Bg. Jonathan, Wah bg kok memasukakan artikel yg ndak benar.....kan yang terbunuh bukan 10,000 orang tapi 100,000 dan lebih....ndak percaya, tanyalah pada Hilary Clintion.
Salam, Lin 2018-01-03 10:02 GMT+05:30 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > > Diperkirakan 10.000 Orang Tewas di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok > <https://news.idntimes.com/world/achmad-hidayat-alsair/diperkirakan-10000-orang-tewas-dalam-pembantaian-tiananmen-c1c2/full> > > Salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Tiongkok > > > [image: Achmad Hidayat Alsair] > > Achmad Hidayat Alsair > <https://www.idntimes.com/achmad-hidayat-alsair>Community > Writer25 Desember 2017 > > > > > Tindakan keras militer Tiongkok terhadap para demonstran di Lapangan > Tiananmen tanggal 4 Juni 1989 telah menewaskan sedikitnya 10.000 orang, > menurut dokumen rahasia milik pemerintah Inggris yang baru-baru ini dirilis. > > *BBC *melansir bahwa hal tersebut diungkapkan oleh Duta Besar Inggris > untuk Tiongkok waktu itu, Sir Alan Donald, dalam sebuah kawat korespondensi > rahasia terhadap pemerintahan pusat di London. Perkiraan sebelumnya tentang > kematian dalam demonstrasi pro-demokrasi tersebut berkisar antara beberapa > ratus orang dan lebih dari 1.000 orang. > > Dalam telegram bertanggal 5 Juni 1989, Sir Alan mengatakan bahwa sumber > informasinya tentang Pembantaian Tiananmen adalah seorang teman dekat dari > salah satu anggota Dewan Negara Tiongkok. Dewan Negara merupakan kabinet > menteri-menteri yang berkuasa yang dipimpin oleh perdana menteri. > > Ratusan ribu demonstran yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar memadati > Lapangan Tiananmen meminta demokrasi > [image: Diperkirakan 10.000 Orang Tewas di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok] > independent.co.uk > > Telegram tersebut telah dirilis oleh Arsip Nasional Inggris di London dan > dideklasifikasi pada bulan Oktober lalu, saat isi dokumen tersebut pertama > kali diungkap oleh situs berita Hong Kong *HK01*. > > Sir Alan sendiri mengatakan sumbernya waktu itu sangat terpercaya dalam > urusan mencari informasi dan berhati-hati untuk memisahkan fakta dari > spekulasi dan rumor. > > Dalam telegramnya, Sir Alan mengatakan bahwa gelombang pasukan tidak > bersenjata sebelumnya telah berusaha untuk membubarkan para demonstran, > yang kebanyakan adalah pelajar dan mahasiswa. Turut ditulis juga apa yang > terjadi di Lapangan Tiananmen kemudian. > > "Kendaraan lapis baja milik APC (Angkatan Darat China) menembaki kerumunan > orang sebelum berlari menghalangi mereka. APC kemudian melaju kencang > menuju massa dengan kecepatan 65 kilometer perjam. " > > Tentara yang ditugaskan mengawal para demonstran pun sebenarnya tidak > dilengkapi senjata > [image: Diperkirakan 10.000 Orang Tewas di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok] > nybooks.com > > Sir Alan menambahkan, "Para demonstran sudah tahu bahwa mereka diberi > waktu satu jam untuk meninggalkan lapangan, tapi lima menit kemudian APC > menyerang." > > "Para mahasiswa sudah berusaha merebut senjata tapi berhasil dilumpuhkan. > APC kemudian melindas jasad para demonstran berkali-kali untuk membuat > 'kue pie', sebelum dikumpulkan oleh bulldozer." > > "Sisa-sisanya sempat dibakar terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke saluran > pembuangan." > > *Independent *memberitakan bahwa Sir Alan menulis tindakan represif > militer terhadap demonstrasi di Lapangan Tiananmen dilakukan setelah > beberapa anggota Dewan Negara China mempertimbangkan bahwa perang saudara > akan segera terjadi sebagai imbas dari tuntutan rakyat akan demokrasi tak > kunjung dikabulkan. > > Sir Alan berspekulasi bahwa pemerintahan pimpinan Deng Xiaoping memilih > Grup 27 Angkatan Darat China untuk operasi tersebut karena dianggap "paling > handal dan patuh". > > Tentara Tiongkok mulai menembaki para demonstran yang sedang memadati > Lapangan Tiananmen > [image: Diperkirakan 10.000 Orang Tewas di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok] > Twitter/prchovanec > > Dia melaporkan bahwa dari penuturan sumbernya, Grup 27 menggunakan peluru > tajam dan penembak jitu untuk menembak banyak warga sipil di balkon, > penyapu jalan dan lain-lainnya seperti sasaran latihan. > > "Tentara diperintahkan untuk tidak memberi ampun," tulisnya. "Para > mahasiswa perempuan yang terluka memohon untuk tetap dibiarkan hidup tapi > mereka ditusuk bayonet." > > "Seorang balita perempuan berusia tiga tahun terluka, tapi ibunya ditembak > saat mencoba membantu anaknya, sama seperti enam orang lainnya." > > Telegram tersebut juga menuduh bahwa pembantaian terus berlanjut bahkan > setelah gelombang pertama. > > > Sir Alan menulis, "1.000 orang yang selamat diberitahu bahwa mereka dapat > melarikan diri namun kemudian ditembak oleh senapan mesin yang dipersiapkan > secara khusus." > > "Ambulans Angkatan Darat yang berusaha memberikan bantuan kepada > demonstran ditembaki, seperti ambulans milik rumah sakit Sino-Jepang. > Dengan kru medis tewas, pengemudi yang terluka masih berusaha menyerang > tentara namun berhasil ditembak hingga kendaraannya hancur berkeping-keping > dengan senjata anti-tank." > > Foto "Tank Man" memperlihatkan seorang laki-laki menghalangi gerak tank > milik tentara Tiongkok yang sedang menuju para demonstran seorang diri > [image: Diperkirakan 10.000 Orang Tewas di Pembantaian Tiananmen, > Tiongkok]Wall > Street Journal > > Dalam insiden lain, kata telegram itu, tentara bahkan menembak salah satu > perwira mereka sendiri. Sir Alan mengatakan, "Seorang perwira ditembak mati > oleh pasukan sendiri, nampaknya karena dia ragu-ragu dalam memberi > perintah. Seorang pasukan menjelaskan bahwa mereka akan ditembak jika > mereka tidak menembak perwira tersebut." > > "Perkiraan minimum, 10.000 rakyat sipil meninggal." > > Jumlah ini tentu saja jauh lebih banyak dibandingkan versi pemerintah > Tiongkok yang dirilis pada akhir Juni 1989 yang menyatakan ada 200 warga > sipil dan beberapa lusin petugas keamanan tewas yang tewas dalam "kerusuhan > kontra-revolusioner" antara militer dan demonstran pada tanggal 4 Juni 1989. > > Tidak pernah ada angka pasti jumlah korban tewas, namun pada pagi hari > tanggal 4 Juni, Palang Merah Tiongkok memperkirakan ada 2.700 orang telah > terbunuh. > > Pada tahun 2014 lalu, sebuah berkas rahasia yang dirilis oleh pemerintah > AS mengutip sumber militer Tiongkok yang mengatakan bahwa diyakini ada > 10.454 orang telah terbunuh, sebuah angka yang sesuai dengan perkiraan Sir > Alan. > > Pemerintah Tiongkok sendiri selalu menyatakan tindakan mereka terhadap > demonstrasi di Lapangan Tiananmen sebagai "pembelaan yang sah terhadap > sebuah kerusuhan kontra-revolusioner" atau pemberontakan. > > Pada malam tanggal 3 Juni 1989, *United Press International* melaporkan > bahwa sebuah pernyataan berulang kali disiarkan di televisi Tiongkok. > > Pernyataan tersebut mengatakan, "Malam ini sebuah pemberontakan > kontra-revolusioner yang serius telah terjadi. Para preman dengan geram > menyerang pasukan Tentara Pembebasan Rakyat, merebut senjata, mendirikan > barikade, memukul para tentara dan perwira dalam upaya untuk menggulingkan > pemerintah Republik Rakyat Cina." > > "Selama berhari-hari, Tentara Pembebasan Rakyat telah melakukan pembiaran > dan sekarang dengan tegas melawan pemberontakan tersebut. Semua orang yang > menolak untuk tunduk harus bertanggung jawab penuh atas tindakan dan > konsekuensinya." > > Tentara saat membersihkan seluruh area Lapangan Tiananmen usai insiden > terjadi > [image: Diperkirakan 10.000 Orang Tewas di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok] > chinatoday.com > > Sebelum Demonstrasi Tiananmen, protes politik oleh puluhan ribu mahasiswa > dan pelajar sudah berlangsung selama tujuh minggu sebelum tentara dikirim > untuk "membubarkan" aksi tersebut. Peristiwa tersebut adalah demonstrasi > terbesar dalam sejarah Komunis Tiongkok. > > Meski sudah diketahui secara luas di seluruh dunia, pembantaian tersebut > tetap dianggap isu yang sangat sensitif di Tiongkok. > > Pemerintah Tiongkok bahkan melarang segala jenis peringatan oleh para > aktivis dan sangat mengawasi diskusi online perihal insiden tersebut, > termasuk menyensor kritik yang ditujukan terhadap militer dan kabinet > pemerintahan waktu itu. > > Tapi peristiwa tersebut tetap diperingati setiap tahunnya oleh para > aktivis di tempat lain di berbagai penjuru dunia, termasuk di Hong Kong dan > Taiwan. > > > >
