang punya kolam ikan, 
tetapi keluarganya atau ayahnya itu punya sawah, jadi mereka itu yang menjadi 
pilot projectnya, kalau mereka sudah bisa membuktikan, ternyata warga 
sekitarnya juga bisa tertarik pada mina padi. Ada 100 hektar dari potensi yang 
ada kurang lebih 2.000 hektar," jelas Kepala bidang Perikanan Dinas Pertanian 
dan Perikanan Kabupaten Sleman Sri Purwaningsih.
 Selain membutuhkan lebih banyak waktu, biaya awal untuk membuat Mina Padi juga 
lebih mahal dibandingkan petani kovensional.
 "Ya bisa mencapai 8 juta karena harus ada bibit ikan juga dan membuat kolam," 
kata dia.
 Bagaimana pertanian vertikal menemukan kembali pertanian? 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-39579311 Mengapa harga daging sapi di 
Indonesia mahal? http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41264222 Kementerian 
Kelautan dan Perikanan mengatakan sejak 2015 pemerintah bekerja sama dengan 
Badan Pangan Dunia FAO untuk mengembangkan mina padi di Sleman dan Kabupaten 
Limapuluh Kota Sumatera Barat, dengan luas 25 hektar tiap lokasi.
 Kini, selain di provinsi DIY, mina padi juga diterapkan di sejumlah desa di 
Sumatera Barat, Jawa Barat antara lain Sukabumi.
Hak atas fotoBBC INDONESIA Pemerintah kembangkan Mina padi Dirjen Perikanan 
Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan sekitar 210 hektar lahan pertanian 
sudah menerapkan mina padi, dan rencananya pada tahun depan akan mengembangkan 
300 hektar mina padi dengan anggaran RP 9 milliar.
 "Bantuan yang kita berikan model percontohan bagi masyarakat, adalah model 
percontohan pada masyarakat itu ikannya, benih padinya itu dari mereka. 
Pembuaran sarennya,termasuk kita latih mereka berbudidaya, bantuan benih dan 
pakan kita kasih termasuk kita arahkan ke mana dijualnya untuk pasarnya," kata 
Slamet.
 Namun, Slamet mengatakan tujuan utama pemberian bantuan untuk pengembangan 
mina padi ini untuk ketahanan pangan.
 "Padi sumber karbohidratnya dan ikan sumber protein," kata dia.
 Meski pemerintah memberikan bantuan, Slamet mengatakan masih ada petani yang 
menolak mengembangkan mina padi karena khawatir produksi padi turun dengan 
pembagian lahan sawah dan kolam ikan.
 "Kita kurang ada dukungan, tapi sudah mulai meningkat dukungan karena karena 
sudah melihat langsung bahwa pengurangan lahan 20% tidak menurunkan produksi," 
kata Slamet.
 KKP menyebutkan dari delapan juta hektar lahan pertanian di Indonesia, sekitar 
4,9 juta diantaranya cocok untuk mina padi.
 "Syaratnya butuh sistem irigasi teknis yang baik, karena butuh banyak air 
untuk kolam," kata dia.

 

Kirim email ke