Akademisi Saudi desak masyarakat terima pengakuan Trump soal status Yerusalem


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Akademisi Saudi desak masyarakat terima pengakuan Trump soal status Yeru...

Ira Astiana

Let's be smart. Akademisi Saudi desak masyarakat terima pengakuan Trump soal 
status Yerusalem. Dia juga meminta ...
 |

 |

 |



Selasa, 19 Desember 2017 12:45Reporter : Ira Astiana

yerusalem. ©YourWay Israel Tours

Merdeka.com - Seorang akademisi Arab Saudi menyuarakan dukungan soal pengakuan 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas status Yerusalem sebagai ibu kota 
Israel. Dia juga meminta agar masyarakat Arab mengakui kota suci itu ada 
hubungannya dengan orang-orang Yahudi.

"Kita sebagai orang Arab harus memahami pihak lain dan tahu apa tuntutannya, 
sehingga kita bisa berhasil dalam upaya negosiasi perdamaian, agar tidak 
sia-sia," kata Kepala Pusat Studi Strategis dan Hukum Timur Tengah, Abdulhamid 
Hakim, dikutip dari laman Jerusalem Post, Selasa (19/12).

"Kita juga harus menyadari bahwa Yerusalem merupakan simbul religius dan suci 
bagi orang Yahudi, sama seperti Makkah dan Madinah bagi umat muslim," tambahnya.

Hakeem juga menekankan, Arab seharusnya membebaskan diri dari pemikiran mantan 
Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan warisan politik Islam baik Sunni maupun 
Syiah.

"Selama ini, hal itu merupakan kepentingan politik belaka dan memberikan budaya 
agar umat Islam membenci orang-orang Yahudi serta menolak sejarah mereka di 
wilayah ini," paparnya.

Pernyataan Hakim sontak mengundang berbagai reaksi kemarahan dari masyarakat. 
Mereka menyuarakan kecaman di media sosial.

"Orang-orang Arab Zionis membawa lebih bahaya daripada Zionis itu sendiri," 
tulis seseorang bernama A. Elmhay. [pan]

Kirim email ke