----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Bagus Muslimin 
[email protected] [nasional-list] <[email protected]>Kepada: 
negaraku group <[email protected]>Terkirim: Kamis, 14 Desember 2017 
16.12.44 GMT+1Judul: [nasional-list] Walikota Tri Rismaharini Bantah Putranya 
Bermain Proyek Alat Peraga Pendidikan Rp. 6 Milyar di Surabaya
     

Radar 
Onlinehttps://radaronline.id/2017/12/11/walikota-risma-bantah-putranya-bermain-proyek-alat-peraga-pendidikan/
Walikota Tri Rismaharini Bantah Putranya Bermain Proyek Alat Peraga Pendidikan  
Rp. 6 Milyar di Surabaya
Sebagai Walikota Surabaya rupanya Dr. Ir. Tri Rismaharini, namanya sering 
dicatut & sering mendapat fitnah dari beberapa pihak. Bahkan belakangan ini 
banyak info beredar tentang keterlibatan putranya dalam proyek anggaran 
Pemerintah.
Diantaranya sorotan dari P3KS- Perkumpulan Peduli pendidikan Kota Surabaya yang 
baru-baru ini menyampaikan pendapat kepada dinas pendidikan kota Surabaya 
terkait Pengadaan Paket Peralatan Pendidikan IPS SMP, senilai Rp. 
6.166.875.000,- dengan sumber dana APBD kota Surabaya tahun anggaran 2017
Terkait pengaduan dari P3KS yang diterimanya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini 
memberi klarifikasi dan membantah bahwa putranya bermain proyek di Surabaya.

Jika dirasa ada kejanggalan tentang kebijakan dinas pendidikan kota Surabaya 
dalam hal yang terkait dengan persoalan tersebut, masyarakat bisa langsung 
menanyakan pada kepala dinas pendidikan kota Surabaya yakni bapak Ikhsan, 
melalui ponselnya 08123267517.
Karena memang pemerintah kota Surabaya sudah lama mempraktekkan sistem 
keterbukaan publik yang bisa diakses oleh masyarakat

Dengan sistem keterbukaan yang berbasis sistem elektronik dalam segala 
kebijakan & kegiatan pemerintah kota Surabaya tersebut, memang juga bisa 
dilihat bahwa apa yang disampaikan oleh P3KS tentang kejanggalan pelaksanaan 
kebijakan dinas pendidikan kota Surabaya itu juga berdasar info/data yang bisa 
diunduh dari website pemerintah kota Surabaya, yang berisi perencanaan, 
kontrak2, mekanisme2nya dll

Karena adanya sistem keterbukaan dan dalam kebijakan memberi kepercayaan dan 
kewenangan penuh pada bawahannya, walikota Surabaya sudah sering memberi arahan 
pada para pejabat di lingkungan pemerintah kota Surabaya, agar tidak bermain2 
proyek dan anggaran. karena itu akan berakibat buruk bagi pembangunan. Dan 
terbukti tidak segan2 walikota Surabaya meminta aparat hukum untuk bertindak.
Diantara yang disorot oleh P3Ks adalah kenapa malah APBD kota Surabaya 
menganggarkan dana untuk alat peraga pendidikan, bukannya untuk pembelian 
komputer untuk kebutuhan sekolah menengah, dimana ramai diberitakan media bahwa 
 SMP Negeri di Surabaya saja masih banyak kekurangan komputer untuk keperluan 
unas (ujian nasional) online, dan baru akan direncanakan pada APBD tahun 2018. 
Sedangkan bantuan komputer untuk SMP swasta untuk kepentingan unas masih harus 
dipelajari lagi mekanismenya karena harus memakai skema hibah.

Kejanggalan selanjutnya adalah kenapa dalam pengadaan ini tampak sekali dengan 
secara cermat, dengan sengaja memilih barang2 alat peraga pendidikan yang tidak 
masuk e-katalog. Padahal banyak sekali barang alat peraga pendidikan sekolah 
menengah yang lebih dibutuhkan siswa yang sudah ada dalam e-katalog. Dengan 
memilih untuk membeli barang yang tidak masuk dalam e-katalog, maka ada 
indikasi akan membeli barang dengan harga yang tinggi yang kualitas dan 
harganya belum diverifikasi oleh lembaga yang berwenang seperti misalnya LKPP 
(Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah).
Padahal jika membeli alat peraga pendidikan SMP yang sudah masuk dalam 
e-katalog, itu kualitas sudah terverifikasi oleh lembaga yang berwenang dan 
harganya jauh lebih murah.

Terkaitdengan pengadaan peralatan pendidikan IPS SMP ini, P3KS juga menyoroti 
bahwa dengan membeli jumlah sebanyak 155paket yang berarti akan diberikan 
kepada 155 sekolah. Pertanyaannya, apakahjumlah SMP Negeri di Surabaya ada 
sebanyak itu? 
Dan jika ada yang akan diberikankepada sekolah menengah (SMP) swasta, kenapa 
untuk mendapatkan bantuan berupa komputer yangdiperlukan untuk unas saja masih 
akan dipelajari mekanismenya, tapi untukbantuan peraga pendidikan yang belum 
tentu dibutuhkan ini bisa langsung.
Maka P3KS menyarankan pada dinas pendidikan kota Surabaya, jika ada tekanan 
dengan menakut-nakuti bahwa pengadaan alat peraga IPS SMP ini dikatakan 
merupakan proyek dari putra walikota Tri Rismaharini, sebaiknya perlu dicek 
kepada walikota. Jadi tidak sekedar langsung percaya isu dan ancaman-ancaman 
yang mengatasnamakan ibu Risma dan keluarganya.
Apalagi, barang peraga pendidikan itu dibeli dari PT Fajar Multiguna yang 
beralamat di Griya Taman Asri BD- 18, Desa Tawang Sari, Kecamatan Taman, 
Sidoarjo itu dalam lelang pengadaan barang peraga pendidikan ini sebelumnya 
dinyatakan tidak lulus karena barang yangditawarkan, sertifikat merk yang 
terdaftar dari Dirjen Hak kekayaan IntelektualDepartemen KUMHAM RI, tidak 
sesuai antara yang ditawarkan dengan apa yang dibutuhkan dinas pendidikan kota 
Surabaya, sebagaimana yangtercantum pada dokumen pengadaan. 

Hal yang paling mencolok menurut P3KS adalah bahwa dalam kontrak antara dinas 
pendidikan kota Surabaya dengan PT Fajar Multiguna, terlihat indikasi bahwa 
kontrak itu cenderung menguntungkan perusahaan dan bisa sangat merugikan dinas 
pendidikan kota Surabaya yang merupakan pihak yang membeli dengan memakai uang 
negara    

Kirim email ke