Desa Abu Dis diusulkan jadi ibu kota Palestina 
https://www.merdeka.com/dunia/desa-abu-dis-diusulkan-jadi-ibu-kota-palestina.html
 Rabu, 27 Desember 2017 12:00Reporter : Fellyanda Suci Agiesta 
https://www.merdeka.com/reporter/fellyanda-suci-agiesta/
 
https://facebook.com/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fdunia%2Fdesa-abu-dis-diusulkan-jadi-ibu-kota-palestina.html
  
https://twitter.com/share?text=Desa%20Abu%20Dis%20diusulkan%20jadi%20ibu%20kota%20Palestina%20%7C%20merdeka.com&url=https%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fdunia%2Fdesa-abu-dis-diusulkan-jadi-ibu-kota-palestina.html&via=merdekadotcom
  
https://plus.google.com/share?url=https%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fdunia%2Fdesa-abu-dis-diusulkan-jadi-ibu-kota-palestina.html
  80 SHARES



 Demonstran Palestina berpakaian Santa Claus kecam Trump. ©2017 
REUTERS/Mohammed Salem

 
 Merdeka.com - Mantan Pemimpin Hamas di Gaza, Ismail Haniyeh, mengatakan dalam 
sebuah pertemuan di Jalur Gaza, Selasa (26/12), Hamas menerima informasi 
mengenai rencana Amerika Serikat yang menawarkan kepada seorang pemimpin 
Palestina, agar Abu Dis menjadi ibu kota Palestina. Abu Dis merupakan sebuah 
desa Palestina di dekat Yerusalem Timur.
 Dalam sebuah pernyataan kepada media lokal, Haniyeh mengatakan pemerintah AS 
mengusulkan kepada Otoritas Palestina (PA) bahwa Abu Dis menjadi ibukota 
Palestina di masa depan, yang terhubung dengan kompleks Al-Aqsa dengan sebuah 
jembatan.
 Rencana tersebut sekaligus mengusulkan untuk membagi Tepi Barat menjadi tiga 
bagian dan menciptakan daerah otonom di Jalur Gaza.
 Abu Dis, sebuah desa kecil yang menghadap ke Kota Tua Yerusalem ke barat daya 
dan Lembah Yordan di sebelah timur, dinamai oleh Pangeran Mahkota Saudi 
Mohammed bin Salman sebagai negara Palestina masa depan, seperti yang 
dilaporkan di New York Times pada tanggal 3 Desember.
 "Rencana tersebut juga melibatkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Abu 
Dis dengan kompleks Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem Timur) dengan tujuan 
mengarahkan akses warga Palestina ke Masjid tersebut," kata Haniyeh dalam 
sebuah pertemuan dengan para pemimpin suku Palestina, dilansir dari Middle East 
Eye.
 "Ada juga pembicaraan untuk membagi kompleks Masjid Al-Aqsa menjadi tiga 
bagian yang terpisah dan menciptakan entitas politik di Jalur Gaza yang 
memiliki hak istimewa tertentu.
 "Keputusan AS baru-baru ini tentang Yerusalem adalah bagian dari upaya yang 
dilakukan secara terus-menerus untuk menghentikan masalah Palestina dalam 
konteks kesepakatan 'abad ini'." kata Haniyeh tentang keputusan Trump.
 "Langkah tersebut memiliki maksud untuk rekonfigurasi seluruh wilayah dan 
negara (Arab dan Muslim), yang akan merugikan Yordania dan hak-hak Palestina," 
tambah Haniyeh.
 Abu Dis dianggap sebagai ibu kota potensial bagi pemerintah Palestina karena 
dua alasan.
 Yang pertama adalah letak geografis. Abu Dis adalah titik terdekat dengan Kota 
Tua, yang menampung beberapa situs tersuci Islam termasuk masjid al-Aqsa, yang 
dikelola dan dikendalikan oleh Wakaf Islam Yerusalem, sebuah kepercayaan 
keagamaan.
 Untuk alasan ini, rencananya sebagai lokasi Dewan Legislatif Palestina, di 
mana Otoritas Palestina mulai dibangun di Abu Dis pada tahun 1995. Didirikan 
setelah Persetujuan Oslo, dewan tersebut dibuat untuk merancang undang-undang 
dan peraturan Palestina serta mengatur Lembaga Otoritas Palestina (PA). [ary]

 

Kirim email ke