----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sri Isni <[email protected]>Kepada: "[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 16 Desember 2017 15.38.31 GMT+1Judul: : Permohonan Mendalam Megawati kepada Jokowi... - Kompas.com
- Home - News - Nasional Permohonan Mendalam Megawati kepada Jokowi... Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Presiden Jokowi dan Ketum PDI-P Megawati berbincang dalam acara Rakornas PDI-P JAKARTA, KOMPAS.com - Rakornas Tiga Pilar PDIP Perjuangan menghadirkan permohonan mendalam Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputeri kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi). Permohonan itu terkait dengan tambahan anggaran untuk pengembangan riset dan penelitian di Indonesia yang dinilai sangat minim oleh Megawati. "Saya mohon dengan sangat, tinggi (kan) saja bapak (anggarannya), kalau bisa 5 persen (dari APBN) itu untuk research dan penelitian," ujarnya di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (16/12/2017). Sejak masih di DPR dulu hingga kini tutur Megawati, pemeritah tidak pernah mengalokasikan anggaran lebih dari 1 persen pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Baca juga : Pesan Megawati untuk Kepala Daerah yang Diusung PDI-P: Merakyat, Sederhana, Tidak Korupsi Padahal tutur dia, riset dan penelitian sangat diperlukan bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan kedaulatan ekonomi yang berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari). Dia berharap, jika anggaran riset tidak naik hingga 5 persen, maka paling tidak bisa mencapai 2,5 persen dari APBN. "Yang namanya research penelitian dari dulu sampai sekarang 1 persen (dari APBN) saja tidak pernah. Jadi menurut saya sangat aneh kalau kita bercita-cita untuk memajukan bangsa dan negara ini," kata Megawati. Bung Karno tutur dia, sudah mengingatkan bahwa pembangunan Berdikari harus membuka ruang yang seluas-luasnya kepada rakyat untuk turut bergotong royong membangun ekonomi bangsa. Oleh karenanya, sangat penting mempersiapkan rakyat yang berwatak pembangunan yaitu rakyat yang terdidik, terlatih, dan menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi, tetap berkepribadian dan berorientasi kepada kepentingan nasional. Atas dasar itu, Megawati menilai pemerintah perlu lebih memperhatikan riset dan penelitian di Indonesia. Kompas TV Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri juga terlihat hadir menyaksikan akad nikah Kahiyang dengan Bobby. PenulisYoga SukmanaEditorAprillia Ika Berita Terkait Megawati dan SBY Akan Jadi Jurkam pada Pilkada Jatim 2018 Pesan Megawati untuk Kepala Daerah yang Diusung PDI-P: Merakyat, Sederhana, Tidak Korupsi Bupati Kudus Optimistis Dapat Rekomendasi Megawati di Pilkada Jateng Bupati Sukoharjo: Soal Bakal Cagub Jateng Itu Kewenangan Megawati Megawati: Bantu Rakyat Tanpa Pandang Suku, Agama, dan Pilihan Politik Komentar Terkini Lainnya Internasional16/12/2017, 21:14 WIB Nasional16/12/2017, 21:07 WIB Olahraga16/12/2017, 21:03 WIB Internasional16/12/2017, 20:47 WIB Nasional16/12/2017, 20:28 WIB Nasional16/12/2017, 20:28 WIB Nasional16/12/2017, 20:24 WIB Megapolitan16/12/2017, 20:23 WIB Nasional16/12/2017, 20:11 WIB Nasional16/12/2017, 20:10 WIB Megapolitan16/12/2017, 20:04 WIB Olahraga16/12/2017, 20:02 WIB Internasional16/12/2017, 19:57 WIB Megapolitan16/12/2017, 19:48 WIB Megapolitan16/12/2017, 19:40 WIBLoad MoreClose Ads X -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "forumdiskusi" group. To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to [email protected]. To post to this group, send email to [email protected]. Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum. For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
tr?id=821834581260832&ev=PageView&noscript=1
Description: Binary data
