https://seleb.tempo.co/read/1042465/najwa-shihab-komentari-drama-bisu-setya-
novanto?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_1
Najwa Shihab Komentari Drama Bisu Setya
Novanto
Reporter:
Tabloid Bintang
Editor:
Aisha Shaidra
Jumat, 15 Desember 2017 10:10 WIB
0 komentar
<https://seleb.tempo.co/read/1042465/najwa-shihab-komentari-drama-bisu-setya-novanto?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_1#comments>
30015
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://seleb.tempo.co/read/1042465/najwa-shihab-komentari-drama-bisu-setya-novanto?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_1#font-decrease>
+
<https://seleb.tempo.co/read/1042465/najwa-shihab-komentari-drama-bisu-setya-novanto?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_1#font-increase>
#
#
Najwa Shihab Komentari Drama Bisu Setya Novanto
<https://seleb.tempo.co/read/1042465/najwa-shihab-komentari-drama-bisu-setya-novanto?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_1>
Presenter Najwa Shihab membacakan penutup konser Penggalangan dana
Museum Hak Asasi Manasia Omah Munir bertajuk Menyalakan Kemanusiaan di
Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, 05 Desember 2017.
TEMPO/Nurdiansah
*TEMPO.CO*, *Jakarta* -Sidang lanjutan kasus E-KTP dengan terdakwa Setya
Novanto
<https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.tempo.co/tag/setya-novanto&ved=2ahUKEwjH0--ThYvYAhWDWLwKHWV4BFoQFjAAegQIBxAB&usg=AOvVaw0wqD1VYAQLdWO7i1uSwQW6>
di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, pada Rabu, 13
Desember siang, sempat diskors lantaran Ketua Umum Partai Golkar
nonaktif itu membisu saat ditanya hakim ketua.
Drama membisunya Setya Novanto di pengadilan membuat masyarakat
geregatan dan kesal karena selalu ada drama yang terjadi untuk
menghambat jalannya proses hukum.
Melihat sikap masyarakat seperti itu, Najwa Shihab
<https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.tempo.co/tag/najwa-shihab&ved=2ahUKEwjbnMnzhIvYAhWLE7wKHWoVCDYQFjAAegQICRAB&usg=AOvVaw2qx1Y1lEWd88V-OjDRlkVp> menganggap
wajar. Menurutnya apa yang ditunjukkan Setya Novanto disaksikan langsung
oleh publik.
"Menurut saya, karena itu sidang terbuka masyarakat bisa melihat, jadi
apa pun opini dan pendapat yang berkembang itu sesuatu yang tidak bisa
dihindari," ujar Najwa Shihab, di Trans TV, Jl. Tendean, Jakarta
Selatan, Kamis, 14 Desember 2017.
"Ada yang menilai itu upaya mempersulit persidangan, atau justru
beranggapan malah akan mempersulit terdakwa," tambah Najwa Shihab.
Sebelum sidang diskors, sempat ada perdebatan yang mengarah bahwa
terdakwa melakukan kebohongan dengan berpura-pura sakit.
"Menarik ketika pak Setya Novanto mengaku diare dan 20 kali ke kamar
kecil tapi ternyata kata petugas hanya 2 kali," tutur Najwa Shihab.
Masyarakat menyimpulkan sendiri apa yang didengar dan dilihat secara
langsung. Pemandu acara Mata Najwa itu pun tidak menyalahkan masyarakat
yang punya pemikiran negatif kepada Setya Novanto
<https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.tempo.co/tag/setya-novanto&ved=2ahUKEwjH0--ThYvYAhWDWLwKHWV4BFoQFjAAegQIBxAB&usg=AOvVaw0wqD1VYAQLdWO7i1uSwQW6>.
"Saya tidak menyalahkan masyarakat yang memiliki pandangan yang
cenderung negatif atas sidang kemarin. Karena mau tidak mau itu yang
terlihat," tutup Najwa Shihab
<https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.tempo.co/tag/najwa-shihab&ved=2ahUKEwjbnMnzhIvYAhWLE7wKHWoVCDYQFjAAegQICRAB&usg=AOvVaw2qx1Y1lEWd88V-OjDRlkVp>.
================
https://nasional.tempo.co/read/1042519/beda-dengan-setya-novanto-cerita-am-fatwa-sakit-di-persidangan?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_5
Beda dengan Setya Novanto, Cerita AM Fatwa
Sakit di Persidangan
Reporter:
Adam Prireza
Editor:
Ninis Chairunnisa
Jumat, 15 Desember 2017 13:14 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1042519/beda-dengan-setya-novanto-cerita-am-fatwa-sakit-di-persidangan?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_5#comments>
23005
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://nasional.tempo.co/read/1042519/beda-dengan-setya-novanto-cerita-am-fatwa-sakit-di-persidangan?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_5#font-decrease>
+
<https://nasional.tempo.co/read/1042519/beda-dengan-setya-novanto-cerita-am-fatwa-sakit-di-persidangan?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_5#font-increase>
#
#
Beda dengan Setya Novanto, Cerita AM Fatwa Sakit di Persidangan
<https://nasional.tempo.co/read/1042519/beda-dengan-setya-novanto-cerita-am-fatwa-sakit-di-persidangan?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_5>
AM Fatwa meninggal pada usia 78 tahun. AM Fatwa adalah politikus senior
yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan. Dia adalah politikus
tiga zaman, yaitu Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Dok. TEMPO/Dimas Aryo
TEMPO.CO, Jakarta- Pengamat Kriminal dan Psikolog Forensik Reza
Indragiri Amriel memiliki cerita menarik tentang figur almarhum Andi
Mappetahang Fatwa atau AM Fatwa <https://www.tempo.co/tag/am-fatwa>. Ia
pernah mendapat cerita tentang AM Fatwa yang bertingkah /malingering/
atau upaya melebih-lebihkan sakit untuk tujuan tertentu yang pernah
dilakukan saat anggota DPD RI itu menjalani persidangan.
Menurut Reza, cerita tersebut ia dapat langsung dari mulut AM Fatwa pada
2004 saat sedang berbincang di ruang kerjanya di Gedung MPR. "Beliau (AM
Fatwa) bercerita soal /malingering/ sambil tertawa, kami sambil
bercanda," kata Reza kepada Tempo pada Jumat, 15 Desember 2017.
Baca: Kenangan Masa Kecil Anies Baswedan bersama AM Fatwa
<https://nasional.tempo.co/read/1042437/kenangan-masa-kecil-anies-baswedan-bersama-am-fatwa>
Reza bercerita, saat itu ia sedang bekerja di Markas Besar Kepolisian
Rakyat Indonesia. Ia diminta bantuan untuk mengantarkan naskah sambutan
seorang petinggi Polri kepada AM Fatwa. Menurut Reza, naskah tersebut
nantinya digunakan untuk sambutan di buku biografi yang kala itu sedang
digarap Fatwa. "Ruangannya besar sekali, mungkin saya yang katro," kata
Reza seraya tertawa.
Di ruangan tersebut, Reza mengatakan mereka saling bercerita. Sama-sama
'orang' Muhammadiyah dan kekaguman Reza terhadap Partai Amanat Nasional
yang didirikan Fatwa, membuat suasana menjadi cair. Berbagai topik
obrolan sempat mereka bahas, seperti proses hukum, bentuk kekerasan,
teror, dan intimidasi yang dialami Fatwa di masa Orde Baru. Pada masa
itu, AM Fatwa merupakan oposan yang sangat keras mengkritik pemerintah,
salah satunya lewat ceramahnya.
Baca: AM Fatwa Sempat Nasehati Fahri Hamzah tentang Karir Politiknya
<https://nasional.tempo.co/read/1042277/am-fatwa-sempat-nasehati-fahri-hamzah-tentang-karir-politiknya>
Kemudian, kata Reza, sampailah obrolan mereka kepada kisah dramatis
malingering yang dilakukan Fatwa. Sambil bercanda, Fatwa menceritakan
betapa saat dipenjara ia 'diazab' habis-habisan. "Beliau cerita sampai
sakit berkali-kali saat dipenjara itu," ujarnya.
Cerita paling seru, menurut Reza, adalah ketika Fatwa menceritakan aksi
dramatisnya saat menjalani persidangan. Kala itu, Fatwa menggunakan kaos
oblong, sarung tidur, dan alas kaki. Tak lama duduk di kursi terdakwa,
Fatwa sengaja menghuyung-huyungkan badannya hingga ambruk dan jatuh ke
lantai sidang.
Ia pun membiarkan sarungnya tersingkap sedemikian rupa sehingga alat
kelaminnya terlihat. "Beliau memang sudah persiapan tidak memakai celana
dalam," kata Reza.
Melihat hal tersebut, majelis hakim langsung menutup persidangan. Fatwa,
kata Reza, berhasil mengelabui mereka dengan melakukan partial
malingering. Maksudnya, Fatwa memang sakit kala itu, namun ia berhasil
melebih-lebihkan tanda-tanda kesakitannya sehingga terlihat heboh. "Saat
bercerita itu saya membayangkan betapa kagetnya pasti majelis hakim,"
ujar Reza.
Reza pun membagikan kisah ini lewat aplikasi pesan singkat. Hal
tersebut, menurut dia, merupakan respon terhadap terdakwa kasus korupsi
Setya Novanto yang diduga berpura-pura sakit saat menjalani persidangan
di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Rabu, 13 Desember. Saat itu,
Setya mengaku sedang diare dan dua kali meminta izin kepada majelis
hakim untuk ke toilet.
"Yang dilakukan beliau (Fatwa) jelas beda dengan SN," kata Reza. "Beliau
(Fatwa) disidang karena banyak melakukan perlawanan terhadap pemerintah
Orde Baru."
AM Fatwa <https://www.tempo.co/tag/am-fatwa> meninggal di Rumah Sakit
MMC, Jakarta, pada usia 78 tahun karena sakit lever pada Kamis, 14
Desember kemarin. Ia dikenal sebagai tokoh reformasi. Mantan Wakil Ketua
MPR pada 2004-2009 ini dikenal sebagai pengkritik rezim Orde Lama dan
Orde Baru. Namanya tercatat sebagai salah satu penanda tangan Petisi 50.
Dia juga salah satu pendiri Partai Amanat Nasional bersama Amien Rais
pada 1999.
------------------------------------------------------------------------