Cukup menarik untuk diperhatikan bersama, dimana Desa Hua Xi, yang terletak di propinsi Jiang Shu, di tahun 1961 merupakan satu desa kecil, hanya 380 keluarga, 1520 orang, yang sangat terbelakang dan miskin! Disaat jalankan politik Deng “Reformasi dan Keterbukaan” ditahun 1980 ada kebijakan membubarkan KOMUNE RAKYAT dengan membagikan kembali hak guna atas tanah garapan pada petani, Wu Renbao, Sekretaris Partai Desa Hua Xi ketika itu justru TETAP pertahankan tanah milik DESA! TIDAK membagikan kembali hak guna tanah pada petani penggarap! Artinya petani didesa Hua Xi tetap bekerja dibawah pengaturan Barisan Produksi saja, ... Yang berbeda, setiap PETANI menjadi pemilik SAHAM koperasi desa dengan besaran nilai hak-guna tanah mereka itu. Dengan demikian, setiap PETANI mendapatkan bonus dari keuntungan hasil produksi desa, dengan perhitungan 20-80 persen. Maksudnya, sebenarnya HANYA 20% bonus yang didapatkan setiap petani itu yang dibagikan dalam bentuk uang tunai, sedang yg 80% nilai bonus masuk kembali kesaham mereka msing-masing didalam koprasi-desa untuk akumulasi modal produksi berikut.
Dengan cara kerja kolektif yang dilanjutkan dari Komune Rakyat, lalu dengan kebijaksanaan kapital milik pribadi yang masuk dalam saham koperasi-desa, dan kemudian barisan produksi desa Hua Xi diberi HAK-PENUH untuk menentukan sendiri produksi sesuai dengan kondisi, jadi tidak lagi sepenuhnya ditentukan propinsi dalam pelaksanaan ekonomi berencana terpusat. Dan, ... setiap PETANI diperkenankan menanam sayuran, pelihara ayam, babi di sebidang tanah bebas, membuat kreatifitas, semangat bekerja lebih giat dan keras tumbuh disetiap petani! Begitulah desa Hua Xi dalam waktu singkat mencapai kemajuan jauh lebih cepat ketimbang desa-desa lain yang kembali membagikan tanah garapan pada setiap petani, ... akhirnya diawal tahun 2000 sampai sekarang menjadi satu desa termaju, terKAYA diseluruh Tiongkok, dengan penduduk lebih dari 35 ribu dan areal lebih dari 30 Km. Berhasil menggabungkan 16 desa disekitarnya, setiap keluarga tidak hanya mempunyai rumah berbentuk vila 400 – 600 m², tapi juga ada mobil sedan bahkan ada yang sampai 3. Tapi, beberapa bulan yl terdengar suara, desa Hua Xi terjadi kemerosotan dan terjerat HUTANG lebih dari 38 M RMB. Apa yang terjadi di desa Hua Xi itu? Minggu yl, terbaca satu tulisan yang mengungkap masalah didesa Hua Xi. Singkat kata, dinyatakan kelemahan desa Hua Xi yang dijalankan berdasarkan kekeluargaan, terlalu berat bersandar pada “kemampuan PERSEORANGAN”, Wu Ren Bao, sekretaris Partai yang memimpin lebih 40 tahunan, sejak 1961-2003 pensiun diusia 76. Kemudian dilanjutkan oleh anak ke-4, Wu Xie En, yang mengambil langkah berbeda dengan bapaknya, Wu Ren Bao dan TIDAK SIAP menghadapi perubahan perkembangan ekonomi. Rupanya penghasilan utama desa Hua Xi dari pabrik pipa-baja yg dibangun tahun 90-an, penghasilan desa Hua Xi ditahun 2005 mencapi 57.59% dari baja, meningkatkan penghasilan desa 66.31%. Tapi, setelah digempur krismon 2008 kebutuhan baja didunia juga merosot, dengan sendirinya penghasilan desa Hua Xi juga ikut merosot, ... Menghadapi perubahan pertumbuhan ekonomi, Wu Xie-En justru mengambil langkah mengembangkan sayap dengan mendirikan anak perusahaan sampai seluruhnya ada 208 perusahaan dibawah naungan Desa Hua Xi dengan bermain utang SAHAM, .... kesalahan ini membuat desa Hua Xi terpuruk, dan terjerat hutang sampai lebih 38M Rmb itu. Pengamat juga memperhatikan, terjadinya kesalahan manajemen desa Hua Xi itu tidak lepas dari usaha yang dijalankan secara kekeluargaan, yang lebih mendahulukan keluarga Wu sendiri! Dari 9 Pengurus Harian Dewan Desa Hua Xi, katanya 6 ada hubungan keluarga Wu, hanya 1 orang dari luar desa Hua Xi, itupun sahabat dekat dan orang kepercayaan Wu Xie En sendiri. Jadi desa Hua Xi dijalankan oleh klik keluarga Wu, pengurus yang baik lebih dahulu dilihat hubungan keluarga Wu, bukan dipilih berdasarkan KEAHLIAN dan KEMAMPUAN seseorang. Ini pertama. Kedua, setelah Wu Ren Bao pensiun ditahun 2003, Wu Xie En beralih pada usaha pelayanan, seperti turis, mereka menghabiskan puluhan M utk bangun Hotel mewah 320 M tertinggi didesa, lalu bikin patung Banteng dari emas untuk menarik turis, ... membeli pesawat pribadi, kapal plesir, ... yg menjadi beban lebih berat bagi Dewan koperasi desa! Orang bilang untuk mencapai satu usaha BERHASIL memang sulit, tapi untuk mempertahankan KEBERHASILAN berlanjut lebih sulit lagi! Desa Hua Xi yang berjaya puluhan tahun ini sedang menghadapi ujian mengatasi kesulitan dan kesalahan yang dihadapi, entah bagaimana mereka memecahkan masalah dan menemukan jalan keluar untuk bangun berdiri kembali setelah terpuruk. Sekian saja sekadar informasi yang saya ketahui tentang desa Hua Xi ini, .... Salam, ChanCT From: Hsin Hui Lin [email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, January 2, 2018 9:54 AM To: GELORA45 Subject: [GELORA45] "HuaXi Village: Pass and Future" on YouTube https://youtu.be/0DLFu5nCt14
