----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada: [email protected] <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 16 Desember 2017 18.15.25 GMT+1Judul: [GELORA45] Gempa 15 Desember 2017, Korban Jiwa 2 Orang
Data sementara, terdapat dua orang meninggaldunia, tujuh orang luka, 43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang,10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan. Jokowi:Alhamdulillah Tak Terjadi Apa-apa | | Gempa Jawa, Jokowi: Alhamdulillah Tak T... | | Gempa 15 Desember2017, Korban Jiwa 2 Orang, Berikut Ini Data Dari BNPB Sabtu, 16Desember 2017 09:03 WIB Salahsatu dampak gempa. Lokasi RS Banyumas Instagram/@bmkg_info SURYAMALANG.COM - Gempa dengankekuatan besar mengguncang kawasan pulau Jawa dan sekitarnya, Jumat(15/12/2017) malam. Gempa yang terjadi menjelang pergantianhari itu sempat dinyatakan berpotensi tsunami. Tapi informasi kewaspadaan terjadinyatsunami telah dicabut. Kepala Pusat Data Informasi dan HumasBNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, penanganan darurat dampak gempa bumi 6,9SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIYogyakarta masih terus dilakukan. Dari data sementara yang dihimpunPusdalops BNPB berdasarkan laporan BPBD, dampak gempa bumi terdapat dua orang meninggaldunia, tujuh orang luka, 43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang,10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan. "Daerah yang terdampak gempa yangmerusak terdapat di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar,Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes danBanjarnegara," kata Sutopo lewat pesan singkat yang diterima, Sabtu(16/12/2017). Menurutnya, pusat gempa berada di 6 kmarah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yangterdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya,Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat. "Dampak gempa di wilayah Jawa Baratadalah satu orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, 17 rumah rusak berat,59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan." "Sedangkan di Jawa Tengah, satuorang meninggal dunia, satu orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh,dan enam rumah rusak sedang," katanya. Sutopo menjelaskan, dua korban meninggaldunia adalah Hj Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari RT 04 RW02 KecamatanSadananya Kabupaten Ciamis, dan Ibu Aminah (80) waga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan. "Kedua korban meninggal tertimbuntembok yang roboh akibat gempa. Korban luka semua dirujuk ke rumah sakitsetempat," katanya. Sementara beberapa rumah sakit mengalamikerusakan sehingga pasien dievakuasi ke luar rumah sakit. Bangunan RSUD Banyumas mengalamikerusakan plafon ambrol, tembok yang retak, kebocoran instalasi pipa gasoksigen dan lainnya. Tak hanya itu, sebanyak 70 pasien dariruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayanidi PKU Gombong. "BPBD bersama dengan TNI, Polri,Basarnas, SKPD setempat, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat membantupenanganan darurat. Kepala BNPB terus berkoordinasi dengan Kepala BPBD dalampenanganan darurat gempa bumi," kata Sutopo. Tim Reaksi Cepat BNPB telah dikirimkanuntuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Pendataan terus dilakukan. Sementara itu, sebagian besar masyarakatyang evakuasi saat adanya peringatan dini tsunami sudah kembali ke rumahnya. Tidak ada tsunami yang terjadi disepanjang pesisir selatan Jawa. Gempa susulan telah terjadi sebanyak 7kali dengan magnitude yang kecil. Tidak ada dampak merusak dari gempa susulan. Aktivitas masyarakat secara umum telahkembali normal. Sutopo mengimbau agar masyarakat tetaptenang. "Hingga saat ini, ilmu pengetahuandan teknologi belum dapat memprediksi gempa secara pasti. Oleh karena ituselalu tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. " "Gempa bumi dapat terjadi setiapsaat di daerah-daerah yang rawan gempa. Saat terjadi gempa segera keluar darirumah dan bangunan, dan berlindung di tempat yang aman," kata Sutopo. (Tribunnews.com/ Wahyu Aji)
