Tiongkok dan Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Maritim dalam Kerangka Satu 
Sabuk Satu Jalan 
        2018-01-08 09:56:58  CRI 


      Pada hari Minggu lalu (7/1), mahasiswa dan dosen Universitas Sam 
Ratulangi dan sejumlah periset dari beberapa lembaga ilmu pengetahuan di kota 
Bitung menaiki kapal survei maritim "Science" Tiongkok. Para pengunjung 
menyatakan kagum atas perlengkapan canggih yang dilengkapi kapal "Science" 
serta hasil-hasil ilmiah yang dicapainya.

      Kapal survei "Science" dimiliki Institut Ilmu Maritim Akademi Ilmu 
Pengetahuan Tiongkok. Kapal tersebut tiba di pelabuhan Bitung setelah melakukan 
tugas survei selama 41 hari.



      Dr. Wang Hui dari Institut Ilmu Maritim mengatakan, saat ini pihaknya 
telah melakukan kerja sama yang efektif dengan Pusat Penelitian Maritim di 
bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), BPPT, universitas dan 
perusahaan dari Sulawesi Utara. Hasil-hasil kerja samanya telah menyediakan 
dukungan kuat bagi pelaksanaan inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan serta strategi 
poros maritim dunia Indonesia.

      Dr. Wang menjelaskan, dari 2013 hingga 2016, pihaknya dan AIPI telah 
melakukan tiga kali survei maritim di perairan sekitar Indonesia dengan 
memanfaatkan kapal survei Bruna Jaya VIII Indonesia dan telah memperoleh banyak 
data maritim dalam tiga tahun terakhir. Melalui kerja sama, kedua pihak telah 
memasang formasi alat pelambung survei yang berskala terbesar sepanjang sejarah 
di perairan tersebut. Data-data yang diperolehnya mempunyai arti penting untuk 
penelitian perubahan Pacific Gyre serta iklim ekstrem yang diakibatkan El Nino.



      Pada Desember 2017, Komisi Kerja Sama Maritim Tiongkok-Indonesia 
mengadakan pertemuan ke-10 di Jakarta. Pertemuan tersebut menyetujui untuk 
menyerahkan proyek pembangunan peternakan ekologis laut kepada komisi kerja 
sama maritim kedua negara untuk dibahas.

      Dr. Wang menyatakan, pelaksanaan proyek tersebut akan mendukung 
implementasi inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan dan strategi Indonesia tentang 
pembangunan poros maritim dunia.
     

Kirim email ke