From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]
Sent: Friday, December 29, 2017 7:16 AM
To: Yahoogroups
Subject: [GELORA45] Situs Pengganti Facebook Itu Ternyata Milik Alumni 212
Situs Pengganti Facebook Itu Ternyata Milik Alumni 212
Situs Pengganti Facebook Itu Ternyata Milik Alumni 212
Fadhil Al Birra
Pihak Redaksitimes.com akhirnya angkat bicara menanggapi
pernyataan Front Pembela Islam (FPI) tentang platformny...
RABU, 27 DEC 2017 18:17 | EDITOR : FADHIL AL BIRRA
Tampilan situs redaksitimes.com (screenshot)
JawaPos.com - Pihak Redaksitimes.comakhirnya angkat bicara menanggapi
pernyataan Front Pembela Islam (FPI) tentang platform-nya yang akan
menggantikan Facebook. Situs redaksitimes.com ternyata milik alumni 212.
Direktur Utama Redaksitimes.com Dody Pradipto YS mengatakan, pihaknya sama
sekali tidak memiliki hubungan dengan FPI. “Kita nggak ada hubungan dengan
FPI,” jelas Dody kepada JawaPos.com.
Meski demikian, Dody mengaku bahwa dia merupakan bagian dari gerakan massa 212
atau yang kini dikenal dengan alumni 212. “Kita memang pernah ikut di aksi itu
(212, Red), namun secara khusus kita tidak memiliki hubungan atau koordinasi
dengan FPI untuk menyerukan platform kita,” ungkap Dody.
Diketahui, Redaksitimes.com merupakan platform media sosial milik Dody Pradipto
melalui PT Transglobalindo Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang
penyediaan data center dan Internet Service Provider, yang berdiri sejak 2001
silam di wilayah Medan, Sumatera Utara.
Redaksitimes.com dirancang berbasis Open Source Social Network.
Platformtersebut resmi berdiri pada Juni 2017 lalu.
Dody mengklaim bahwa Redaksitimes.com memiliki peningkatan pengguna yang
signifikan sejak seminggu terakhir. Hal itu berarti sama dengan waktu saat
FPImenyerukan untuk memboikot Facebook beberapa waktu lalu.
Sekadar perbandingan, saat ini ada 1,37 miliar pengguna aktif Facebook. Secara
tampilan, Redaksitimes menggunakan antarmuka Open Source Social
Network..Fiturnya pun sangat jauh berbeda dengan Facebook.
Meskipun terbilang sangat baru, namun Dody sangat optimistis bahwa platform-nya
itu akan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya alumni 212.
“Kita sebagai saudara seiman pasti saling mendukung lah ya. Kita harapkan
masyarakat dapat berhijrah ke media sosial yang lebih Indonesia gitu,” pungkas
Dody.
Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Front Pembela
Islam (FPI) Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin membenarkan pihaknya akan
mengganti tiga aplikasi media sosial yakni Facebook, Google, dan WhatsApp
dengan aplikasi yang diklaim buatan anak bangsa.
Sebagai gantinya, kini mereka tengah mempromosikan platform sejenis untuk
digunakan dalam aktivitas mereka. Adapun platform yang dimaksud adalah
Redaksitimes.com sebagai pengganti Facebook, Geevv.com sebagai pengganti
Google, dan Callind sebagai pengganti WhatsApp.
(ce1/ryn/JPC)