Gempa Guncang Jawa, Peringatan Dini Tsunami di Jabar Hingga DIY | | Gempa Guncang Jawa, Peringatan Dini Tsu... | |
Berikut Data Gempa yang Terjadi Setelah Gempa Tasikmalaya | | Berikut Data Gempa yang Terjadi Setelah... | | - BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Dampak Gempa Jawa 6,9R Dinny Mutiah16Des 2017, 02:53 WIB Liputan6.com, Jakarta - BMKG menyatakan peringatan dinitsunami menyusul gempa 6,9 SR yang terjadi pada Jumat, 15 Desember 2017, diJawa Barat, berakhir. Dengan begitu, potensi terjadinya tsunami telahterlewati. Pencabutan peringatan itudisampaikan BMKG pada pukul 02.28 WIB. Warga yang sebelumnya diperingatkanuntuk menjauhi bibir pantai bisa kembali aman. Sebelumnya, sejumlah gempa susulanterjadi dengan kekuatan berkisar antara 2,9 SR hingga 3,3 SR dengan skala gempayang semakin mengecil. Kondisi permukaan laut di Pantai Pangandaran jugakembali normal sekitar pukul 02.00 WIB setelah sempat turun sesaat usaiterjadinya gempa. Meski begitu, sejumlah warga sudahdiperintahkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dilansir Antara, Kepala DesaPangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Iwan Herdiawan menuturkanpascagempa 6,9 Skala Richter pada Jumat malam, warga telah mengungsi ke daratantinggi yang salah satunya ke kawasan Purbahayu. "Masyarakat kami imbau agartetap waspada dan mereka sudah mengungsi ke daerah Purbahayu, itu daerah arahke gunung," kata Iwan Herdiawan, Sabtu dini hari. Iwan menuturkan guncangan gempa kaliini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan gempa pada 2006 di KabupatenPangandaran yang disusul dengan tsunami. "Waktu itu kekuatan gempanyatidak sebesar yang sekarang. Waktu terjadi tsunami Pangandaran, gempanya tidakyang sebesar seperti saat ini," kata dia. Menurut dia, hingga saat inipihaknya terus mencoba menenangkan warga namun mengimbau agar selalu tetapwaspada. "Secara teori, kalau terjadi tsunami itu intervalnya gempa dulubaru setelah 10 menit kemudian terjadi tsunami, tapi interval ini sudahterlewati, tapi tetap kami imbau untuk waspada," kata dia. Warga yang tinggal di pesisir pantaiKecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, juga mengungsi kedataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya tsunami yang diperkirakanmelanda laut selatan Tasikmalaya pada Jumat tengah malam. Kepala Desa Padawaras, KecamatanCipatujah, Tasikmalaya, Yayan Siswandi mengatakan warga yang berada di kawasanpantai sudah mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. "Warga di sepanjang pantaisudah diarahkan ke dataran yang lebih tinggi," katanya. Ia menyampaikan, setelah terjadinyagempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter di barat daya Tasikamalya, kondisisepanjang pantai Tasikmalaya gelap karena mati lampu. Petugas yang terjun ke pesisirpantai, kata Yayan, sudah mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati pantai."Semua diimbau menjauh dari pantai," kata Yayan. Ia mengatakan, sementara wargaberada di titik kumpul seperti Kantor Kecamatan Cipatujah, kantor desa danbangunan terbuka seperti sekolah yang lokasinya berada di dataran tinggi. Laporan sementara, kata dia, tidakada laporan korban jiwa, hanya laporan kerusakan yang belum dapat diketahuisecara rinci. "Kerusakan belum bisa dilaporkan secara detail," kataYayan. Gempa cukup kuat dirasakan disejumlah wilayah seperti Jabar, Jateng, DIY, dan Jakarta pada Jumat malam.Informasi BMKG, gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter terjadi pukul 23.47 WIByang berpusat di 43 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jabar.
