6 Ramalan Gus Dur Ini Terbukti Nyata, Soeharto hingga Jokowi Merasakannya, 
Bagaimana Ahok? 
http://kaltim.tribunnews.com/2017/12/19/6-ramalan-gus-dur-ini-terbukti-nyata-soeharto-hingga-jokowi-merasakannya-bagaimana-ahok?page=all
 
 Selasa, 19 Desember 2017 09:33
 

 
 
 santrigusdur.com
 
 
 Gus Dur 
 

 TRIBUNKALTIM.CO - Meski telah tiada, nama Presiden Keempat Republik Indonesia 
Gus Dur masih tetap jadi perbincangan.
 Bulan Mei lalu, video tentang ramalan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau 
yang kerap disapa Gus Dur menjadi berita terpopuler di TribunWow.com.
 
 Dalam video itu beberapa tokoh seperti mantan Kapolri Sutarman, Menko Bidang 
Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, KH Said Aqil Siradj dan beberapa tokoh 
lainnya tampak memberikan kesaksian mengenai sosok Gus Dur.
 

 Prediksi Gus Dur yang disampaikan pada beberapa tokoh ini terbukti benar-benar 
terjadi.
 Para tokoh ini kemudian bercerita dan terekam video dalam berbagai acara.
 Berikut ini enam ramalan Gus Dur yang terbukti berdasar video yang diunggah di 
media sosial Youtube.
 1. Tahun 1998 Gus Dur memprediksi Presiden Soeharto lengser dari kursi 
kepresidenan
 (gentaandalas.com) Rekaman video testimoni KH Bukhori Masruri saat Haul Gus 
Dur keempat.
 "11 bulan sebelum Soeharto jatuh, Saya Gus Dur, Mustofa Zuhad, Thoha pengurus 
NU Jogja."
 "Di kamar diajak bicara berbagai hal masalah tapi tiba-tiba Gus Dur bilang 
dalam Bahasa Jawa."
 "Wis rasah ngrembuk kuwi, Pak Harto sedelo meneh jatuh (Sudah tak usah bicara 
itu, sebentar lagi pak Harto jatuh)."
 "Kulo gumun Pak Harto iso jatuh pie (Saya heran bagaimana mungkin Pak Harto 
bisa jatuh) padahal saat itu Pak Harto diangkat menjadi Jenderal bintang lima 
artinya didukung oleh kekuatan bersenjata, didukung oleh kekuatan politik, 
didukung oleh kekuatan ekonomi dan didukung oleh opini publik."
 Demikian disampaikan oleh KH Bukhori pada rekaman video tersebut.
 Saat itu Soeharto tak mungkin bisa lengser, tapi kenyataannya bisa.
 2. Tahun 1999 Gus Dur memprediksi dirinya sendiri yang akan menjadi Presiden 
RI keempat
 Gus Dur dan Megawati Testimoni Luhut Binsar Pandjaitan saat haul Gus Dur 
keenam di Jakarta.
 Suatu ketika Luhut bertemu dengan Gus Dur, dan mengatakan jika Luhut tak perlu 
berangkat jadi Duta Besar karena sebentar lagi Gus Dur akan jadi presiden.
 Luhut sempat bengong dan tak mempercayai omongan Gus Dur.
 "Ndak Pak Luhut betul, ini kyai saya ada sembilan ada dari Lampung, dari, dari 
manalah gitu. Saya dapat bisikan kalau saya jadi presiden." ujar Luhut 
menirukan omongan Gus Dur.
 Dalam video tersebut Luhut tertawa kemudian disambut tawa dari khalayak ramai 
di situ.
 "Ah udahlah, dalam hati suka-sukamu lah," ujar Luhut.
 Luhut kemudian menyampaikan kalau ia tak mungkin batalkan jadi dubes.
 Kemudian Luhut berangkat menjadi dubes pada bulan September.
 "Loh kok nama Gus Dur sama Megawati udah mulai hitung-hitungan."
 "Loh kok Gus Dur namanya menang suaranya."
 "Tiba-tiba Presiden Republik Indonesia terus ada sholawat itu menang Gus 
Durnya."
 "Loh, Gus Dur Presiden Republik Indonesia, saya gak percaya."
 Khalayak di acara haul tersebut tertawa.
 "Itu baru omong beberapa minggu lalu atau beberapa bulan lalu itu jadilah 
presiden beliau," ungkap Luhut.
 Lalu ada video potongan saat Gus Dur menang suara, Megawati tampak menangis 
dan akhirnya Gus Dur jadi Presiden dan Megawati Wakil Presiden.
 3. Tahun 2010 Gus Dur memprediksi KH Said Aqil akan menjadi Ketua Umum PBNU
 KH Said Aqil Siradj Dalam video terlihat sebuah artikel dari website resmi 
milik NU yakni NU Online.
 Pada judul tertera 'Gus Dur Ramalkan Said Aqil Ketua Umum PBNU setelah 55 
Tahun'
 Ramalan Gus Dur menjadi kenyataan, Said Aqil terpilih pada Muktamar ke-32 NU 
di Makassar pada usia 56 tahun.
 Cerita tersebut disampaikan sendiri oleh Said Aqil saat acara tasyakuran 
sukses Muktamas di PP GP Ansor.
 "Saya tidak menceritakan ini sebelum Muktamar, nanti dikira kampanye," kata 
Said bergurau seperti tertulis pada artikel tersebut.
 Pada Muktamr ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, said Aqil yang 
bertugas sebagai ketua panitia pusat berniat mengajukan diri sebagai calon 
ketua umum dan Gus Dur tidak setuju.
 "Nanti sampeyan itu baru jadi Ketua Umum PBNU setelah umur 55," kata Gus Dur 
seperti ditirukan Said Aqil.
 "Saya tidak mengada-ngada, ada saksinya santri-santri saya di Ciganjur," ujar 
Said.
 Namun Said tetap maju dan akhirnya kalah bersaing dengan KH Hasyim Muzadi pada 
Muktamar ke-31 NU di Solo, Said masih berusia 50 tahun.
 4. Tahun 2013 Gus Dur memprediksi Jenderal Sutarman akan menjadi Kapolri
 Jenderal Sutarman Selanjutnya adalah pengakuan dari Jenderal Sutarman saat 
Haul Gus Dur keempat di Cianjur.
 "Pak Tarman nanti akan jadi Kapolda, Kapolda Metro nanati lalu jadi Kapolri. 
Almhamdullilah apa yang diucapkan beliau terlaksana betul," ujar Sutarman.
 5. Tahun 2014 Gus Dur memprediksi Jokowi akan menjadi presiden
 Joko Widodo. (KOMPAS.COM/ANDREAS LUKAS ALTOBELI) Dalam sebuah artikel di NU 
Online diceritakan mengenai ramalan Gus Dur yang memprediksi jika Joko Widodo 
akan menjadi Presiden RI.
 Padahal saat itu Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo.
 "Saya masih ingat tanggalnya 8 Januari 2006, Gus Dur hadir di Solo dalam acara 
'Njejegake Sakaguru Nusantara (Menegakkan Kembali Sokoguru Nusantara)' untuk 
menyampaikan orasi, pandangan-pandangannya dari berbagai perspektif tertutama 
dalam bidang politik," ujar Husein Syifa, koordinator Gusdurian Jawa Tengah 
pada artikel tersebut.
 Saat itu sebelum orasi Gus Dur dialog bersama KH Moeslim Rifai (Mbah Liem) dan 
Jokowi saat itu baru sekitar 6 bulan jabat Wali Kota Solo.
 Mbah Liem menepuk pundak Gus Dur,"Njenengan harus jadi presiden lagi Gus?"
 "Mboten ngaten (tidak begitu), Mbah," jawab Gus Dur.
 "Siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi 
Wali Kota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden!"
 Jokowi yang disebut namanya oleh Gus Dur hanya tersenyum dipikirnya hanya 
bercanda Gus Dur ini tapi ternyata kini menjadi kenyataan.
 6. Tahun 2015 Gus Dur memprediksi Ahok akan menjadi gubernur
 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN) Gus Dur 
juga pernah meramalkan jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menjadi gubernur.
 Hal iu disampaikan oleh Gus Dur kepada Ahok saat Pemilu di Bangka Belitung, 
kampung halaman Ahok.
 "Gus Dur kasih semangat waktu kita gagal di Babel," ujar Basuki Tjahaja 
Purnama (Ahok).
 "Udahlah Gus gak usah gugat-gugatlah orang Cina gak bisa jadi gubernur Gus. 
Gus Dur kasih semangat, ikut kampanye," ujar Ahok di acara Rosi Kompas TV.
 "Siapa bilang, jangankan jadi gubernur jadi presiden aja kamu bisa," ujar Ahok 
menirukan ucapan Gus Dur saat itu.
 7. Menunggu terbuktinya ucapan Gus Dur
 Ramalan Gus Dur tentang Ahok yang pertama sudah terbukti.
 Ahok diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang naik 
menjadi Presiden RI.
 Namun apakah Ahok bisa menjadi presiden sebagaimana yang telah diungkapkan 
oleh Gus Dur?
 
 Ini video https://www.youtube.com/watch?time_continue=6&v=L5SlD0hGSqg 
ramalan Gus Dur selengkapnya:
 

Kirim email ke