Tiongkok Desak AS Memandang Hubungan Kedua Negara secara Obyektif dan
Rasional
2017-12-20 12:31:37 CRI
Tiongkok mendesak Amerika Serikat berhenti membelokkan maksud strategi
Tiongkok, serta memandang dunia dan hubungan Tiongkok-AS di masa kini secara
objektif dan rasional. Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri
Tiongkok Hua Chunying dalam jumpa pers di Beijing pada hari Selasa(19/12)
kemarin. Ini merupakan tanggapan atas Laporan Strategi Keamanan Negara AS pada
hari Senin (18/12) lalu, yang mengkritik politik dalam negeri dan luar negeri
Tiongkok, serta menyebut Tiongkok sebagai saingan bagi kepentingan AS.
Hua Chunying mengatakan, Tiongkok dan AS masing-masing adalah negara
berkembang terbesar dan negara maju terbesar di dunia, sekaligus juga dua
ekonomi terbesar di dunia. Oleh karena itu, Tiongkok dan AS mengemban
tanggung-jawab penting dalam memelihara perdamaian dan kestabilan dunia serta
mendorong pembangunan dan kemakmuran global. Kedua negara juga memiliki banyak
kepentingan bersama. Kerja sama merupakan satu-satunya pilihan yang tepat bagi
Tiongkok dan AS, dan masa depan yang lebih indah hanya dapat terwujud melalui
hubungan win-win (menang bersama). Perselisihan antara Tiongkok dan AS sebagai
dua negara besar bukanlah hal yang aneh. Oleh karena itu, perselisihan
hendaknya ditangani secara baik-baik dengan cara yang konstruktif, di atas
dasar menghormati kepentingan inti dan keprihatian utama masing-masing pihak.
Hua Chunying menegaskan, rakyat Tiongkok berkeyakinan penuh terhadap
jalan pembangunan yang dipilih sendiri, yaitu Sosialisme dengan Karakteristik
Tiongkok. Sejarah dan fakta membuktikan, ini adalah sebuah jalan yang sesuai
dengan keadaan negara Tiongkok, dan telah membawa Tiongkok berubah menjadi
negara yang kuat dan sejahtera. Siapapun dan negara manapun tak dapat
menghalangi langkah Tiongkok dalam menempuh Sosialisme dengan Karakteristik
Tiongkok.
Hua Chunying juga telah memaparkan kebijakan dan pedoman utama diplomasi
Tiongkok, sementara menekankan, laporan dari negara manapun yang mencoba
memutar-balikkan kenyataan dan bermaksud menfitnah Tiongkok hanya akan menjadi
sia-sia belaka.
Hua Chunying menegaskan, Tiongkok sama sekali tidak akan mengembangkan
negara sendiri dengan mengorbankan kepentingan negara lain, namun juga tidak
akan mengorbankan hak dan kepentingan sahnya sendiri. Tiongkok secara teguh
menjaga kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunannya sendir. Siapapun
jangan pernah sekalipun bermimpi Tiongkok akan menelan pil pahit yang merugikan
kepentingan diri sendiri.