Toleransi sebagai sunnatullah dalam Islam dijelaskan Novel bahwa ketentuan-Nya 
toleransi wajib dijunjung tinggi, tapi Islam mengharamkan keberagaman dengan 
mengaburkan prinsip agama. Misalnya dengan mengucapkan selamat natal, merayakan 
natal. 

“Seperti yang dilakukan presiden, menteri, gubernur, wakil gubernur lain 
lakukan. Itu pembodohan, mendangkalkan akidah umat. Itu yang enggak boleh,” 
ungkapnya. 

 ...
 “Artinya Anies dan Sandi, menurut fatwa MUI 7 Maret 1981 dan fatwa MUI 2005, 
dinyatakan bahwa umat Islam diharamkan untuk merayakan Natal bersama,” ujarnya. 

 ...
 FPI Dukung Perayaan Natal Serentak di Monas 
https://tirto.id/fpi-dukung-perayaan-natal-serentak-di-monas-cBLg

 

 
 Sekjen DPD FPI Jakarta Novel Bamukmin (tengah). ANTARA FOTO/Sigid 
Kurniawan/pras/17. 

 Reporter: Shintaloka Pradita Sicca 
https://tirto.id/author/shintalokapradita?utm_source=internal&utm_medium=topauthor
 15 Desember, 2017dibaca normal 1 menit

 “Islam mengharamkan keberagaman dengan mengaburkan prinsip agama, seperti 
mengucapkan selamat natal,” ujar Novel
 Sekjen FPI Novel Bamukmin mengatakan bahwa pihaknya mendukung perayaan Natal 
di Monas karena hal tersebut merupakan bagian dari toleransi umat beragama.

 
 
 tirto.id https://tirto.id/?utm_source=internal&utm_medium=Article - Sekretaris 
Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin 
menyatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan rencana perayaan Natal 
serentak di Monumen Nasional (Monas) pada Januari, karena hal itu merupakan 
bagian dari toleransi umat beragama. 

Selain itu, Novel mengatakan bahwa rencana tersebut adalah bagian dari hak 
pemerintah daerah untuk memberikan izin Monas digunakan sebagai lokasi perayaan 
Natal. 

“FPI mendukung, yang mana Monas adalah tempat terbuka, lapangan rakyat. Memang 
sebelumnya lapangan tersebut 5 tahun lalu ditutup untuk umum, padahal itu 
lapangan rakyat. Anies ini membuka untuk menjadi lapangan rakyat, untuk 
kepentingan umat baik Islam atau agama lain. Itu kita dukung,” ujar Novel 
kepada Tirto pada Jumat (15/12/2017). 

Ia menjelaskan pentingnya menerapkan toleransi dalam beragama dan bernegara. 
Lantaran, toleransi adalah landasan sosial Islam yang sangat penting. 

“Islam ini Rahmatan Lil'alamin yang sangat menjunjung tinggi kemajemuka, 
perbedaan harus kita hargai,” terangnya. 

Toleransi itu dikatakan Novel juga harus diterapkan ketika agama tertentu 
mendapatkan diskriminasi baik dari pihak tertentu umat Islam sendiri maupun 
umat agama lain. Caranya dengan membela keadilan untuk pihak yang tertindas 
atau terdiskriminasi tersebut. Sehingga, toleransi patutnya tanpa terkecuali 
untuk keadilan. 

“Islam itu mengharamkan mengganggu, menghina agama lain, justru kita harus 
saling menghormati,” ucapnya. 

Toleransi sebagai sunnatullah dalam Islam dijelaskan Novel bahwa ketentuan-Nya 
toleransi wajib dijunjung tinggi, tapi Islam mengharamkan keberagaman dengan 
mengaburkan prinsip agama. Misalnya dengan mengucapkan selamat natal, merayakan 
natal. 

“Seperti yang dilakukan presiden, menteri, gubernur, wakil gubernur lain 
lakukan. Itu pembodohan, mendangkalkan akidah umat. Itu yang enggak boleh,” 
ungkapnya. 

Kendati tidak mempermasalahkan dan bahkan mendukung diadakannya Natal serentak 
di Monas, Novel mengungkapkan ada batasan dalam memberikan dukungan tersebut, 
yaitu akidah, yang perlu diperhatikan. 

“Dimana kita toleransi, dimana kita enggak boleh, dimana perbedaaan yang harus 
kita hargai, dan dimana kita lihat perbedaan yang wajib kita tolak,” kata dia. 

Sehingga, perayaan Natal serentak ia tekankan untuk tidak mendorong 
keikutsertaan umat Islam dalam acara. Sebatas membantu jalannya Natal berjalan 
lancar dan aman, ia persilakan. 

“Artinya Anies dan Sandi, menurut fatwa MUI 7 Maret 1981 dan fatwa MUI 2005, 
dinyatakan bahwa umat Islam diharamkan untuk merayakan Natal bersama,” ujarnya. 

Baca juga artikel terkait NATAL 2017 
https://tirto.id/q/natal-2017-jJZ?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword 
atau tulisan menarik lainnya Shintaloka Pradita Sicca  
https://tirto.id/author/shintalokapradita?utm_source=internal&utm_medium=lowauthor
 (tirto.id - shn/adr)

 

Kirim email ke