Risma, Cicit Pendiri NU dan Azimat Kekebalan Resolusi Jihad 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180109072842-20-267562/risma-cicit-pendiri-nu-dan-azimat-kekebalan-resolusi-jihad
 CNN Indonesia , CNN Indonesia | Selasa, 09/01/2018 08:55 WIB
 Bagikan :    
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180109072842-20-267562/risma-cicit-pendiri-nu-dan-azimat-kekebalan-resolusi-jihad#
  
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180109072842-20-267562/risma-cicit-pendiri-nu-dan-azimat-kekebalan-resolusi-jihad#
  
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180109072842-20-267562/risma-cicit-pendiri-nu-dan-azimat-kekebalan-resolusi-jihad#
 Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku sebagai keturunan pendiri NU. (CNN 
Indonesia/ Adhi Wicaksono)
 Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengklaim dirinya 
masih keturunan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sejumlah barang pusaka 
peninggalan leluhurnya telah diserahkan ke Museum NU di Jalan Gayungsari, 
Surabaya. 

Risma mengaku sebagai cicit Mbah Jayadi, kiai yang ikut mendirikan NU. Jayadi 
memiliki dua anak yang merupakan kakek Risma dan Mohammad Nuh, mantan menteri 
pendidikan nasional.

“Mbah Jayadi itu pendiri NU. Beliau dari nasab Bapak saya,” kata Risma saat 
mengunjungi Museum NU, Senin (8/1).


 
 

 Lihat juga: Karangan Bunga, Pilgub Jatim, dan Keinginan Risma 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180106182106-32-267166/karangan-bunga-pilgub-jatim-dan-keinginan-risma/
 
Rumah kakeknya di kawasan Blauran, Surabaya, kata Risma, sering ditempati para 
santri pengikut resolusi jihad yang digagas KH Wahab Hasbullah. Ayah Risma juga 
sempat mengalami masa itu.

“Para santri-santri itu tidur di sana. Bapakku tahu betul soal ini dan pernah 
cerita. Jadi, memang aku keturunan NU,” kata Risma.

Sebagai keturunan darah biru, keluarga Risma menyimpan beberapa peninggalan 
leluhur. Sejumlah azimat pun diserahkan ke Museum NU. Salah satunya sebuah batu 
berbentuk telur bernama Ndok Bledhek.


 Lihat juga: Megawati Bangga Tak Salah Pilih Jadikan Risma Ibu Surabaya 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180104151556-32-266729/megawati-bangga-tak-salah-pilih-jadikan-risma-ibu-surabaya/
 
"Dulu digunakan oleh para pejuang untuk kekebalan. Jadi peluru yang ditembakkan 
itu hanya menembus pakaian, tapi bagian tubuhnya tidak apa-apa," ujar Risma.

Risma mendapat cerita soal Ndok Bledhek itu dari ayahnya. Jika ada bahaya, kata 
Risma, azimat itu bisa bergerak sendiri seolah ingin menunjukkan sebagai 
pertanda ada bencana.


 Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi Museum NU. (Kurniawan Dian)

 
Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga berkoordinasi dengan Ketua PCNU 
Surabaya Muhibin Zuhri. Mereka membicarakan kesejahteraan warga Nahdliyin, 
pengikut NU. Risma mengatakan, pihaknya akan membentuk koperasi dan mengadakan 
pelatihan bagi Nahdliyin.

“Saya minta tolong Mas Muhibin untuk menyejahterakan warga Nahdliyin. Salah 
satunya nanti akan dibentuk koperasi-koperasi dan dilakukan 
pelatihan-pelatihan,” ujar Risma.

Muhibin menyambut pembentukan koperasi itu. Dia mengatakan, dirinya bersama 
Risma telah sepakat bekerja sama memberdayakan Nahdliyin, terutama dalam 
mengangkat harkat dan martabat dalam bidang ekonomi.

“Salah satu pemberdayaannya, nanti akan dibentuk koperasi dari warga Nahdliyin 
untuk warga Nahdliyin. Mungkin nanti ada ritel atau apa lah nanti yang 
produknya bisa diisi oleh warga sendiri. Nanti akan kami diskusikan lebih 
lanjut,” ujarnya.


 Lihat juga: Menimbang Calon di Pilgub Kaltim, PDIP Tanya Kesediaan Risma 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180103213952-32-266567/menimbang-calon-di-pilgub-kaltim-pdip-tanya-kesediaan-risma/
 
Muhibin mengatakan, kunjungan Risma ke Museum NU untuk melihat langsung 
beberapa koleksi yang dititipkan keluarganya. Menurutnya, ada lima artefak yang 
telah disimpan di Museum NU. Beberapa di antaranya adalah keris, Ndok Bledhek, 
klak bahu, dan dua buah gaman keris tombak.

Dia berharap Museum NU bisa menjadi salah satu destinasi edukasi sejarah yang 
dimanfaatkan masyarakat. Muhibin menyatakan akan terus bekerjasama dengan 
Pemkot Surabaya untuk mengembangkan museum yang telah diresmikan Gus Dur pada 
2004 itu. (dik)

 

Kirim email ke