From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, January 4, 2018 3:35 AM
  



https://www.antaranews.com/berita/675118/bappenas-target-kemiskinan-di-bawah-10-persen


Bappenas: 
target kemiskinan di bawah 10 persen
Rabu, 3 Januari 2018 20:57 WIB 

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan 
Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro 
menargetkan angka kemiskinan pada tahun ini dibawah 10 persen dari total 
penduduk Indonesia.

"(Angka kemiskinan) 10,2 persen itu kemiskinan terendah sepanjang sejarah. 
Tahun ini kami harap di bawah 10 persen," kata Bambang Brodjo usai sidang 
Kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Rabu.

BPS merilis pada September 2017 jumlah penduduk penduduk miskin di Indonesia 
sebanyak 26,58 juta orang atau 10,12 persen, turun 0,52 persen jika 
dibandingkan bulan Maret 2017 yaitu 27,77 juta orang dan juga berkurang 
dibanding September 2015 sebesar 11,13 persen dan 10,70 pada September 2016.

Kepala Bappenas ini juga menyampaikan target ini sudah disampaikan di DPR dan 
diharapkan bisa tercapai.

Bambang mengatakan pencapaian angka kemiskinan tahun lalu karena "poverty 
rate"-nya turun tapi kedalaman dan keparahannya tambah jelek, namun pada tahun 
ini "poverty rate"-nya turun dan kedalaman dan keparahannya sedikit lebih baik.

Dia juga mengatakan untuk menurunkan angka kemiskinan dibawah 10 persen, maka 
perlu ada perbaikan pada kedalaman dan keparahan tersebut.

Bambang Brodjo menyebut saat ini kelompok yang sangat miskin, yakni yang hidup 
di bawah 80 persen garis kemiskinan. 

"Untuk mengangkat mereka ke atas di situ kita harus memperbaiki kedalaman dan 
keparahan itu. Caranya adalah bantuan sosialnya harus benar-benar tepat 
sasaran," katanya.

Bambang Brodjo mengungkapkan tingginya angka kemiskinan pada 2016 lalu akibat 
pemberian rastra dan subsidi di lapangan masih ada yang tidak tepat sasaran, 
tidak tepat jumlah dan tidak tepat waktu. 

"Kalau tahun ini makin diperbaiki, maka upaya menurunkan 10 persen menjadi 
lebih mungkin," kata Bambang Brodjo.

Presiden, saat membuka sidang kabinet paripurna, meminta para menteri pada 2018 
dapat mengerjakan upaya menanggulangi ketimpangan nasional dan kesenjangan 
sosial.

"Baru saja saya dapat laporan dari BPS pada September 2017 jumlah penduduk 
penduduk miskin di Indonesia sebesar 26,58 juta orang atau 10,12 persen, turun 
0,52 persen jika dibandingkan bulan Maret 2017 yaitu 27,77 juta orang dan juga 
berkurang dibanding September 2015 sebesar 11,13 persen dan 10,70 pada 
September 2016," ungkap Presiden.

Tapi Presiden mengakui bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk 
mengurangi indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan baik di perkotaan maupun 
pedesaan.

"Karena itu saya ingatkan angka inflasi, stabilitas harga bahan-bahan kebutuhan 
pokok harus terus dikendalikan, progam renstra, program pangan non-tunai yang 
rencananya akan didistribusikan di awal tahun segera dijalankan secara tepat 
waktu dan tepat sasaran," tambah Presiden.

Ia juga memerintahkan agar program "cash for work" baik melalui skema Dana Desa 
atau melalui program padat karya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan 
Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kementerian 
Kelautan dan Perikanan harus segera dikerjakan.

"Saya juga mendapat laporan dari Menteri Keuangan bahwa anggaran desa sebesar 
20 persen sudah bisa dicairkan bulan Januari ini dan seharusnya dana desa bisa 
segera dieksekusi untuk mendukung program-program `cash for work`," kata 
Presiden. 

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018








Kirim email ke