https://nasional.tempo.co/read/1045155/jenderal-aktif-ikut-pilkada-pengamat-fenomena-
mengkhawatirkan?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_5
Jenderal Aktif Ikut Pilkada, Pengamat: Fenomena
Mengkhawatirkan
Reporter:
Hussein Abri
Editor:
Ninis Chairunnisa
Selasa, 26 Desember 2017 08:40 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1045155/jenderal-aktif-ikut-pilkada-pengamat-fenomena-mengkhawatirkan?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_5#comments>
1205937
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://nasional.tempo.co/read/1045155/jenderal-aktif-ikut-pilkada-pengamat-fenomena-mengkhawatirkan?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_5#font-decrease>
+
<https://nasional.tempo.co/read/1045155/jenderal-aktif-ikut-pilkada-pengamat-fenomena-mengkhawatirkan?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_5#font-increase>
#
#
Jenderal Aktif Ikut Pilkada, Pengamat: Fenomena Mengkhawatirkan
<https://nasional.tempo.co/read/1045155/jenderal-aktif-ikut-pilkada-pengamat-fenomena-mengkhawatirkan?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_5>
Komisioner KPU RI Arief Budiman membantu seorang penyandang disabilitas
mengikuti simulasi pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta di Pulau Pramuka,
Kepulauan Seribu, Jakarta, 4 Februari 2017. TEMPO/Imam Sukamto
TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah jenderal aktif di kesatuan TNI dan
Kepolisian RI dikabarkan akan mengikuti pemilihan kepala daerah
<https://www.tempo.co/tag/pilkada-2018> serentak 2018. Setidaknya ada
lima jenderal yang sudah siap berlaga di ajang lima tahunan tersebut.
Berkaitan dengan hal tersebut, pengamat politik dari Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, mengatakan majunya para jenderal
aktif itu merupakan fenomena baru di Indonesia. Sebab, menurut dia,
selama ini yang maju dalam Pilkada merupakan para jenderal yang sudah
pensiun.
Baca: Maju Pilgub Sumut 2018, Edy Rahmayadi Didukung 4 Partai
<https://nasional.tempo.co/read/1044073/maju-pilgub-sumut-2018-edy-rahmayadi-didukung-4-partai>
"Saat ini partai gagal melakukan kaderisasi, maka menunjuk jenderal
aktif yang punya jiwa kepemimpinan dan jaringan," kata Siti pada Senin,
25 Desember 2017.
Bagi Siti, fenomena tersebut mengkhawatirkan. Sebab, dikhawatirkan
terjadi kecurangan dalam pilkada akan lebih merajalela dengan fenomena
tersebut. Misalnya munculnya penekanan di daerah-daerah untuk memilih
calon tertentu atau tidak dilanjutkannya sengketa pemilihan dari Badan
Pengawas Pemilihan Umum oleh Polri.
Baca: PAN-Gerindra Jajaki Duet Suyoto-Moreno Suprapto di Pilgub Jatim
<https://pilkada.tempo.co/read/1045007/pan-gerindra-jajaki-duet-suyoto-moreno-suprapto-di-pilgub-jatim>
Semua itu, menurut dia, bisa terjadi karena berpihaknya Polri dan TNI
untuk memenangkan bekas prajuritnya dalam Pilkada. "Orientasi partai
saat ini hanya kemenangan dan keuntungan saja. Ditambah memegang Polri
dan TNI, maka akan lebih marak terjadi politik transaksional," kata Siti.
Beberapa jenderal yang dikabarkan akan maju dalam pilkada 2018
<https://www.tempo.co/tag/pilkada-2018> antara lain Kepala Korps Brimob
Polri, Inspektur Jenderal Murad Ismail di Pilkada Provinsi Maluku,
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal
Safaruddin, yang akan maju sebagai Calon Gubernur Kalimantan Timur,
Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Inspektur Jenderal
Anton Charliyan untuk pemilihan Gubernur Jawa Barat, Kepala Kepolisian
Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw, yang akan
maju dalam pemilihan Gubernur Papua, dan Panglima Komando Cadangan
Strategis Angkatan Darat TNI, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, yang akan
ikut dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara.
Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian meminta jenderal yang ikut
dalam pilkada untuk segera mengundurkan diri lebih awal sebelum
penetapan pasangan calon. "Supaya tidak terjadi konflik kepentingan,"
ujar dia. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menjamin TNI netral
meski ada jenderal yang maju. "Netralitas TNI di atas segalanya," kata dia.
------------------------------------------------------------------------
===============
https://fokus.tempo.co/read/1045219/pilkada-2018-lima-jenderal-siap-maju-jadi-calon-gubernur?
BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1
Pilkada 2018, Lima Jenderal Siap Maju Jadi Calon
Gubernur
Reporter:
Chitra Paramaesti
Editor:
Ninis Chairunnisa
Selasa, 26 Desember 2017 13:03 WIB
0 komentar
<https://fokus.tempo.co/read/1045219/pilkada-2018-lima-jenderal-siap-maju-jadi-calon-gubernur?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#comments>
10028
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://fokus.tempo.co/read/1045219/pilkada-2018-lima-jenderal-siap-maju-jadi-calon-gubernur?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-decrease>
+
<https://fokus.tempo.co/read/1045219/pilkada-2018-lima-jenderal-siap-maju-jadi-calon-gubernur?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-increase>
#
#
Pilkada 2018, Lima Jenderal Siap Maju Jadi Calon Gubernur
<https://fokus.tempo.co/read/1045219/pilkada-2018-lima-jenderal-siap-maju-jadi-calon-gubernur?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1>
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) menyerahkan surat
rekomendasi kepada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur
Maluku Murad Ismail (tengah) dan Barnabas Orno(kanan) seusai mengumumkan
bakal calon gubernur dan wakil gubernur empat daerah di DPP PDIP,
Jakarta, 17 Desember 2017. TEMPO/Ilham Fikri
TEMPO.CO, Jakarta- Pemilihan kepala daerah
<https://www.tempo.co/tag/pilkada-2018> serentak 2018 akan diramaikan
oleh sejumlah figur jenderal aktif dari kesatuan TNI dan Polri sebagai
calon gubernur. Fenomena ini dinilai sebagai fenomena baru yang terjadi
dalam pesta rakyat lima tahunan itu.
Meski begitu, bukan berarti para jenderal itu memiliki peluang yang
lebih besar dibandingkan calon dari sipil. Direktur Lembaga Monitor
Indonesia Ali Rif'an mengatakan kondisi politik saat ini berbeda dengan
kondisi di zaman orde baru.
Menurut dia, saat ini perwira tinggi dari TNI maupun Polri yang ikut
dalam kacah perpolitikan memiliki potensi yang sama dengan sipil. “Gigi
politiknya tidak seperti zaman orde baru. Orde baru perwira maju, sudah
selesai semua, sekarang biasa saja, kalau dilihat secara umum,” kata dia
kepada Tempo pada Selasa, 26 Desember 2017.
Baca: Jenderal Aktif Ikut Pilkada, Pengamat: Fenomena Mengkhawatirkan
<https://nasional.tempo.co/read/1045155/jenderal-aktif-ikut-pilkada-pengamat-fenomena-mengkhawatirkan>
Dalam catatan Tempo, setidaknya ada lima jenderal dari TNI dan Polri
yang akan maju dalam pilkada 2018. Berikut nama-namanya:
- Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi
Pria kelahiran Sabang, Aceh, ini diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan
PAN untuk maju di Pilkada Sumatera Utara. Edy yang saat ini menjabat
sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat mengajukan
pensiun dini agar dapat menjadi Gubernur Sumut. Tidak sejalan dengan
keinginannya, Panglima Hadi Tjahjanto membatalkan mutasi 16 perwira
tinggi TNI lewat surat keputusan Nomor Kep/982.a/XII/2017 pada Selasa,
19 Desember 2017. Edy termasuk perwira yang dibatalkan sebagai Pati
Markas Besar Angkatan Darat yang akan mengajukan pensiun dini.
- Inspektur Jendral Polisi Safaruddin
Perwira Tinggi Kepolisian RI yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian
Daerah Kalimatan Timur ini, digadang-gadang akan maju di Pilkada Kaltim
2018 lewat gerbong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun hingga
saat ini partai tersebut belum mendeklarasikan Safarudin untuk maju
sebagai calon gubernur Kalimantan Timur..
Baca: PAN-Gerindra Jajaki Duet Suyoto-Moreno Suprapto di Pilgub Jatim
<https://pilkada.tempo.co/read/1045007/pan-gerindra-jajaki-duet-suyoto-moreno-suprapto-di-pilgub-jatim>
- Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan
Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri ini pernah menjabat
sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat pada 2016. Dia lulus dari
Akademi Polisi tahun 1984 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Anton
diakbarkan akan diusung oleh PDIP untuk memenangkan suara di Jawa Barat.
- Inspektur Jenderal Murad Ismail
Kepala Korps Brimob Polri ini diusung oleh Partai Nasdem untuk maju di
Pilkada Maluku 2018. Sebelum menjadi Kepala Korps Brimob, Murad sempat
menjadi Kapolda Maluku di tahun 2013 hingga 2015. PDIP juga telah
memberikan dukungan kepada Murad. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
telah mengumumkan pencalonannya yang dipasangkan dengan kader PDIP,
Barnabas Orno.
- Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw
Putra Papua yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah
Sumatera Utara ini akan maju dalam pemilihan calon gubernur
<https://www.tempo.co/tag/pilkada-2018> Papua. Sebelumnya Paulus
menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Dia
diusung oleh Partai Golongan Karya untuk menjadi orang nomor satu di Papua.
Berkaitan dengan itu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian
mengatakan anggotanya yang sudah mendaftar pilkada agar segera mengurus
permohonan pengunduran diri. Menurut dia, langkah tersebut dianjurkan
agar tidak timbul persepsi buruk bagi kepolisian. Tito khawatir
masyarakat akan menganggap polisi menyalahgunakan jabatan tersebut untuk
mempengaruhi publik saat menggunakan hak pilihnya di pemilihan umum.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan hal yang sama.
Menurut dia, jika salah satu perwira tinggi ingin mengikuti pencalonan
kepala daerah, itu merupakan haknya sebagai warga negara. Namun,
Panglima Hadi tidak menegaskan diizinkan atau tidaknya perwira tinggi
TNI untuk pensiun dini dan mencalonkan diri sebagai kepala daerah.