Dari pernyataan Korea Selatan, tampak bahwa Korea Selatan tidak
menginginkan adanya peperangan. Malah sudah ngalah banyak, tidak pasang
anti rudal yang paling modern, yang mau dipasang Amerika.
Apalagi kalau lihat benderanya yang berlambang Yin dan Yang ?
Korea utara juga tidak akan memulai peperangan kalau baca pernyataannya.
Tiongkok pasti tidak. Perang di Korea utara akan mengakibatkan jutaan
pengungsi masuk ke Tiongkok.Kalau Korea Utara kalah, akan lenyap negeri
penyangganya. Inginnya semua maju dengan One Belt One Road.
Hanya Amerika yang kawatir hegemoninya terlepas. Bahaya seperti ini sudah
sejak jaman dulu dianalisa oleh Thucydides. Negara yang kawatir kehilangan
hegemoninya akan melakukan perang. Apalagi dengan sudah siapnya ratusan
pangkalan militer dengan banyak senjata pemunah.
Dengan dilaksanakannya resolusi PBB, apa mungkin RRT dan Russia akan kirim
bantuan kemanusiaan ? Dalam bentuk apa saja? Pasti idak menginginkan
pengungsi masuk ke negerinya?
Kalau Amerika mau embargo pakai kapal2, bantuan tetap bisa masuk lewat
darat.
Kalau terpaksa, justru Korea utara akan memajukan pertaniannya untuk dapat
self supporting. Batu baranya yang tidak bisa diexport keluar, bisa2
dijadikan gas sebagai bahan bakar atau jadi bensin seperti di Afrika
Selatan dan Tiongkok di Mongolia :
http://www.post-gazette.com/business/businessnews/2006/08/17/South-Africa-has-a-way-to-make-oil-from-coal/stories/200608170378
Menarik juga bahwa Korea utara menawarkan investasi besar2an di bidang
turisme.
Kalau Korea Utara tingkat kemampuannya sudah tinggi, munkin sudah tidak
perlu melanjutkan penembakan dengan rudal ? Kemungkinan bisa ada perdamaian
?
KH

Kirim email ke