----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>; 
[email protected] <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 3 Januari 2018 20.48.24 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Tak Jadi Maju Pilgub Jatim, Yenny Wahid Ingin NU Tetap Utuh
     
 


 
 
https://news.detik.com/berita/d-3797891/tak-jadi-maju-pilgub-jatim-yenny-wahid-ingin-nu-tetap-utuh?_ga=2.259841550.583112424.1515005721-373109546.1515005721
 
    Rabu 03 Januari 2018, 22:19 WIB 
Tak Jadi Maju Pilgub Jatim, Yenny Wahid Ingin 
 
 
NU Tetap Utuh
 Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews     Share 0    Tweet     Share 0    42 
komentar     Yenny Wahid bersama Ketum Gerindra Prabowo Subianto. (Kanavino 
Ahmad Rizqo/detikcom)       Jakarta - Yenny Wahid berbicara soal alasannya tak 
jadi maju dalam Pilgub Jatim 2018 melalui Partai Gerindra. Yenny ingin warga NU 
tetap utuh.
 
 "Yang terbaik untuk kita belum tentu untuk orang lain. Yang paling penting 
adalah tugas sejarah kami memastikan bahwa umat ini utuh, terutama umat NU," 
kata Yenny di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (3/1/2018)..
 
 
|  Baca juga: Meski Tak Jadi Usung Yenny Wahid di Jatim, Prabowo: Enjoy Saja  |

 
 Yenny menjelaskan NU telah menyumbangkan dua kader terbaiknya, yaitu Saifullah 
Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa, untuk memimpin Jawa Timur. Dia 
berharap dua kader NU itu memberikan kebaikan bagi seluruh warga Jawa Timur.
 
 "Jadi begini, NU sudah menyumbangkan dua kader terbaiknya. Jadi kontribusi 
untuk Pilkada Jatim sudah luar biasa. Kita doakan yang paling baik menang dan 
membawa kemaslahatan atau kebaikan untuk masyarakat Jatim," ujarnya.
 
 Menurut Yenny, dalam tradisi NU, ada dua metode yang digunakan untuk 
menentukan suatu pilihan. Aspek rasional dan spiritual harus diperhatikan.
 
 "Keluarga, tradisi NU. Tradisi NU itu ada namanya dua dalil, dalil aqli dan 
naqli. Akal dipakai rasional dan spiritual. Intinya, kita memohon petunjuk 
kepada Tuhan," imbuhnya.
 
 Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghormati 
keputusan Yenny tak menerima tawaran maju dalam Pilgub Jatim. Dia tetap yakin 
Yenny akan berkontribusi terhadap bangsa Indonesia di jalur lain.
 
 "Saya kira itu, saya menghormati keputusan Gus Dur, keluarga besar NU. Dan 
kami yakin beliau akan terus berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," 
ujarnya.
 
 
|  Baca juga: Cerita Yenny Wahid yang Sempat Ditawari Prabowo Maju Pilgub Jatim 
 |

 
 Prabowo juga berbicara sosok Yenny. Menurutnya, Yenny merupakan salah satu 
putri terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia.
 
 "Saya menilai dari dulu beliau adalah kader bangsa, salah satu putri bangsa 
yang terkemuka, yang punya wawasan yang sangat luas. Selalu kami berharap akan 
terus-menerus memberi sumbangannya kepada kita semua dalam bangsa kita," 
ujarnya. 
 (knv/idh)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    

Kirim email ke