From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, December 27, 2017 11:40 PM
https://nasional.tempo.co/read/1045559/ksad-jenderal-tni-mulyono-ngapain-berpolitik-nambah-dosa-saja? KSAD Jenderal TNI Mulyono: Ngapain Berpolitik, Nambah Dosa Saja Reporter: Chitra Paramaesti Editor: Juli Hantoro Rabu, 27 Desember 2017 18:37 WIB KSAD Jenderal TNI Mulyono membalas hormat dari prajurit Kopassus saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Angkatan Darat, di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, 15 Desember 2016. ANTARA/R.. Rekotomo TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono dalam sambutannya di acara apresiasi Pindad pada TNI dan Polri, mengatakan jika berpolitik akan menambah dosa. "Ngapain berpolitik? nambah dosa saja," kata dia, yang kemudian disambut gelak tawa oleh para peserta acara, pada Rabu, 30 Desember 2017. Mulyono kemudian menjelaskan maksud ucapannya tersebut, menurutnya jika berpolitik dengan cara yang tidak benar dan melanggar aturan akan menambah dosa. "Kalau tidak sesuai prosedur mah nambah dosa, tapi kalau sesuai mah enggak," ucap dia. Baca juga: Jenderal Aktif Ikut Pilkada, Pengamat: Fenomena Mengkhawatirkan Sambutan Mulyono terkait acara apresiasi yang diselenggarakan oleh Pindad, atas prestasi kontingen penembak TNI AD pada Australian Army Skill at Arms Meeting dan Asean Armies Riffle Meet di mana prajurit TNI menjuarai ajang bergengsi tersebut. "Selama tiga tahun ini saya tersanjung, terima kasih telah mengharumkan TNI AD, bangsa dan negara," tutur dia. Mulyono juga menantang Pindad agar dapat memenuhi kuota kebutuhan amunisi TNI sebanyak 114 juta amunisi pertahun. "Kerjasama dengan luar, cari investor, untuk memenuhi kebutuhan," ujar Mulyono. Baca juga: Begini Cara Hadi Tjahjanto Cegah TNI Terlibat Politik Praktis Terkait dengan hal tersebut, Pindad sebagai penyedia senjata untuk para prajurit TNI akan meningkatkan sinergi dengan TNI AD untuk menghasilkan produk yang sesuai masukan dari para penembak TNI. Direktur Pindad Abraham Mose mengatakan, atas kemenangan TNI di dua ajang bergengsi itu, membuktikan senjata buatan dalam negeri tidak mengecewakan. "Bahkan mampu mendukung TNI menjuarai lomba tembak internasional," tukasnya. == // == https://nasional.tempo.co/read/1045583/maksud-jenderal-mulyono-soal-berpolitik-menambah-dosa Maksud Jenderal Mulyono Soal Berpolitik Menambah Dosa Reporter: Chitra Paramaesti Editor: Juli Hantoro Rabu, 27 Desember 2017 20:17 WIB Direktur Utama Pindad Abraham Mose bersama KSAD TNI Jenderal Mulyono dan WakaPolri Syafruddin memegang senjata-senjata buatan Pindad di Energy Bulding, Jakarta, 27 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Brigadir Jenderal Alfret Denny Tuejeh menjelaskan maksud perkataan Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono saat memberikan sambutan dalam acara Pindad di Energy Bulding pada, Rabu, 27 Desember 2017. “Maksudnya berpolitik tidak benar adalah berdosa ditujukan kepada prajurit TNI AD yang terjun ke politik sebelum resmi mengundurkan diri atau pensiun,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu. Denny menuturkan Jenderal Mulyono sering menuturkan hal tersebut dalam agenda internal TNI AD kepada prajuritnya. Sebab, kata dia, hal tersebut mengingkari sumpah prajurit dan melanggar Undang-Undang TNI. “Terutama menyangkut profesionalisme, yang di dalamnya terdapat larangan berpolitik praktis,” tuturnya. Baca juga: KSAD Jenderal TNI Mulyono: Ngapain Berpolitik, Nambah Dosa Saja Karena itu, Denny melanjutkan, Jenderal Mulyono mengatakan berpolitik itu dosa bagi para prajurit TNI apabila tidak dilakukan sesuai dengan peraturan. “Mohon dimaklumi agar tidak terjadi salah tafsir,” ucapnya.. Sebelumnya, dalam sambutannya di acara apresiasi Pindad kepada TNI dan Polri, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono mengatakan berpolitik akan menambah dosa. "Ngapain berpolitik? Nambah dosa saja," ujarnya, yang kemudian disambut gelak tawa oleh para peserta acara. Mulyono kemudian menjelaskan maksud ucapannya tersebut. Menurutnya, berpolitik dengan cara yang tidak benar dan melanggar aturan akan menambah dosa. "Kalau tidak sesuai dengan prosedur mah nambah dosa, tapi kalau sesuai mah enggak," ucapnya. Baca juga: Kasad Apresiasi Kontingen TNI AD Juara Menembak di Australia Sambutan Mulyono terkait dengan acara apresiasi yang diselenggarakan Pindad atas prestasi kontingen penembak TNI AD, yang berhasil menjuarai Australian Army Skill at Arms Meeting dan ASEAN Armies Riffle Meet. "Selama tiga tahun ini, saya tersanjung. Terima kasih telah mengharumkan TNI AD, bangsa, dan negara," katanya. Infografis: Para Panglima TNI Era Reformasi Sebelum Hadi Tjahjanto
