Sebenarnya ini ide yang sangat bagus disamping untuk mengurangi kebakaran saat musim kemarau juga untuk pengganti BBG. Jika ini dimanfaatkan kita tak perlu lagi ngebor gas dari perut bumi, sebab biaya ngebor jumlahnya sampai milyaran. Apalagi cadangan gas dari perut bumi sudah berkurang, kenapa proyek ini tidak dilelang pada investor asing saja. Walapun bagian kita dapat cuma 25-30 persen, lumayan jika dikalikan milyaran ton gambut.
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, December 20, 2017 1:25 PM Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Tanah Gambut Reaspons dari teman dari milis lain: Sejak tahun 1970an pemerintah NL pernah mengusulkan memproduksi briket gambut tetapi tidak mendapatkan respons yang diharapkan sebab ketika itu ada andalan pemasukan dari minyak. Kini cadangan minyak sudah menyusut dan tidak ada explorasi baru yang bisa menghasilkan tambang2 baru. Tetapi sekarang ada LPG dan ini yang dijadikan primadonna khususnya oleh Yusuf Kalla dengan proyek tangki Gas LPG 3 kg untuk menggantikan penggunaan minyak tanah. Proyek ini berjalan dan minyak tanah sudah tidak ada lagi di pasar. Asap yang sampai ke SG & Malaysia kebanyakan berasal dari pembakaran lahan oleh manusia untuk kepentingan perluasan perkebunan kelapa sawit. Kalau terbakarnya gambut (veen) biasanya karena combustion dan bukan man-made.
