From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Wednesday, December 20, 2017 3:57 AM

  



https://dunia.tempo.co/read/1043526/jenderal-cina-perang-pecah-di-semenanjung-korea-maret-2018?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_6


 

Jenderal Cina: Perang Pecah di Semenanjung Korea Maret 2018 
Reporter: 
Terjemahan
Editor: 
Maria Rita Hasugian
Selasa, 19 Desember 2017 13:30 WIB 
 
Tentara dan warga Korea Utara mengunjungi patung Presiden Kim Il Sung dan 
Pemimpin Kim Jong Il saat memperingati ulang tahun ke-6 kematian pemimpin Kim 
Jong Il di Pyongyang, 18 Desember 2017. KCNA/via REUTERS 

TEMPO.CO, Jakarta -Jenderal pensiunan Cina memperingatkan, perang di 
Semenanjung Korea akan pecah antara saat ini hingga Maret 2018.

Letnan Jenderal Wang Hongguang ini kemudian mendesak Cina untuk segera 
memobilisasi pertahanan untuk mengantisipasi perang di Semenanjung Korea.

Baca: Antisipasi Perang, Cina Bangun Kamp Pengungsi Dekat Korea Utara

"Perang di Semenanjung Korea akan pecah kapan saja antara saat ini hingga Maret 
tahun depan," kata Wang dalam forum tahunan yang diselenggarakan harian Cina, 
Global Times, dan dikutip oleh Independent.co.uk, 18 Desember 2017.

Cina, Wang melanjutkan, harus siap secara mental atas potensi perang Korea 
terjadi dan mobilisasi pertahanan harus dilakukan di kawasan timur laut Cina.

Peta Fasilitas Nuklir Korea Utara dan pangkalan angkatan udara dan angkatan 
laut AS. Telegraph.co.uk

Baca: Kim Jong Un Perintahkan Semua Warga Korea Utara Keluar dari Cina

"Mobilisasi seperti ini bukan untuk melancarkan perang, tapi untuk tujuan 
defensif," kata Wang.

Selain itu, Wang juga memperingatkan resiko signifikan jika pecah perang di 
Semenanjung Korea, yakni kontaminasi nuklir dan gempa di Cina.

Adapun Korea Selatan memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa Korea Utara sudah 
dalam tahap final untuk menggunakan senjata nuklir.

Baca: Jika Kim Jong Un Serang Rudal Balistik, Ini Langkah Trump

Setelah peluncuran rudal nuklir antarbenua terbaru dan terkuat, Hwasong-15 pada 
29 November lalu, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengumumkan negaranya 
sepenuhnya sebagai negara pemilik senjata nuklir.


--------------------------------------------------------------------------------



                                                                                
      ==============


https://dunia.tempo.co/read/1043562/korea-selatan-panik-5-jet-militer-cina-melintas-tanpa-izin

Korea Selatan Panik, 
5 Jet Militer Cina Melintas Tanpa Izin 
Reporter: 
Yon Yoseph
Editor: 
Maria Rita Hasugian
Selasa, 19 Desember 2017 16:58 WIB 
 
Dua pesawat tempur Amerika Serikat, EA-18G Growler tiba di Pangkalan Udara 
Osan, Pyeongtaek, Korea Selatan, 4 Desember 2017. EA-18G Growler akan mengikuti 
latihan besar-besaran Angkatan Udara Amerika Serikat dan Korea Selatan, 
Vigilant Ace. AP/Ahn Young-joon

TEMPO.CO, Jakarta - Militer Korea Selatan panik menyaksikan 5 jet tempur 
militer Cina melintas memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea atau 
KADIZ tanpa izin atau tanpa pemberitahuan lebih dahulu. 

Kepala Staf Gabungan mengatakan Pusat Pengendalian dan Pelaksana Angkatan Udara 
mendeteksi 2 jet pengebom H-6, 2 jet tempur J-11 dan satu pesawat pengintai 
TU-154 memasuki KADIZ dari barat daya Ieodo pada Senin, 18 Desember 2017, 
sekitar pukul 10.10 waktu setempat.

Baca: Protes Amerika Soal THAAD, Cina Hukum Korea Selatan

Korea Selatan  yang panik karena 5 pesawat Cina itu muncul di wilayah udaranya 
di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Pasifik lantas mengirimkan jet 
tempurnya.

Seperti yang dilansir Korea Times pada 18 Desember 2017, Seoul membalas dengan 
mengirim jet tempur termasuk F-15K  mengejar 5 jet tempur Cina ke Zona 
Identifikasi Pertahanan Udara Jepang (JADIZ).

5 pesawat itu kemudian meninggalkan KADIZ dan terbang kembali ke Cina.

Baca: Jenderal Cina: Perang Pecah di Semenanjung Korea Maret 2018

"Jet tempur Korea Selatan yang mengacak area tersebut mengidentifikasi jenis 
pesawat militer Cina. Jet tempur kami melakukan tindakan taktis yang normal 
sampai pesawat Cina pergi," kata seorang pejabat di Kepala Staf Gabungan.. 

Beijing  yang mendapatkan peringatan secara hotline menjelaskan, penerbangan 
tersebut merupakan bagian dari latihan rutin dan  tidak berniat melanggar 
wilayah udara teritorial Korea Selatan.

KADIZ merupakan wilayah udara di atas tanah atau air yang ditetapkan oleh 
sebuah negara untuk mengidentifikasi dan mengendalikan kemungkinan masuknya 
pesawat musuh untuk kepentingan keamanan nasional. Konsep ADIZ berbeda dengan 
wilayah udara dan tidak didefinisikan dalam perjanjian internasional manapun. 
Hal ini menimbulkan kemungkinan terjadinya bentrokan tak disengaja antar negara.

Ini yang kedua kali pesawat militer Cina umemasuki KADIZ tahun ini.  Pada 9 
Januari lalu, juga terjadi dan 10 orang warga Cina diinterupsi.

Ieodo terletak sekitar 149 kilometer barat daya Pulau Jeju. Ieodo adalah zona 
pertahanan udara di Korea, Cina dan Jepang yang saling tumpang tindih.

Baca: Cina Usir 32 Misionaris Kristen Korea Selatan

Pada November 2013, Cina secara sepihak memperluas wilayahnya sendiri untuk 
menutupi wilayah udara di atas pulau Ieodo dan pulau-pulau lainnya di pesisir 
selatan Semenanjung Korea.

Pada Desember 2013, Korea Selatan mengumumkan perluasan KADIZ untuk melawan 
langkah Cina yang juga mencakup wilayah udara di atas pulau Ieodo dan pulau 
selatan Marado dan Hongdo.

Pesawat militer Cina sering memasuki KADIZ dan juga JADIZ, yang oleh pengamat 
melihat sebagai demonstrasi kekuatan nyata melawan negara-negara tetangga di 
tengah perselisihan teritorialnya dengan Jepang di Laut Cina Selatan serta 
perkembangan kerja sama militer antara Seoul, Tokyo dan Washington.

Penerbangan ke KADIZ datang hanya dua hari setelah Presiden Korea Selatan, Moon 
Jae-in kembali ke rumah dari kunjungan empat hari ke Cina untuk bertemu dengan 
Presiden Xi Jinping dan pemimpin lainnya. Moon dan Xi bertemu untuk membahas 
masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem pertahanan rudal Amerika Serikat 
dan tantangan lainnya.


--------------------------------------------------------------------------------

a.. Cina 
a.. Korea Selatan 




Kirim email ke