----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Jumat, 15 Desember 2017 04.57.52 
GMT+1Judul: [GELORA45] PKL Tanah Abang: Anies-Sandi Top deh, PKL Boleh Dagang 
di Trotoar, Zaman Pak Ahok Diangkut
     








PKL Tanah Abang: Anies-Sandi Top deh, PKL Boleh Dagang di Trotoar, Zaman Pak 
Ahok Diangkut


 Rabu, 13 Desember 2017 15:25 WIB


Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com

Suasana Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2017). 



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah seorang pedagang minuman yang berjualan di 
sekitar trotoar Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku beruntung Jakarta 
dipimpin oleh Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno 
sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.





Ungkapan tersebut dikatakan Asih (bukan nama sebenarnya) saat ditemui 
Kompas.com di trotoar Stasiun Tanah Abang yang mengarah ke Blok G Pasar Tanah 
Abang.



Asih mengaku, sejak Anies-Sandi memimpin Jakarta, dia dan beberapa rekan 
pedagang lainnya bisa kembali berjualan di atas trotoar.




"Top deh pokoknya PKL boleh jualan di trotoar, yang penting enggak lewatin 
garis kuning," ucap Asih sambil melayani pembeli, Rabu (13/12/2017).

Baca: Sandiaga Uno Pastikan Pekan Depan Konsep Penataan PKL Tanah Abang Rampung

Menurut Asih, pemerintahan Anies-Sandi lebih longgar ketimbang pada saat 
Jakarta dipimpin oleh Ahok-Djarot.

"Kalau waktu zaman Pak Ahok ini langsung diangkut-angkutin enggak boleh 
jualan," kata Asih.
 Suasana Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa 
(12/12/2017).(Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com) ()
Asih juga meminta pasangan Anies-Sandi untuk tetap mempertahankan kelonggaran 
peraturan tersebut. Dengan kelonggaran yang diberikan, dia yang merupakan warga 
Palmerah, Jakarta Barat, ini bisa menghidupi keenam anaknya.

Malah, Asih meminta, kalau pun tidak diperbolehkan berjualan di trotoar, 
terlebih dahulu disiapkan pekerjaan pengganti agar dirinya tetap bisa menafkahi 
anak-anaknya.

"Saya juga enggak pengen jualan kaya gini, panas kepanasan, kalau ada pekerjaan 
lain kan yang ada gajinya saya tenang," kata Asih.

Senada dengan Asih, salah seorang pedagang somay bernama Sugeng mengaku tidak 
khawatir lagi dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang biasa 
melakukan penertiban.

"Enggak kucing-kucingan lagi, kalau sekarang Satpol PP lewat suruh beresin ya 
kita beresin, kalau dulu langsung diangkut makanya kucing-kucingan," ucap 
Sugeng.

Baca: Kericuhan Terjadi Saat Penertiban PKL Tanah Abang

Selain itu, berjualan di atas trotoar juga membuatnya tidak perlu repot-repot 
membayar sewa lahan. Sebab, selama berjualan di atas trotoar di Tanah Abang, 
dia belum pernah sepeser pun dimintai iuran.

"Enggak ada iuran, ya paling kalau ada yang minta kita kasih seikhlasnya, tapi 
bukan iuran sewa lahan," kata Sugeng.

Lain halnya dengan Najamudin, salah seorang pedagang pakaian yang berjualan di 
atas trotoar tepat berada di seberang stasiun. Dia harus membayar uang sewa 
setiap bulannya sebesar Rp 1 juta.

"Bayar tiap bulan, ada juga yang harian. Meskipun bayar tapi kan kita bisa 
jualan disini, orang yang beli juga banyak," kata Najamudin.

Menurut Najamudin, uang iuran tersebut sifatnya tidak resmi. Jadi, jika 
sewaktu-waktu ada penertiban, dia hanya bisa pasrah untuk membereskan 
dagangannya.

"Ya kalau disuruh diberesin ya kita beresin, tapi kalau sudah enggak ada Satpol 
PP ya kita pasang lagi," ucapnya.



Penulis: Iwan Supriyatna
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: "Anies-Sandi Top PKL Boleh 
Dagang di Trotoar, Zaman Pak Ahok Diangkut"



    

Kirim email ke