----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Senin, 11 Desember 2017 06.20.23 GMT+1Judul: [nasional-list] Wapres serahkan penghargaan rating kota cerdas Indonesia
Agaknyadi dunia ini hanya NKRI yang mempunyai kota-kota cerdas,tetapibagaimana dengan keadaan kecerdasan penduduk kota cerdas?hehehehehehe https://www.antaranews.com/berita/670351/wapres-serahkan-penghargaan-rating-kota-cerdas-indonesia Wapres serahkan penghargaan ratingkota cerdas Indonesia Senin, 11 Desember 2017 11:31 WIB Wakil Presiden Jusuf Kalla (ANTARA /Wahyu Putro A) Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kallamemberikan penghargaan kepada 15 kota terbaik yang masuk dalamkategori utama Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017, yaitu RatingKota Menuju Cerdas (Smart City) . Pemberian penghargaandilakukan di Istana Wakil Presiden Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta,Senin. Kegiatan yang digelar oleh Institut Teknologi Bandung(ITB) ini, adalah hasil tindak lanjut dari rangkaian kegiatan surveidan kajian kesiapan kota cerdas terhadap 93 kota di seluruh Indonesiayang telah dibuka Wapres di tempat yang sama pada 4 Mei 2017. Ke-15Kota yang mendapat penghargaan yaitu Kota Besar: Surabaya, Bandung,Semarang, Bekasi, Tangerang Selatan; Kota Sedang: Denpasar, Binjai,Manado, Yogyakarta, Kediri; Kota Kecil: Magelang, Sawahlunto,Bontang, Tual, dan Bukittinggi. RKCI merupakan kegiatan yangdilakukan untuk melakukan pemetaan sehingga tiap kota mampu menjadiKota Cerdas berdasarkan potensi dan karakternya masing-masing.Kegiatan pemetaan ini merupakan kegiatan 2 tahunan dan dimulaipertama kali pada tahun 2015. Kota Cerdas adalah kota yangdapat mengelola berbagai sumberdayanya secara efektif dan efisienuntuk menyelesaikan berbagai tantangan kota menggunakan solusiinovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk menyediakaninfrastruktur dan memberikan layanan-layanan kota yang dapatmeningkatkan kualitas hidup warganya Tujuannya diharapkanmampu menjadi pendorong terwujudnya redistribusi pembangunan kota dandesa serta mengurangi kesenjangan antarkota di Indonesia. Pewarta: Jaka Sugianta Editor: Fitri Supratiwi
