----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Jumat, 15 Desember 2017 05.56.19 
GMT+1Judul: [GELORA45] KPAI: Buku 'Yerusalem Ibu Kota Israel' Bersumber dari 
Depdiknas 2009
     





"KPAI menyimpulkan bahwa buku-buku tersebut diterbitkan secara resmi oleh 
negara, dalam hal ini adalah oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan 
Nasional, pada tahun 2009. Kemudian, para penerbit, seperti Yudistira, Intan 
Pariwara, dan lain-lain, kemudian mencetak atau memperbanyak dan dijual," 
demikian keterangan tertulis Komisioner KPAI Retno Listyarti, Jumat 
(15/12/2017).


...
Jumat 15 Desember 2017, 10:15 WIB


KPAI: Buku 'Yerusalem Ibu Kota Israel' Bersumber dari Depdiknas 2009


Fajar Pratama - detikNews



Komisioner KPAI Retno Listyarti (Ari Saputra/detikcom)




Jakarta - KPAI menarik kesimpulan ada peran pemerintah dalam beredarnya buku 
dengan konten 'Yerusalem Ibu Kota Israel'. Menurut KPAI, buku-buku tersebut 
diterbitkan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional pada 2009, lalu 
diperbanyak oleh para penerbit.

"KPAI menyimpulkan bahwa buku-buku tersebut diterbitkan secara resmi oleh 
negara, dalam hal ini adalah oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan 
Nasional, pada tahun 2009. Kemudian, para penerbit, seperti Yudistira, Intan 
Pariwara, dan lain-lain, kemudian mencetak atau memperbanyak dan dijual," 
demikian keterangan tertulis Komisioner KPAI Retno Listyarti, Jumat 
(15/12/2017).

Retno mengatakan maksud dan tujuan pembelian hak cipta naskah buku oleh 
pemerintah adalah menekan harga buku pelajaran agar murah. Sayangnya, kata 
Retno, proses seleksi dan penilaian bukunya diduga memiliki kelemahan pada 
penelaah isi dan editan. 





"Oleh karena itu, KPAI mempertimbangkan untuk berkoordinasi dan meminta 
keterangan dari pihak Kemendikbud juga untuk mencari solusi bersama," kata 
Retno.

Kemendikbud belum berkomentar mengenai kesimpulan dari KPAI ini. Mendikbud 
Muhadjir Effendy- yang dilantik presiden pada 2016--menyatakan sangat 
menyesalkan adanya kesalahan dalam penulisan ini.

"Segera ralat," kata Muhadjir dalam kesempatan sebelumnya.

Dalam buku IPS kelas VI yang dicetak oleh Intan Pariwara, pada tabel 
negara-negara Asia Barat yang totalnya 19 negara, seperti Arab Saudi, Irak, 
Iran, Yaman, dan lain-lain, termasuk Israel, ada kolom wilayah besar, seperti 
Asia Selatan, Asia Barat, Asia Tengah, dan sebagainya, kemudian nama negara dan 
ibu kotannya. Di tabel Asia Barat itulah tertulis di kolom negara 'Israel' dan 
di kolom ibu kota 'Yerusalem'. 

Sedangkan di buku IPS kelas VI yang dicetak oleh Yudistira, pada bahasan 
negara-negara di Benua Asia, ada tabel negara-negara di Benua Asia. Tabel 
tersebut terdiri atas 3 kolom, yaitu kolom nomor, nama negara, dan nama ibu 
kota negara. Nama negara diurut sesuai abjad, negara Israel pada urutan nomor 7 
dan di kolom ibu kota tertulis 'Jerusalem'. Sedangkan Negara Palestina di 
urutan 12 dengan ibu kotanya hanya diisi tanda hubung (-) alias kosong. 

Dari penjelasan penerbit Yudistira dengan nomor surat 12/Pnb-YGI/XII/2017 
tertanggal 12 Desember 2017, data 'Yerusalem ibu kota Israel' bersumber dari 
World Population Sheet 2010. 
(fjp/dkp)




    

Kirim email ke